Huntap Taput Baru 2 Unit Siap Huni, Menteri PKP Marah Bandingkan dengan Tapsel yang Sudah 120 Unit

Taput (Neracanews) Beberapa video yang beredar di grup WhatsApp wartawan dan media sosial menunjukkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menunjukkan kemarahan kepada Bupati Tapanuli Utara (Taput) JTP Hutabarat saat meninjau progres pembangunan 103 hunian tetap (Huntap) di Kecamatan Adian Koting, Kamis (26/3/2026).

Kunjungan kerja tersebut bertujuan memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana agar segera dapat diserahkan kepada korban bencana ekologis yang menerjang wilayah Taput pada akhir November 2025. Pembangunan 103 unit Huntap tersebut dimulai sejak 20 Desember 2025.

Namun, saat meninjau lokasi dan pembangunan fisik bangunan, Menteri Maruarar menemukan bahwa baru 2 unit saja yang siap huni dari total 103 unit yang direncanakan. Hal ini membuatnya kecewa dan mengeluarkan kemarahan kepada Bupati Taput.

Dalam video berdurasi 2 menit 27 detik dan 30 detik yang juga viral di Facebook, terlihat Menteri Maruarar menegur Bupati yang sebelumnya menyatakan siap menyelesaikan pembangunan pada bulan Mei mendatang. Namun, saat ditanya kembali, Bupati JTP mengakui tidak sanggup menyelesaikan seluruh 103 unit pada waktu yang telah dijanjikan.

“Jangan kau kemarin 20 Desember ngomong siap, sekarang lain lagi. Setiap ketemu berubah-ubah, saya gak bisa begitu kalau kerja. Kemarin janji bulan Mei selesai, betul?” ujar Menteri Maruarar yang kemudian dijawab siap oleh Bupati. Namun ketika ditanya kembali tentang kelengkapan 103 unit, Bupati menjawab, “Kalau untuk 103 tidak pak.”

Menteri Maruarar semakin marah setelah mengetahui bahwa pembangunan Huntap di Taput jauh tertinggal jika dibandingkan dengan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Padahal kedua pembangunan sama-sama dimulai pada 20 Desember 2025, Huntap di Tapsel sudah 120 unit siap diserahkan.

“Besok saya ke Tapanuli Selatan, sudah jadi 120 rumah, di sini baru dua. Kenapa lama sekali?” tanya Menteri Maruarar.

Sebelum meninggalkan lokasi, Menteri Maruarar mencoba membuat kesepakatan terkait tenggat penyelesaian, namun Bupati Taput terlihat kikuk saat ditanya kapan seluruh 103 unit akan selesai.

Ketika dikonfirmasi Jumat (27/3/2026) siang, Kadis Kominfo Taput Donna Situmeang menyatakan bahwa kunjungan Menteri PKP memang benar terjadi. Namun terkait kebenaran isi video yang beredar, dia mengarahkan untuk menanyakan langsung kepada pengunggahnya.

“Kalau kebenaran tentang video yang diposting orang, bukan sama kami ditanya, tanyakan kepada yang posting ya,” kata Donna. (Henry)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Dari Setetes Darah hingga Setitik Harapan, Remaja Gampong Ulee Pulo Belajar Menjaga Masa Depan

ACEH UTARA – Raut wajah tegang sesekali terlihat ketika satu per satu remaja mengulurkan lengannya kepada petugas kesehatan. Jarum suntik yang digunakan untuk mengambil...

Bupati Toba Lantik 39 Pejabat: Junjung Tinggi Integritas Inovasi dan Pelayanan Prima

TOBA (Neracanews) - Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, resmi melantik dan mengambil sumpah/janji 39 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toba, pada Kamis (6/8/2026)...

Kerugian Negara Rp1,8 M Kasus BPR Indra Arta Kembali ke Kas, Wabup: Ayo Menabung Lagi

INHU – Kejaksaan Negeri Indragiri Hulu menyerahkan uang pengembalian kerugian keuangan negara senilai Rp1.861.378.700 dalam perkara tindak pidana korupsi di BPR Indra Arta. Penyerahan...

Bertentangan Hasil Rapat, Polres Toba Tetap Amankan Penembokan Tanah di Laguboti Menuai Sorotan

TOBA (Neracanews) — Langkah pengamanan kegiatan penembokan lahan di Kelurahan Pasar Laguboti oleh Polres Toba pada Rabu (5/8/2026) justru menuai sorotan dan pertanyaan publik....

Contoh Nyata Kemandirian Desa: Bupati Taput Apresiasi Keberhasilan BUMDes Sisordak

Taput (Neracanews) - BUMDes Terpadu Sisordak membuktikan potensinya dengan proyeksi hasil panen perdana tomat yang diprediksi mencapai kurang lebih 40 ton. Keberhasilan ini, di...