Sabtu, Februari 14, 2026
spot_img

Kodam II/Sriwijaya dan Kepolisian Selidiki Insiden Sabung Ayam Maut di Lampung

Palembang – Kodam II/Sriwijaya angkat bicara terkait insiden penembakan yang menewaskan tiga anggota kepolisian saat melakukan penggerebekan judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung, pada Senin, 17 Maret 2025.

Kapendam II/Sriwijaya, Kolonel Inf Eko Syah Siregar, menyampaikan bahwa pihaknya telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki lebih lanjut keterlibatan oknum yang diduga terlibat dalam kejadian ini.

“Kami mohon waktu kepada rekan-rekan media. Saat ini, kami masih melaksanakan kegiatan penyelidikan dan investigasi di lapangan. Hasilnya akan kami sampaikan nanti,” ujar Kolonel Eko kepada media, Senin (17/3).

Kodam II/Sriwijaya telah menurunkan tim investigasi gabungan yang terdiri dari Polisi Militer Kodam II/Sriwijaya, Staf Intelijen Kodam II/Sriwijaya, Staf Hukum Kodam II/Sriwijaya. Tim ini juga bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mendalami keterkaitan oknum yang diduga terlibat.

“Saat ini, kami bersama rekan-rekan kepolisian sedang melakukan investigasi di lapangan. Keterlibatan oknum tertentu masih dalam proses penyelidikan, apakah benar adanya atau tidak. Kami mohon waktu untuk mendapatkan hasil yang valid,” tambahnya.

Kolonel Eko juga mengungkapkan bahwa di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tim investigasi masih mencari barang bukti untuk dilakukan analisis.

“Di TKP, sejauh ini memang ada beberapa temuan yang sedang dianalisis. Bisa saja ada senjata tajam, peralatan untuk sabung ayam, atau barang bukti lainnya. Namun, untuk hasil finalnya, kami masih menunggu laporan lengkap dari tim di lapangan,”* jelasnya.

Saat ini, Kolonel Eko sendiri masih berada di Palembang dan terus berkoordinasi dengan tim investigasi di Lampung melalui komunikasi jarak jauh.

“Kami masih menunggu hasil investigasi dari tim yang sedang bekerja di lapangan. Segala informasi yang beredar terkait keterlibatan oknum masih bersifat dugaan dan belum bisa kami konfirmasi sebelum hasil investigasi final keluar,” tegasnya.

Kodam II/Sriwijaya meminta semua pihak, termasuk media dan masyarakat, untuk bersabar dan menunggu hasil penyelidikan yang akan diumumkan secara resmi. (Ozi)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Dugaan Pemerasan ; Debt Collector Rampas Mobil, Mega Finance Minta Uang Tarik Rp 15 Juta

Langkat - Dugaan pemerasan di lakukan Leasing Mega Finance kepada Debiturnya, dengan modus meminta uang tarik Rp 15 Juta. "Saya sudah meminta kepada kepala kantornya...

Tambang Pasir Ilegal di DAS Sigeaon Taput Masih Beroperasi, Wartawan Layangkan Dumas ke Polres

Taput (NeracaNews) – Tim investigasi kumpulan wartawan yang peduli lingkungan melayangkan Surat Pengaduan Masyarakat (Dumas) kepada Kapolres Tapanuli Utara (Taput), AKBP Ernis Sitinjak, pada...

Gedung Olah Raga Pandan Kembali Dihuni Para Pengungsi Korban Banjir

Tapanuli Tengah Pandan (Neracanews) - Puluhan warga yang rumahnya terendam bajir kembali dievakuasi dan ditempatkan di Gedung Olah Raga (GOR) Pandan sebagai lokasi pengungsian sementara. Evakuasi...

Serap Aspirasi di Taput, Paltak Siburian: Reses Bukan Sekadar Formalitas, Siap Perjuangkan Sesuai Kewenangan

Taput (Neracanews) – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Dapil Sumut IX (Kabupaten Taput, Toba, Humbang Hasundutan, Samosir, Tapteng, dan Sibolga), Paltak Siburian, SH.MH,...

Kunker di Polsek Natal, Kapolres Madina Sampaikan Layanan Call Center 110

Neracanews | Mandailing Natal - Kapolres Mandailing Natal (Madina), Bagus Priandy, S.IK.,M.Si menyampaikan perihal layanan Call Center Polri 110 pada saat kunjungan kerja bersama...