22 Preman Berkedok Ormas di CNI Puri Indah Jakarta Barat Diciduk Polisi

Jakarta – Operasi besar-besaran yang digelar Polda Metro Jaya melalui Operasi Berantas Jaya 2025 membuahkan hasil. Sebanyak 22 orang yang diduga terlibat praktik premanisme dan pungutan liar (pungli) ditangkap di kawasan CNI Puri Indah, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (13/5/2025).

Penangkapan ini merupakan bagian dari operasi yang berlangsung sejak 9 hingga 23 Mei 2025, dengan sasaran utama yakni aksi premanisme, pemerasan, penganiayaan, dan gangguan keamanan lainnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menjelaskan bahwa puluhan pelaku diamankan setelah dilakukan kegiatan surveillance dan penyelidikan sejak siang hari.

“Didapatkan ada 22 orang yang melakukan aksi preman. Bentuknya adalah melakukan pungutan liar terhadap pedagang kaki lima. Mereka bahkan mencetak karcis sendiri dan merekap hasil pungutan,” ujarnya di lokasi.

Dalam pemeriksaan, para pelaku awalnya menolak mengaku dari organisasi manapun. Namun setelah pendalaman oleh penyidik, diketahui bahwa sebagian dari mereka merupakan oknum dari ormas Forum Betawi Rempug (FBR), Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB Jaya), serta anggota karang taruna.

Aksi pungli dilakukan dengan dalih uang kebersihan, uang listrik, hingga uang pangkal. Uang pangkal yang diminta bahkan mencapai Rp1 juta, sedangkan pungutan harian berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp400 ribu.

“Ya, mereka memungut uang pangkal, kemudian ada yang memungut harian dengan alasan uang kebersihan atau listrik. Ini tidak bisa ditoleransi,” tambah Ade Ary.

AKBP Tri Bayu Nugroho, Kabag Ops Polres Metro Jakarta Barat, memimpin interogasi di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Barat pada malam hari. Para pelaku terlihat duduk jongkok dengan tangan diborgol menggunakan kabel ties dan mengenakan masker.

“Yang FBR tunjuk tangan, yang GRIB juga tunjuk tangan,” ucap Bayu dalam proses interogasi, sambil menunjukkan bukti karcis dan buku catatan pungli.

Operasi ini melibatkan 734 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan Satpol PP, dan menjadi bagian dari instruksi langsung Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto, yang menegaskan tidak ada toleransi terhadap aksi premanisme.

“Tidak ada toleransi dan tidak ada pengecualian. Kita ingin menciptakan Jakarta yang aman, nyaman, dan bebas dari premanisme,” tegas Irjen Karyoto saat apel pasukan di Lapangan Silang Monas Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (9/5). (Ozi)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Polres Taput Ultimatum Tambang Siarang-arang, Berhenti atau Dipidana Berat

Taput (Neracanews) — Ekspos media terkait aktivitas penambangan galian C yang diduga ilegal di Dusun Siarang-arang, Desa Hutabarat Parbaju Toruan, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli...

Jelang Pesta Demokrasi Konferensi PWI Sumut, Panitia Gelar Rapat Persiapan

Medan - Menjelang pesta demokrasi konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut, pengurus menggelar rapat persiapan sekaligus penetapan susunan pengurus kepanitiaan di kantor PWI Sumut...

Cabjari Madina di Natal Gelar JMS 2026, Sosialisasikan Tugas Pokok dan Fungsi Kejaksaan kepada Pelajar Pantai Barat

Neracanews | Mandailing Natal - Cabang Kejaksaan Negeri Mandailing Natal di Natal menggelar kegiatan Penyuluhan Hukum Jaksa Masuk Sekolah / JMS Tahun 2026 dengan...

Pasca Bencana Adiankoting Relokasi Lambat, Alokasi Huntap Dipertanyakan, Uang Rp 250 Juta Menko Polkam Dibagi ke Kades, Sisa Disimpan

Taput (Neracanews) - Bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Utara menelan puluhan korban jiwa, meluluhlantakkan ratusan rumah warga, serta...

Pemprov Sumut Optimalkan 21 Daerah Irigasi, Lahan Pertanian Produktif Ditargetkan Capai 41 Ribu Hektare

MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus mengoptimalkan daerah irigasi yang belum produktif untuk meningkatkan luas lahan pertanian yang dikelola masyarakat. Pada...