Dua Keluarga Korban Bencana Keluhkan Keluarganya Belum di ketemukan Kepada Gubsu

Tapanuli Tengah Tukka (Neracanews) – Seusai acara Natal berlangsung di tenda pengungsian Kelurahan Hutanabolon, dua keluarga korban ganasnya bencana banjir bandang yang menimpa Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), temui Gubsu dan nyatakan bahwa 4 orang korban keluarganya belum di ketemukan.

Respon cepat sosok Gubsu Bobby Nasution memberikan arahan kepada keluarga agar tetap bersabar, terkait laporan ini kita akan tindaklanjuti.

“Sabar ya Abang dan ibu, kita akan komunikasikan sama tim untuk lebih lanjut dilakukan pencarian,” Ucap Gubsu memberikan arahan kepada kedua keluarga korban bencana.

Dari komunikasi antara keluarga korban dan Bobby tampak, dua keluarga korban yang berstatuskan masih hilang itu merasa senang bisa komunikasi dengan sosok Gubsu.

“Kami kini punya harapan, tiga keluarga saya yang belum diketemukan bapak saya bernama, Suerdin Sitompul, Ibu saya Selpina Lamria br Aritonang dan adek saya Rikardo Sitompul. Yah, muda-mudahan diberikan kelancaran dalam pencarian dengan kondisi apapun kami keluarga sudah pasrah dan iklas,” Ucap Roberto Sitompul berusia 29 Tahun.

Tambahnya, saya perantau bang di Riau, kedatangan saya kesini untuk melihat kondisi keluarga saya. Tetapi, setibanya saya di sini, 3 keluarga saya turut menjadi korban bencana yang terjadi pada 25 November 2025 bulan yang lalu.

“Sudah 1 bulan 2 Hari dari kejadian, 3 keluarga saya belum di ketemukan. Walau dengan kondisi apapun, kita keluarga sudah pasrah,” tuturnya dengan nada lirih.

Sementara, keluarga Paget Pasaribu (31) menjelaskan dari kejadian terjadi Ibu saya bernama Esti Sitompul belum diketemukan.

“saya berharap kepada tim evakuasi agar ibu saya dapat di temukan. Semoga dari pencarian ini Tuhan memberikan jalan terang serta kesehatan kepada tim,” Ucapnya.

Dari komunikasi dan kedekatan antar Kedua Pemimpin Daerah yakni, Gubsu dan Bupati Tapteng, komunikasi yang baik adalah solusi menggambarkan tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, jika jiwa Gotongroyong dan jalinan komunikasi yang baik terlaksana di pasca bencana yang terjadi.

Respon baik dua pemimpin adalah kekuatan bagi masyarakatnya. Kehadiran Pemerintah menjadi kekuatan tersendiri bagi masyarakat dan keluarga korban bencana yang ditinggalkan.

(Rimember)

CEK KESEHATAN GRATISspot_img

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Rico Waas Lepas Delli Yudha, Sambut Fernando Batubara: Sinergi TNI dan Pemko Medan Harus Makin Kuat

Suasana keakraban dan kehangatan mewarnai acara Pisah Sambut Komandan Kodim (Dandim) 0201/Medan yang digelar di Ballroom Hotel Santika Dyandra Medan, Senin (14/9/2026). Wali Kota...

Ini Daftar 43 Pelajar SMKN 1 Merdeka yang Keracunan MBG

Karo - Keracunan MBG kembali menelan korban di Kabupaten Karo akibat kelalaian tata kelola program pemerintah. Sebanyak 43 pelajar SMK Negeri 1 Merdeka Kabupaten...

RDP dengan Komisi II DPR RI, Wagub Surya Paparkan Strategi Optimalisasi Aset dan BUMD untuk Dongkrak PAD Sumut

JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memperkuat penataan, pengamanan, dan optimalisasi Barang Milik Daerah (BMD) serta aset Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)...

Pemko Medan Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp 7,16 T, Rico Waas Fokus Optimalkan 17 Program Prioritas

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan Tahun Anggaran...

Bupati Asahan Terima Audiensi GMKI Cabang Asahan

KISARAN – Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menerima audiensi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Asahan di Aula Bapperida Kabupaten Asahan, Senin...