Oknum Polrestabes dan Kejari Surabaya Ditenggarai Kangkangi RJ. Walau Berdamai, Terlapor Tetap Diseret Ke Pengadilan

Surabaya – Restorative Justice (RJ) atau keadilan restoratif adalah pendekatan penyelesaian perkara pidana yang fokus pada pemulihan hubungan dan keadaan semula, bukan hanya pembalasan atau hukuman, dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga, serta masyarakat untuk mencari kesepakatan yang adil dan seimbang melalui dialog dan mediasi.

Dimana tujuannya adalah memulihkan korban, memberi pelaku/terlapor kesempatan memperbaiki diri, dan membangun kembali harmoni sosial dengan mengedepankan musyawarah, empati, dan nilai keadilan substantif.

Namun RJ tersebut ditenggarai dikangkangi oleh oknum penyidik Polrestabes Surabaya dan oknum Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Surabaya pada penanganan kasus atas laporan Deny Prasetya LP: TBL/B/1071/IX/2025/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JATIM tertanggal 26 September 2025 dengan terlapor inisial AF, AE dan I.

Pasalnya, berdasarkan informasi yang masuk ke redaksi, antara pelapor dan terlapor dikatakan sudah ada kesepakatan Damai. Para terlapor telah mengembalikan Mobil yang dituding digelapkan berikut uang sebesar Rp150 Juta diserahkan kepada Deny sebagai pengganti kerugian.

Kemudian tertanggal 26 November 2025, Deny sebagai pelapor membuat Surat Permohonan Pencabutan Laporan Polisi nya di atas Materai 10 ribu dengan melampirkan surat perdamaian yang dilayangkan ke Kasat Reskrim Cq. Kanit Resmob Polrestabes Surabaya.

Alih-alih perkara tersebut diselesaikan secara RJ, oknum penyedik di duga lakukan kesepakatan dengan oknum JPU menahan ketiga terlapor dan melanjutkan perkara itu dengan ‘menyeret’ ketiga terlapor ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang kini sedang berproses sidang.

“Kami merasa terzolimi. Padahal kami sudah berupaya semaksimal mungkin perkara ini diselesaikan secara kekeluargaan dan damai,” ujar AE kepada wartawan.

“Mohon bantu kami bang. Kami tulang punggung keluarga, kasihan anak istri kami,” ucap AE bernada sedih.

Sejurus kemudian, awak media ini coba komunikasi ke Kejaksaan Agung terkait permasalahan itu.

“Seharusnya ini tidak berlanjut ke persidangan. Kendati demikian, coba saya cari tau tau dulu bang,” kata mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) yang kini bertugas di Kejaksaan Agung minta namanya tidak disebut, Jumat (26/12/2025) sore.

Seperti diketahui pada Surat Edaran (SE) Kapolri Nomor SE/2/II/2021: Dalam poin (i), Kapolri dengan tegas menginstruksikan: “Korban yang tetap ingin perkaranya diajukan ke pengadilan namun tersangkanya telah sadar dan meminta maaf, terhadap tersangka tidak dilakukan penahanan.”

Dan Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 8 Tahun 2021: mengenai aturan Restorative Justice (RJ) di kepolisian. Di sini ditegaskan bahwa jika syarat materiil (perdamaian dan pemenuhan hak korban) sudah terpenuhi, maka perkara harus diselesaikan di luar pengadilan.

Halnya Kejaksaan, tertuang di Peraturan Kejaksaan (Perja) Nomor 15 Tahun 2020: Ini adalah dasar hukum penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif. Syarat utamanya adalah adanya proses perdamaian di mana tersangka meminta maaf dan korban memaafkan.

Jaksa Agung ST Burhanuddin pernah menyatakan secara emosional dalam berbagai kesempatan.

“Apabila jaksa menyalahgunakan RJ, saya akan tindak tegas. Bila perlu saya pecat!” tegas Jaksa Agung. Bersambung. (Tim/Kms

CEK KESEHATAN GRATISspot_img

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Rico Waas Lepas Delli Yudha, Sambut Fernando Batubara: Sinergi TNI dan Pemko Medan Harus Makin Kuat

Suasana keakraban dan kehangatan mewarnai acara Pisah Sambut Komandan Kodim (Dandim) 0201/Medan yang digelar di Ballroom Hotel Santika Dyandra Medan, Senin (14/9/2026). Wali Kota...

Ini Daftar 43 Pelajar SMKN 1 Merdeka yang Keracunan MBG

Karo - Keracunan MBG kembali menelan korban di Kabupaten Karo akibat kelalaian tata kelola program pemerintah. Sebanyak 43 pelajar SMK Negeri 1 Merdeka Kabupaten...

RDP dengan Komisi II DPR RI, Wagub Surya Paparkan Strategi Optimalisasi Aset dan BUMD untuk Dongkrak PAD Sumut

JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memperkuat penataan, pengamanan, dan optimalisasi Barang Milik Daerah (BMD) serta aset Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)...

Pemko Medan Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp 7,16 T, Rico Waas Fokus Optimalkan 17 Program Prioritas

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan Tahun Anggaran...

Bupati Asahan Terima Audiensi GMKI Cabang Asahan

KISARAN – Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menerima audiensi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Asahan di Aula Bapperida Kabupaten Asahan, Senin...