Taput (Neracanews) – Poltak Silitonga, SH., MH., pengacara energik yang pernah viral karena membela rakyat jelata, semakin dikenal publik bukan hanya karena kemampuan di ruang sidang, melainkan juga keberaniannya berdiri bersama masyarakat kurang mampu. Ia tak segan menghadapi risiko demi menegakkan keadilan bagi mereka yang seringkali tak terdengar suaranya.
Dilahirkan di desa Lobusiregar 1, Kecamatan Siborongborong, Tapanuli Utara, dari pasangan Alm. R. Napitupulu (ibu) dan Alm. R. Silitonga (ayah). Kini, ia memiliki kantor di Jalan Muara/Jalan Bandara Silangit, Kecamatan Siborongborong, Tapanuli Utara.
Melalui akun media sosial miliknya dan mitra, Poltak menuliskan bahwa profesi pengacara atau advokat memang penuh risiko dan tantangan. “Semoga Tuhan memelihara setiap langkah saya untuk menjalankan tugas mulia, membela setiap warga yang terzolimi,” ujarnya, yang resmi menyandang gelar Master Hukum dari Universitas Sumatera Utara.
Kiprah Poltak membuktikan bahwa menjadi pengacara bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hati. Keberanian dan integritasnya membuat banyak pihak kagum – terutama mereka yang merasakan langsung bantuan hukum dari sang advokat berambut gaya Tin-Tin ini. Di tengah gemerlap dunia hukum yang seringkali keras dan penuh intrik, ia tetap konsisten pada prinsipnya: membela kebenaran dan keadilan bagi masyarakat kecil. Sosoknya kini menjadi inspirasi bagi generasi muda yang ingin menekuni profesi hukum tanpa meninggalkan empati dan nilai moral.
Pria yang kerap mengenakan stelan modis dan trendi itu menjelaskan kepada awak media bahwa negara menjamin akses keadilan bagi orang miskin melalui lembaga bantuan hukum, seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum. “Ironisnya, jaminan itu harus ikut ditanggung oleh pemberi bantuan hukum sendiri,” ujarnya saat coffee morning di Siborongborong, Rabu (3/12/2025).
Selain di dunia hukum, Poltak juga peduli dengan pendidikan. Hal ini dibuktikan melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Fukerinja yang bekerja sama dengan pihak Jepang. Ia juga sering terlihat bolak-balik ke berbagai kota di Indonesia – antara lain Surabaya, Kalimantan, Papua, Jakarta, dan Semarang – untuk menangani kasus-kasus besar.
Di samping membela orang kecil yang tertindas oleh penguasa dan pengusaha yang zolim, pengacara yang kerap disebut “PH Jepang” ini juga dipercaya menangani kasus bagi beberapa konglomerat dan pengusaha tambang di Surabaya dan Kalimantan. Bahkan, aparat penegak hukum yang baik dari kepolisian, militer, dan kehakiman juga sering meminta bantuan jasanya untuk menangani persoalan hukum diri mereka atau keluarga.
Belum cukup sampai situ, lelaki yang hobi olahraga kebugaran itu baru-baru ini dinobatkan sebagai anggota Keluarga Kesultanan Kota Waringin, Kalimantan Tengah (Kalteng), di Hotel Mercure Pangkalan Bun, Kota Waringin Barat, hari Rabu (12/6/2024). Penobatan ditandai dengan pemberian pin oleh Yang Mulia Kanjeng Pangeran Gusti Kadran – momen yang disebutnya sebagai sangat bersejarah.
Sebagai kader PDI Perjuangan yang membawahi bidang hukum di partai tersebut, Poltak sering terbang pulang-pergi ke Kalimantan untuk menangani masalah hukum, yang menunjukkan bahwa jasanya dipercaya oleh banyak pihak di sana – seperti terlihat dari foto dan caption di laman Facebook miliknya.
Kini, bagi Poltak tidak ada waktu yang sia-sia. Pria yang akrab ini pintar membagi waktunya antara pekerjaannya sebagai advokat dan pembimbing di LPK, dengan kantor yang berada di Pematang Siantar, Tarutung, dan Silangit. (Henry)



