Kamis, Januari 15, 2026
spot_img

Pemkab Asahan Tingkatkan Edukasi Soal Residu Antibiotik untuk Pelaku Peternakan

Kisaran — Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan terus memperkuat upaya menjaga keamanan pangan asal hewan. Salah satunya dilakukan dengan menggelar Sosialisasi Risiko Residu Antibiotik bekerja sama dengan Ikatan Alumni (IKA) Peternakan Universitas Sumatera Utara (USU), yang berlangsung di Aula Hotel Bintang Antariksa Kisaran.

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para pelaku usaha peternakan, pemangku kepentingan, serta masyarakat mengenai bahaya residu antibiotik pada produk hewani. Edukasi ini juga menekankan pentingnya pengawasan ketat dalam rantai produksi pangan dari hulu hingga hilir.

Dalam pemaparannya, drh. Yusnani menegaskan bahwa keamanan pangan asal hewan merupakan bagian integral dari ketahanan pangan nasional. Hal tersebut sejalan dengan UU No. 18/2012 tentang Pangan, PP No. 86/2019 tentang Keamanan Pangan, serta UU No. 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Ia menuturkan bahwa penggunaan antibiotik pada hewan harus dilakukan secara tepat dan terukur untuk mencegah terbentuknya residu yang dapat membahayakan kesehatan manusia, seperti risiko alergi, resistensi antibiotik, serta gangguan kesehatan lainnya.

Sementara itu, Bupati Asahan melalui Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs. H. Supriyanto, M.Pd., menekankan bahwa pangan hewani berperan besar dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya sumber protein hewani yang memiliki kandungan asam amino esensial. Namun, ia mengingatkan bahwa keberadaan residu antibiotik dapat mengurangi manfaat nutrisi dan memengaruhi kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.

Karena itu, Pemkab mengajak seluruh pelaku peternakan untuk menjalankan praktik budidaya yang bertanggung jawab, menjaga kebersihan kandang, serta memastikan setiap produk hewan yang beredar telah memenuhi standar keamanan konsumsi.

Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Asahan berharap pemahaman mengenai penggunaan antibiotik yang tepat dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh para pelaku usaha. Selain itu, Pemkab mendorong penguatan pengawasan di lapangan, peningkatan literasi keamanan pangan, serta kerja sama yang lebih erat antara pemerintah daerah, akademisi, dan dunia industri.

Dengan kolaborasi yang solid, Pemkab Asahan optimistis dapat menghadirkan produk hewani yang aman, sehat, dan berkualitas, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan. (As)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

GAMKI Gelar Natal Nasional dan Aksi Tanggap Bencana di Taput, Dapat Apresiasi Pemerintah

Taput (Neracanews) Parsingkaman Desa Pagaran Lambing I, Adiankoting – Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) mengapresiasi Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) atas penyelenggaraan Natal Nasional...

Karang Taruna Tapteng Tempuh Jalur Hukum Terkait Berita Bohong Atau Hoaks

Tapanuli Tengah Pandan (Neracanews) - Organisasi Karang Taruna Tapanuli Tengah, melalui penerima kuasanya, Fatur Rahman Sibuea, resmi melaporkan pemilik akun media sosial ke Polres...

Untuk Pemulihan Pascabencana, Taput Gelar Natal Oikumene dengan Bantuan dari Kemenkopolkam-KemenPPPA

TAPUT (Neracanews) – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenkopolkam) serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan...

Di Jalan ACC Rampas Kendaraan. Ini Respon Kabid Humas Polda Sumut

Medan - Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan S.I.K., menanggapi maraknya penarikan paksa kendaraan bermotor di jalanan, Dia akan berkordinasi dengan Reserse kriminal khusus...

Ditahan 11 Bulan dan Dituding WN Pakistan, Tariq Minta Bantuan Presiden Tegakkan Hukum Seadil-adilnya

Medan - Tariq Nabi Mangaratua Batubara (55) penduduk Jalan Palem IV, Kecamatan Medan Helvetia meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk menegakkan hukum seadil-adilnya tudingan...