Bergerak dan Berdampak: Dedikasi Alya dalam Dunia Pendidikan dan Sosial

Alya Fauziah Aryanti, yang akrab disapa Yaya atau Aya, lahir di Sukabumi, 3 Juni 2002. Ia merupakan asisten dosen IPB University Program Studi Manajemen Agribisnis.

Ia tumbuh dalam lingkungan yang sederhana dan penuh kehangatan. Kedua orang tuanya berasal dari Jawa Tengah. Keluarganya selalu mendukungnya dalam banyak hal terutama dalam Pendidikan

Sejak kecil, ia dikenal pemalu, tetapi ia memiliki semangat tinggi dalam mencoba berbagai hal. Ia aktif mengikuti berbagai ekstrakurikuler seperti tari, olahraga, musik angklung dan pianika.

Ia menempuh pendidikan SMA di SMAN 1 Cisaat kemudian melanjutkan pendidikannya di Sekolah Vokasi IPB, mengambil jurusan Manajemen Agribisnis.

Pada awal perkuliahan, ia sempat merasa bahwa ia salah jurusan karena materi yang dipelajari tidak sepenuhnya sesuai dengan minatnya saat SMA, yaitu biologi dan kesehatan lingkungan.

Namun, seiring berjalannya waktu, ia mulai menemukan keselarasan antara bidang agribisnis dengan minatnya dalam interaksi sosial dan pembangunan masyarakat.

Alya memiliki kepedulian besar terhadap dunia pendidikan dan sosial. Untuk itu, ia aktif berkontribusi dalam berbagai organisasi, baik di dalam maupun di luar kampus.

Selama berkuliah, ia sempat mengikuti program IPB Mengajar. Melalui program ini, ia mengabdikan diri mengajar di sekolah-sekolah terpencil, termasuk di Jampang selama empat bulan.

Pengalaman ini tidak hanya mengasah keterampilan mengajarnya, tetapi juga membuka matanya terhadap pendidikan di daerah terpencil dan bertekad untuk terus berkontribusi dalam mencerdaskan anak bangsa.

Ia juga aktif dalam dalam MAB Care, sebuah organisasi kampus yang berfokus pada kesejahteraan mahasiswa, seperti urusan akademik, bantuan UKT, sarana prasarana, dan informasi perkuliahan.

Di luar kampus, ia turut serta dalam Senyum Anak Nusantara (SAN), sebuah organisasi sosial yang bergerak dalam bidang pendidikan anak-anak di daerah terpencil, khususnya di Sukabumi.

Tidak berhenti di sana, Alya juga melibatkan diri dalam komunitas yang berfokus pada anak-anak panti asuhan, memberikan mereka kesempatan untuk mengakses pendidikan yang lebih baik.

Baginya, pendidikan bukan sekadar hak istimewa, tetapi sebuah kebutuhan yang harus dapat dijangkau oleh setiap anak, tanpa terkecuali.

Kesukaannya dalam berbagi ilmu membawanya menjadi asisten dosen. Sebagai asisten dosen, ia mencoba menerapkan metode diskusi, pembelajaran berbasis proyek, serta presentasi interaktif.

Baginya, mengajar bukan sekadar mentransfer ilmu, tetapi juga membangun pola pikir kritis dan menumbuhkan semangat belajar yang berkelanjutan.

Dalam beberapa tahun ke depan, Alya memiliki visi besar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Ia bercita-cita memperdalam ilmunya agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi Masyarakat.

Ia percaya bahwa dengan ilmu yang lebih mendalam, ia dapat memberikan kontribusi yang lebih besar, terutama dalam sektor pendidikan dan sosial yang menjadi perhatiannya selama ini.

“Jangan pernah ragu dengan kemampuan yang kamu punya. Kamu lebih kuat dari yang kamu kira, dan aku yakin kamu bisa menghadapi apapun yang ada di depan sana. Berusahalah untuk tunjukkan yang terbaik.” Pesan ini menjadi sumber motivasi baginya dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Jangan pernah berhenti belajar dan jangan takut menghadapi tantangan. Jadilah diri sendiri, percaya pada kemampuanmu, dan teruslah melangkah maju,” ujarnya.

Dengan segala pengalaman yang telah ia jalani, ia terus berusaha untuk memberikan kontribusi yang lebih besar, baik dalam bidang pendidikan maupun sosial. Ia adalah contoh nyata bahwa berbagi ilmu, dapat memberikan dampak positif bagi banyak orang di sekitarnya.

Oleh : Limarta Phatrecia Siahaan, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media IPB University

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Siap Hadapi Era AI, Bupati Taput Ingin Siswa Kreatif dan Ciptakan Peluang Kerja

Taput (Neracanews) - Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, menghadiri kegiatan Pentas Seni SMAN 1 Pagaran dengan tema "Mengukir Bakat, Merayakan Kreasi" yang...

Ada Selisih Dana Rp 300 Juta, Ketua Koperasi Dilaporkan ke Polisi

Taput (Neracanews) Ketua Himpunan Keluarga Toba Indonesia (HKTI) Kabupaten Tapanuli Utara, Erikson Sianipar resmi melaporkan Ketua Koperasi Tumbuh Sejahtera Bersama Petani, Erni Mesalina Hutauruk,...

Kantor Dewan Tapteng Diterpa Keributan

Tapanuli Tengah - Pandan (Neracanews) - Peristiwa keributan yang terjadi di Kantor DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada, Kamis (02/04/26) yang melibatkan unsur pimpinan...

Bupati Tapteng Hadiri Rapat Pembahasan Pengembangan Pertanian Berbasis AI

Tapanuli Tengah (Neracanews) - Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu, SH, MH hadiri rapat Pembahasan Pengembangan Pertanian Berbasis Artificial Intelligence (AI) di Kawasan Danau...

Bunda Literasi Asahan Tinjau Layanan Perpustakaan Keliling di Aek Ledong

Asahan — Bunda Literasi Kabupaten Asahan melakukan peninjauan langsung terhadap layanan perpustakaan keliling di SDN 015927 Padang Sipirok, Kecamatan Aek Ledong, pada Rabu (1/4)....