Refael Christio Sihotang Tewas Dianiaya di Pos Retribusi Gunung Sibayak, Polres Karo Tahan 7 Pelaku

KARO — Refael Christio Sihotang (17), seorang remaja asal Jalan Timah Medan, tewas mengenaskan setelah menjadi korban penganiayaan brutal. Peristiwa tragis ini terjadi di Pos Pengutipan Retribusi Kehutanan Gunung Sibayak, Desa Jaranguda, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo.

Penyelidikan kasus penganiayaan berat ini terus bergulir di Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo. Pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan para terduga pelaku yang terlibat langsung dalam aksi kekerasan maut tersebut.

Refael Christio Sihotang bersama beberapa rekannya awalnya dijemput oleh para pelaku dari kawasan Tongging. Mereka kemudian dibawa paksa menuju Pos Pengutipan Retribusi Gunung Sibayak. Setibanya di lokasi tersebut, korban dipukuli secara membabi buta hingga kehilangan nyawa.

Usai memastikan korban tidak bernyawa, para pelaku mengantarkan jasad korban ke Rumah Sakit (RS) Efarina Raya Berastagi pada Jumat (10/7/2026).

Pihak rumah sakit yang curiga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Karo. Polisi kemudian mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi.

Polres Karo sudah menahan 7 orang pelaku pemukulan yang mengakibatkan hilangnya nyawa remaja malang tersebut. Identitas para pelaku yang kini mendekam di sel tahanan telah dikonfirmasi oleh pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Karo, Iptu R. Situmeang, memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan penahanan para tersangka.

“pelaku sudah tujuh (7) orang di tahan pelaku pemukulan itu, dengan inisial, RS, AS, MF, ATWSJS, AR. Ketujuhnya ditahanan polres karo,” ujarnya.

Kasus penganiayaan di Gunung Sibayak ini juga mengungkap fakta baru yang mengejutkan. Selain korban tewas, terdapat dugaan adanya enam orang korban lain yang masih di bawah umur dalam pusaran kasus penganiayaan tahap pertama ini.

Merespons temuan informasi tersebut, Humas Polres Karo memberikan penjelasan mengenai jalannya proses hukum yang sedang berlangsung.

Kasi Humas Polres Karo, AKP P. Sembiring Maha, menegaskan bahwa proses hukum terus berjalan secara intensif.

“Kasus tersebut Masih Dalam Penyidikan Polres Karo Kita Tunggu rilis Kebenarannya,” tambah Maha.

Hingga saat ini, penyidik Satreskrim Polres Karo masih terus mendalami motif di balik penjemputan paksa dan penganiayaan brutal yang berujung pada hilangnya nyawa Refael Christio Sihotang. (As)

PENGADUAN DLH KOTA MEDANspot_img
CEGAH STUNTINGspot_img
NOMOR DARURAT DAMKARspot_img
SIAGA BENCANA BANJIRspot_img
CEK KESEHATAN GRATISspot_img

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Bupati dan Forkopimda Asahan Tinjau Pilkades Serentak 2026

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., bersama unsur Forkopimda Kabupaten Asahan meninjau langsung pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 di Desa...

Bupati Asahan Hadiri Peluncuran Program Jaksa Sahabat Pendidik

MEDAN – Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menghadiri kegiatan Jaksa Sahabat Pendidik yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Kejaksaan Tinggi Sumatera...

Rico Waas: Purnatugas Bukan Akhir Pengabdian, tapi Membuka Lembaran Baru

Medan - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengingatkan para aparatur sipil negara (ASN) yang akan memasuki masa purnatugas agar tidak memandang...

Lapas Pancurbatu Dukung Pembentukan Pusat Rehabilitasi dan Reedukasi WBP

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pancurbatu mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Tindak Lanjut Pembentukan Pusat Rehabilitasi dan Reedukasi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (6/10/2026). Rapat...

LSM GERRAM Kecam Keras Kadis LH Kabupaten Bekasi, Paulus Simalango: Jangan Hina Wartawan Yang Datang Melakukan Konfirmasi Dugaan Korupsi

BEKASI — Ketua Umum LSM GERRAM (Gerakan Reformasi Advokasi Masyarakat), Paulus Simalango, S.H., mengecam keras dugaan tindakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi,...