INHU – Bupati Indragiri Hulu (Inhu), Ade Agus Hartanto, S.Sos., M.Si., langsung mengambil langkah cepat dalam memetakan performa badan usaha milik daerah. Bertempat di kediaman bupati, orang nomor satu di Inhu tersebut menerima langsung pemaparan laporan kinerja Triwulan I Tahun 2026 dari dua BUMD andalan daerah, yakni Perumda BPR Indra Arta dan Perusahaan Daerah (PD) Indragiri, Selasa (23/6/2026).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Inhu, Zulfahmi Adrian, AP., M.Si., ini berlangsung dinamis dan menjadi ajang evaluasi kritis terhadap capaian, rencana bisnis, hingga penyelesaian masalah internal di kedua perusahaan pelat merah tersebut.
Sorotan tajam tertuju pada Perumda BPR Indra Arta. Di hadapan Direktur Umum BPR Indra Arta, Yuli Andesra, Bupati Ade Agus secara blak-blakan menekankan bahwa tantangan terbesar bank daerah saat ini adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat yang sempat tergerus akibat persoalan hukum.
”Terkait persoalan hukum yang ada, kita tunggu proses yang sedang berjalan. Namun yang terpenting saat ini adalah mengoptimalkan hal-hal yang masih bisa kita lakukan untuk memperbaiki kondisi perusahaan,” tegas Bupati Ade Agus.
Meski diterpa badai, bupati mengaku tetap melihat adanya ruang optimisme. Ia mengapresiasi kegigihan jajaran manajemen yang tetap bekerja keras di tengah situasi sulit, namun memberikan catatan tebal agar efisiensi operasional segera dilakukan.
”Langkah strategis harus diambil. Tekan biaya operasional sekecil mungkin dan optimalkan seluruh potensi pendapatan agar target yang ditetapkan bisa terkejar,” imbuhnya.
Sementara itu, PD Indragiri yang dinakhodai Yogi Susilo, SE., memaparkan cetak biru (blueprint) rencana bisnis periode 2026–2030. Strategi ini mencakup program jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Salah satu poin yang langsung mendapat lampu hijau dari Bupati adalah rencana ekspansi PD Indragiri dalam mengelola lahan parkir di RSUD secara profesional.
Bupati menilai, pengelolaan parkir yang tertib dan modern bukan hanya soal pengamanan aset, melainkan sumber pundi-pundi PAD potensial yang selama ini belum tergarap maksimal. Ia juga mendesak PD Indragiri lebih agresif menjajaki kerja sama pihak ketiga demi menghidupkan aset-aset daerah yang telantar.
Senada dengan bupati, Sekda Inhu Zulfahmi Adrian meminta jajaran direksi tidak mengulur waktu dalam mengeksekusi catatan dan rekomendasi yang diberikan dalam rapat. Perbaikan manajemen harus berjalan paralel dengan penyelesaian masalah di lapangan.
Ia menegaskan bahwa langkah ini sebagai komitmen Pemkab Inhu untuk memastikan BUMD tidak lagi menjadi beban daerah, melainkan mesin penggerak ekonomi yang sehat dan transparan.
Rapat evaluasi strategis ini turut dikawal ketat oleh jajaran internal pemkab, di antaranya Asisten I, Asisten II, Kepala Bapperida, Kepala Dinas PU, Kabag Ekonomi, serta Kabag Hukum Setda Inhu. (Benny MS)



