INHU – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tidak ingin terjebak dalam seremoni belaka saat memperingati Hari Kesadaran Nasional yang dirangkaikan dengan Hari Krida Pertanian ke-54 dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33. Dalam upacara yang digelar di halaman Kantor Bupati Inhu, Rabu (17/6/2026).
Pemkab Inhu menyoroti dua isu krusial yang menjadi potret masa depan daerah yakni kedaulatan pangan di sawah dan penguatan gizi anak di dapur keluarga.
Upacara yang diikuti oleh jajaran aparatur sipil negara (ASN), penyuluh pertanian, hingga perwakilan perbankan ini, menjadi panggung pembuktian bagi Pemkab Inhu untuk memacu target-target makro daerah.
Dua sektor ini dinilai menjadi kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan sekaligus menyiapkan fondasi menuju peradaban Indonesia Emas 2045.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Sekretaris Daerah Kabupaten Inhu, Zulfahmi Adrian, memaparkan rapor dan target tajam di sektor agraris. Setelah berhasil merealisasikan optimalisasi lahan seluas 401,41 hektare pada tahun sebelumnya, Pemkab Inhu kini membidik target baru yang lebih menantang: merehabilitasi 200 hektare sawah terlantar (lahan tidur) yang tersebar di wilayah Inhu, lengkap dengan modernisasi sistem irigasi perpompaan.
Langkah berani “membangunkan lahan tidur” ini diperkuat dengan suntikan 28 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) modern dari pemerintah pusat.
Strategi ini diharapkan tidak hanya menaikkan angka statistik produksi padi, melainkan secara nyata memangkas biaya operasional petani di lapangan demi mewujudkan swasembada pangan nasional yang dimulai dari tingkat daerah.
Bergeser ke isu sumber daya manusia, peringatan Harganas ke-33 tahun ini membawa pesan sosiologis yang mendalam melalui tema “Ayah Wajib Hadir”.
Pemkab Inhu menegaskan bahwa ketahanan keluarga tidak bisa dibebankan kepada ibu sendirian. Keterlibatan aktif seorang ayah dinilai menjadi instrumen penting dalam melakukan intervensi dini terhadap dua momok besar daerah: percepatan penurunan angka stunting dan pencegahan pernikahan usia dini.
Melalui tema ini, pemerintah daerah menuntut aksi nyata dari tingkat keluarga untuk memastikan pemenuhan gizi anak terjaga, sehingga Inhu mampu melahirkan generasi bebas stunting yang siap bersaing di masa depan.
Menutup rangkaian upacara, atmosfer halaman kantor bupati diwarnai dengan momen penyegaran organisasi. Pemkab Inhu memberikan piagam penghargaan kepada para abdi negara yang memasuki masa Purna Bakti, dengan rincian 23 ASN pensiun pada bulan Mei dan 19 ASN pada bulan Juni.
Di sisi lain, ketegasan regulasi juga ditunjukkan dengan diumumkannya pemberhentian sementara terhadap 3 orang PPPK Paruh Waktu serta pemberhentian terhadap 1 orang ASN.
Langkah administratif ini menjadi pengingat penting bagi seluruh peserta upacara mengenai pentingnya menjaga integritas dan kedisiplinan sebagai pelayan masyarakat. (Ben)



