Taput (Neracanews) – Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) melakukan kunjungan kerja sekaligus monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan penanggulangan bencana di Kabupaten Tapanuli Utara, Kamis (30 Juli 2026). Salah satu lokasi utama yang ditinjau adalah Jembatan Balley yang berada di Dusun Sitakka, Desa Aek Siansimun, Kecamatan Tarutung, Sumatera Utara.
Rombongan tim dipimpin langsung oleh Ketua Koordinator Wilayah Sumatera, Brigjen TNI Fadjar Tjahyono. Turut hadir mendampingi, Ketua Kepala Posko Data Kolonel Tamimi Hendra Kusuma, Wakil Kepala Koordinator Wilayah Sumatera Kombes Pol Wahyu Widiarso, serta jajaran anggota Satgas PRR Koordinator Wilayah Sumatera dan Satgas Pemulihan Pasca Bencana.
Setibanya di lokasi, rombongan disambut dan didampingi langsung oleh Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Hutabarat, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Utara, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta Kepala Desa Aek Siansimun, Junios Lumbantobing.
Sebelum meninjau Jembatan Balley, agenda kunjungan kerja diawali dengan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi penanganan pasca bencana lainnya. Beberapa titik yang dikunjungi antara lain Hunian Tetap (Huntap) KDM, Hunian Sementara (Huntara) Sibalanga, Huntap Buddha Tzu Chi yang terletak di Kecamatan Adiankoting, serta Jembatan Sitakka di Desa Aek Siansimun.
Terkait peninjauan di Dusun Sitakka, Kepala Desa Aek Siansimun, Junios Lumbantobing, saat dikonfirmasi awak media menjelaskan bahwa Jembatan Balley yang kini telah berdiri kokoh, sebelumnya rusak parah diterjang banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu. Pembangunan kembali jembatan ini telah rampung dikerjakan oleh pihak TNI tepat sebulan yang lalu.
“Dan saat ini jembatan tersebut dikunjungi dan ditinjau langsung oleh tim satgas gabungan pasca bencana, yang turut didampingi oleh Kepala Pelaksana BPBD Tapanuli Utara Tohom Silaban, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Nokman Simanungkalit, Kasdim, Kapolsek, serta Camat Tarutung,” ungkap Junios.
Dalam kesempatan tersebut, Junios juga menyampaikan harapannya agar melalui kunjungan kerja ini, pemerintah pusat dapat lebih memperhatikan dan mempercepat pemulihan berbagai sarana dan prasarana umum lainnya yang masih rusak akibat dampak bencana yang terjadi tahun lalu.
Sementara itu, Brigjen TNI Fadjar Tjahyono dalam arahannya di lokasi mengimbau agar jembatan yang baru saja selesai dibangun ini benar-benar dijaga dan diperhatikan keberadaannya. Ia menegaskan dua hal penting yang harus diawasi ketat oleh pemerintah desa dan pemerintah daerah.
“Kami himbau agar jembatan ini terjaga. Jangan sampai ada kendaraan truk yang mengangkut muatan melebihi batas tonase yang ditentukan, dan masyarakat dilarang keras mengeruk pasir maupun material batu di bagian bawah jembatan tersebut. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah desa maupun Pemda Tapanuli Utara demi keamanan dan keawetan bangunan,” tegas Brigjen Fadjar.
Lebih lanjut, Brigjen Fadjar menegaskan komitmen penuh dari pemerintah pusat untuk menuntaskan seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Tapanuli Utara hingga tuntas.
“Tim ini berharap penanggulangan bencana di Tapanuli Utara akan segera selesai 100 persen. Untuk mencapai hal tersebut, kolaborasi dan kerja sama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat harus lebih diintensifkan lagi,” tandasnya.
Setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi yang digelar di Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung.
Di akhir keterangannya, Kepala Desa Aek Siansimun, Junios Lumbantobing, mengapresiasi kehadiran dan perhatian yang diberikan oleh jajaran Satgas PRR maupun Bupati Tapanuli Utara.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bapak Jenderal beserta rombongan ke wilayah Tapanuli Utara, serta dukungan penuh dari Bapak Bupati JTP. Semoga perhatian ini terus berlanjut demi pemulihan wilayah kami,” ucap Junios.
Junios kembali menegaskan harapannya agar kunjungan kerja ini menjadi langkah nyata agar pemerintah pusat terus memprioritaskan pemulihan sarana dan prasarana yang rusak akibat bencana alam yang melanda tahun lalu. (Henry)



