Sabtu, Februari 14, 2026
spot_img

Peredaran Narkoba di Tanah Karo Disebut-sebut Bernama “Godol” Diduga Mil 150 Juta

Polres Tanah Karo saat ini memiliki kepemimpinan yang baru, hal ini jadi “PR” guna memberantas narkoba di wilayah hukumnya, Senin (02/02/2026).

Peredaran narkoba di tanah karo bukanlah hal baru, mencuat nama “Godol” di kalangan pengedar dan pemakai garam cina (sabu-sabu), nama itu tidak asing lagi di daerah Pancur Batu hingga ke Sibolangit.

Dari informasi yang berkembang, Bendara “Godol” itu berkibar diduga memiliki storan sebesar Rp.150 juta per 2 minggu.

“Bendera “Godol” yang naik saat ini barangnya yang ada di Tanah Karo, “kata sumber yang tidak mau disebut namanya.

Pria berbadan tegap itu juga menjelaskan narkoba jenis sabu diedarkan dengan sistem COD (Cash on Delivery) guna mengelabui aparat penegak hukum.

“Sistem COD untuk saat ini, “jelasnya.

Ia juga meyakini akan terbentuk barak atau lapak para penikmat garam cina.

“Tidak menutup kemungkinan akan menjamur loket-loket transaksi, “katanya.

Bendera “Godol” itu dikendalikan berinisial “T” guna memuluskan pergerakan sistematis dan sistem kerja yang prosedural.

“Aku kurang kenal, dari lapangan yang kami dengar bernama Tanta, “sebutnya tanpa penjelasan tempat tinggalnya.

Selain itu, disebut-sebut nama Tabah Simbolon salah satu central peredaran narkoba di wilayah Kabanjahe. Hal ini menjadi tugas Polres Tanah Karo membasmi sampai ke akar-akarnya, jika tidak pasti ada oknum yang terlibat didalamnya.

Kasat Narkoba Polres Tanah Karo, AKP Jonny H. Pardede, S.H membantah adanya storan sebesar Rp150 Juta yang mengalir ke sejumlah oknum-oknum Polisi.

“Kita tidak ada toleransi terhadap peredaran gelap narkotika jenis apa pun bang, dan tidak ada setoran-setoran bang, “tegasnya kepada wartawan.

Ia juga mengucapkan terimakasih atas informasi yang ia terima dan akan menindak segala peredaran gelap narkoba di wilayah hukumnya.

“Trims info nya ya bang, “tulisnya dari pesan WhatsApp. (Bet/Tim)

 

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Dugaan Pemerasan ; Debt Collector Rampas Mobil, Mega Finance Minta Uang Tarik Rp 15 Juta

Langkat - Dugaan pemerasan di lakukan Leasing Mega Finance kepada Debiturnya, dengan modus meminta uang tarik Rp 15 Juta. "Saya sudah meminta kepada kepala kantornya...

Tambang Pasir Ilegal di DAS Sigeaon Taput Masih Beroperasi, Wartawan Layangkan Dumas ke Polres

Taput (NeracaNews) – Tim investigasi kumpulan wartawan yang peduli lingkungan melayangkan Surat Pengaduan Masyarakat (Dumas) kepada Kapolres Tapanuli Utara (Taput), AKBP Ernis Sitinjak, pada...

Gedung Olah Raga Pandan Kembali Dihuni Para Pengungsi Korban Banjir

Tapanuli Tengah Pandan (Neracanews) - Puluhan warga yang rumahnya terendam bajir kembali dievakuasi dan ditempatkan di Gedung Olah Raga (GOR) Pandan sebagai lokasi pengungsian sementara. Evakuasi...

Serap Aspirasi di Taput, Paltak Siburian: Reses Bukan Sekadar Formalitas, Siap Perjuangkan Sesuai Kewenangan

Taput (Neracanews) – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Dapil Sumut IX (Kabupaten Taput, Toba, Humbang Hasundutan, Samosir, Tapteng, dan Sibolga), Paltak Siburian, SH.MH,...

Kunker di Polsek Natal, Kapolres Madina Sampaikan Layanan Call Center 110

Neracanews | Mandailing Natal - Kapolres Mandailing Natal (Madina), Bagus Priandy, S.IK.,M.Si menyampaikan perihal layanan Call Center Polri 110 pada saat kunjungan kerja bersama...