INHU – Bupati Indragiri Hulu (Inhu), Ade Agus Hartanto, menyambut kepulangan kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Inhu yang baru saja menuntaskan laga di MTQ ke-XLIV Tingkat Provinsi Riau 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi. Acara penyambutan ini berlangsung di Pendopo Depan Kediaman Bupati, Kecamatan Rengat, Sabtu (4/7/2026).
Penyambutan ini dihadiri oleh jajaran Asisten, Kepala OPD, Forkopimda Inhu, Kepala BUMD, perwakilan Bank Riau Kepri, serta jajaran tokoh agama dan masyarakat setempat.
Kabupaten Indragiri Hulu mencatatkan prestasi impresif pada ajang tahun ini. Setelah sempat terlempar di peringkat ke-12 pada tahun lalu, tahun ini kafilah Inhu sukses meroket ke peringkat 4 besar se-Provinsi Riau.
Bupati Ade Agus Hartanto menegaskan bahwa target menembus 4 besar berhasil dikunci berkat kerja keras kolektif. Sebanyak 20 utusan Inhu bahkan berhasil menembus babak final di berbagai cabang perlombaan.
“Terus terang, tahun ini kita belum berhasil menjadi juara umum. Namun, kita patut bersyukur karena mampu menembus 4 besar sesuai target. Dibanding tahun lalu yang berada di peringkat 12, ini adalah lompatan besar yang wajib kita syukuri,” ujar Ade Agus dalam pidatonya.
Kendati mengapresiasi pencapaian angka dan peringkat, Ade Agus mengingatkan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dan seluruh pemangku kepentingan agar tidak terlena pada euforia juara. Ia menekankan bahwa esensi utama MTQ adalah internalisasi nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat, bukan sekadar panggung musiman.
“MTQ bukan hanya soal peringkat. MTQ adalah sarana agar nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar dicintai dan diamalkan masyarakat. Melalui LPTQ, kita berharap lahir semangat kecintaan terhadap Al-Qur’an yang tumbuh mandiri dan swadaya dari desa sampai ke pelosok,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada para pelatih, official, dewan hakim pendamping, dan seluruh tim yang bekerja di balik layar atas dedikasi mereka.
Menutup sambutannya, Bupati Inhu langsung memberikan instruksi tegas untuk bersiap menghadapi MTQ ke-45 yang akan digelar di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) pada tahun 2027. Ia meminta manajemen LPTQ segera melakukan pendataan berkala dan evaluasi total terhadap potensi para peserta.
“Prestasi besar tidak dibangun dalam satu malam. Butuh kesabaran, latihan konsisten, evaluasi, dan semangat memperbaiki diri. Jangan pernah patah semangat,” pungkasnya. (Benny MS)



