Sabtu, Februari 14, 2026
spot_img

Desa Torhonas Pasca Bencana Listrik Masih Padam, Butuh Sarana Air Bersih

Tapanuli Utara – Warga Desa Torhonas Kecamatan Adiankoting Tapanuli Utara (Taput), berharap pemerintah bisa melakukan percepatan pembangunan listrik yang masih padam sejak bencana alam melanda Taput dan Tapanuli Tengah (Tapteng) beberapa bulan lalu.

“Semenjak bencana itu sampai sekarang, belum pernah hidup,” ungkap Darsono Siahaan warga desa Torhonas, Selasa (20/1/2026).

Dia menceritakan bahwa Desa Torhonas merupakan wilahyah pemerintahan daerah Taput. Namun jalur listrik PLN datang dari Tapteng. Sehingga mungkin di butuhkan koordinasi antar pemerintah Taput dengan Tapteng untuk melakukan percepatan pembangunan listrik.

Warga Desa Torhonas menepis adanya informasi dari seorang pejabat daerah Taput yang mengatakan sudah menyalurkan Genset listrik di sebahagian masyarakat untuk di konsumsi secara umum. Namun warga mengatakan tidak perna mengetahui dan tidak pernah menerima Genset Listrik, seperti yang di katakan pejabat eselon itu.

“Tudia di bagi, dangadong amang boru,” sebut Parlin warga Torhonas berbahasa daerah Batak yang artinya ‘Kemana di bagi, tidak ada itu bapak’, Selasa (20/1/2026).

Selain Listrik warga Desa Torhonas sangat membutuhkan sarana air bersih karena harus berjalan kaki kurang lebih Dua kilo meter ke dusun Sinora atau ke sering di sebut Pancur SMP, untuk mendapatkan air yang layak konsumsi sebagai air masak untuk di minum.

“Kalau untuk mandi kami tampung air hujan di Bak setiap rumah tangga, untuk air minum dan memasak kami ke pancuran yang di bawah jalan sebelum desa ini,” sebut Marlina Hutauruk, warga Torhonas.

Menanggapi padamya listrik pasca bencana, Hendrik Taruna, S.,STP.,M.Si., yang di ketahui merupakan Kadis Kominfo Taput mengatakan, bahwa pemda Taput sudah membagikan Genset listrik ke sebahagian masyarakat untuk di konsumsi secara umum.

“Sudah dibagi genset sebagian amang dan menunggu jalan keras biar diperbaiki tiang PLN. Untuk detail konfirmasi ke kadis kominfo baru ya amang,” ungkap Hendrik.

Kadis Kominfo yang baru di ketahui namanya Donna N. Situmeang, S.IP., mengatakan masih berkordinasi dengan satuan kerja terkait, kemudian memberi jawaban untuk di konsumsi publik.

“Ok pak, saya lagi meminta jawabannya, terimakasih,” tulis Fitri di dinding whatsappnya, Selasa (20/1/2026). (ps)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Dugaan Pemerasan ; Debt Collector Rampas Mobil, Mega Finance Minta Uang Tarik Rp 15 Juta

Langkat - Dugaan pemerasan di lakukan Leasing Mega Finance kepada Debiturnya, dengan modus meminta uang tarik Rp 15 Juta. "Saya sudah meminta kepada kepala kantornya...

Tambang Pasir Ilegal di DAS Sigeaon Taput Masih Beroperasi, Wartawan Layangkan Dumas ke Polres

Taput (NeracaNews) – Tim investigasi kumpulan wartawan yang peduli lingkungan melayangkan Surat Pengaduan Masyarakat (Dumas) kepada Kapolres Tapanuli Utara (Taput), AKBP Ernis Sitinjak, pada...

Gedung Olah Raga Pandan Kembali Dihuni Para Pengungsi Korban Banjir

Tapanuli Tengah Pandan (Neracanews) - Puluhan warga yang rumahnya terendam bajir kembali dievakuasi dan ditempatkan di Gedung Olah Raga (GOR) Pandan sebagai lokasi pengungsian sementara. Evakuasi...

Serap Aspirasi di Taput, Paltak Siburian: Reses Bukan Sekadar Formalitas, Siap Perjuangkan Sesuai Kewenangan

Taput (Neracanews) – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Dapil Sumut IX (Kabupaten Taput, Toba, Humbang Hasundutan, Samosir, Tapteng, dan Sibolga), Paltak Siburian, SH.MH,...

Kunker di Polsek Natal, Kapolres Madina Sampaikan Layanan Call Center 110

Neracanews | Mandailing Natal - Kapolres Mandailing Natal (Madina), Bagus Priandy, S.IK.,M.Si menyampaikan perihal layanan Call Center Polri 110 pada saat kunjungan kerja bersama...