Kamis, Maret 12, 2026
spot_img

Oknum Polrestabes dan Kejari Surabaya Ditenggarai Kangkangi RJ. Walau Berdamai, Terlapor Tetap Diseret Ke Pengadilan

Surabaya – Restorative Justice (RJ) atau keadilan restoratif adalah pendekatan penyelesaian perkara pidana yang fokus pada pemulihan hubungan dan keadaan semula, bukan hanya pembalasan atau hukuman, dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga, serta masyarakat untuk mencari kesepakatan yang adil dan seimbang melalui dialog dan mediasi.

Dimana tujuannya adalah memulihkan korban, memberi pelaku/terlapor kesempatan memperbaiki diri, dan membangun kembali harmoni sosial dengan mengedepankan musyawarah, empati, dan nilai keadilan substantif.

Namun RJ tersebut ditenggarai dikangkangi oleh oknum penyidik Polrestabes Surabaya dan oknum Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Surabaya pada penanganan kasus atas laporan Deny Prasetya LP: TBL/B/1071/IX/2025/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JATIM tertanggal 26 September 2025 dengan terlapor inisial AF, AE dan I.

Pasalnya, berdasarkan informasi yang masuk ke redaksi, antara pelapor dan terlapor dikatakan sudah ada kesepakatan Damai. Para terlapor telah mengembalikan Mobil yang dituding digelapkan berikut uang sebesar Rp150 Juta diserahkan kepada Deny sebagai pengganti kerugian.

Kemudian tertanggal 26 November 2025, Deny sebagai pelapor membuat Surat Permohonan Pencabutan Laporan Polisi nya di atas Materai 10 ribu dengan melampirkan surat perdamaian yang dilayangkan ke Kasat Reskrim Cq. Kanit Resmob Polrestabes Surabaya.

Alih-alih perkara tersebut diselesaikan secara RJ, oknum penyedik di duga lakukan kesepakatan dengan oknum JPU menahan ketiga terlapor dan melanjutkan perkara itu dengan ‘menyeret’ ketiga terlapor ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang kini sedang berproses sidang.

“Kami merasa terzolimi. Padahal kami sudah berupaya semaksimal mungkin perkara ini diselesaikan secara kekeluargaan dan damai,” ujar AE kepada wartawan.

“Mohon bantu kami bang. Kami tulang punggung keluarga, kasihan anak istri kami,” ucap AE bernada sedih.

Sejurus kemudian, awak media ini coba komunikasi ke Kejaksaan Agung terkait permasalahan itu.

“Seharusnya ini tidak berlanjut ke persidangan. Kendati demikian, coba saya cari tau tau dulu bang,” kata mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) yang kini bertugas di Kejaksaan Agung minta namanya tidak disebut, Jumat (26/12/2025) sore.

Seperti diketahui pada Surat Edaran (SE) Kapolri Nomor SE/2/II/2021: Dalam poin (i), Kapolri dengan tegas menginstruksikan: “Korban yang tetap ingin perkaranya diajukan ke pengadilan namun tersangkanya telah sadar dan meminta maaf, terhadap tersangka tidak dilakukan penahanan.”

Dan Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 8 Tahun 2021: mengenai aturan Restorative Justice (RJ) di kepolisian. Di sini ditegaskan bahwa jika syarat materiil (perdamaian dan pemenuhan hak korban) sudah terpenuhi, maka perkara harus diselesaikan di luar pengadilan.

Halnya Kejaksaan, tertuang di Peraturan Kejaksaan (Perja) Nomor 15 Tahun 2020: Ini adalah dasar hukum penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif. Syarat utamanya adalah adanya proses perdamaian di mana tersangka meminta maaf dan korban memaafkan.

Jaksa Agung ST Burhanuddin pernah menyatakan secara emosional dalam berbagai kesempatan.

“Apabila jaksa menyalahgunakan RJ, saya akan tindak tegas. Bila perlu saya pecat!” tegas Jaksa Agung. Bersambung. (Tim/Kms

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

PMI Medan dan Palang Merah Amerika Paparkan Program Ketahanan Panas kepada Pemko Medan

Medan - Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Medan bersama perwakilan Palang Merah Amerika beraudiensi dengan Pemko Medan, Kamis (12/3/2026). Rombongan diterima Wakil Wali Kota...

Sumut Kembangkan Satu Data Tunggal Bencana

MEDAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumut mengembangkan satu data tunggal kebencanaan melalui portal...

Dewan Pendidikan Taput Dilantik, Diharapkan Dorong Kemajuan Pendidikan dan Pembentukan Karakter

Taput (Neracanews) - Bupati Tapanuli Utara (Taput) Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, melantik anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Taput dalam acara yang berlangsung di SMP Negeri...

Wabup Taput Buka Forum RKPD 2027 Fokus pada Akselerasi Ekonomi dan Kualitas SDM

Taput (Neracanews) - Wakil Bupati Tapanuli Utara (Taput) Deni Parlindungan Lumbantoruan, didampingi Sekretaris Daerah Henry M. M. Sitompul, membuka secara resmi Forum Lintas Perangkat...

NCW Terima Balasan Klarifikasi Imigrasi Soal 10 WNA, Minta Proses Hukum Dibuka Secara Transparan

Bekasi – Nasional Corruption Watch (NCW) DPD Bekasi Raya menyatakan telah menerima balasan resmi dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Tangerang terkait permohonan...