TAPANULI UTARA — Sebagai wujud nyata sinergi dan kolaborasi pembangunan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan merencanakan pembangunan dua unit Rumah Produksi Kopi di Kabupaten Tapanuli Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Strategis Daerah (PSD) yang bertujuan meningkatkan kualitas, standar mutu, dan daya saing hasil pertanian daerah.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tapanuli Utara, Viktor Siagian, mengungkapkan hal tersebut kepada awak media usai kegiatan survei dan pertemuan yang berlangsung di Aula Dinas Pertanian Taput, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan peninjauan lokasi dan pembahasan teknis dilakukan langsung oleh tim dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumut. Tim tersebut dipimpin oleh Palepi dan Sawah Ayu, serta didampingi oleh jajaran terkait dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, termasuk Kepala Bidang Perkebunan, Tony Sudarsono Manalu.
Berdasarkan hasil peninjauan dan penentuan lokasi, dua wilayah yang terpilih menjadi lokasi pembangunan fasilitas strategis ini adalah Desa Dolok Saribu, Kecamatan Pagaran, dan Desa Sigotom, Kecamatan Pangaribuan. Kedua wilayah tersebut telah lama dikenal sebagai sentra penghasil kopi dengan potensi produksi yang sangat besar untuk dikembangkan.
Viktor Siagian menjelaskan, nantinya setiap unit Rumah Produksi Kopi akan dibangun lengkap dengan fasilitas penunjang. Mulai dari bangunan utama, peralatan pengolahan kopi modern yang mampu mengolah hingga menjadi barang jadi atau produk siap jual, hingga sarana lantai jemur yang memadai dan sesuai standar.
“Fasilitas ini diharapkan mampu memutus rantai pengolahan yang masih tradisional, sekaligus meningkatkan standar mutu biji kopi Tapanuli Utara agar memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi di pasaran,” ujar Viktor Siagian didampingi Kabid Perkebunan, Tony Sudarsono Manalu.
Pembangunan ini menjadi bukti nyata kerja sama yang baik antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Daerah Tapanuli Utara dalam mendukung sektor pertanian dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Dengan adanya fasilitas pengolahan yang memadai ini, para petani kopi setempat diharapkan tidak lagi hanya menjual hasil bumi dalam bentuk bahan mentah. Sebaliknya, mereka mampu menghasilkan produk olahan yang bernilai ekonomi tinggi, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi kopi khas Tapanuli Utara hingga ke luar daerah.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Tentunya kami tidak lupa mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara dan Bupati Tapanuli Utara yang terus memperhatikan nasib para petani di daerah ini,” pungkas Viktor.
Selanjutnya, Irene Natalia Sihite warga kecamatan Pangaribuan yang juga pengurus Koptan mengapresiasi progam ini, ” tentu kita mendukung program ini, sebagai pengurus dan ketua DPRD Taput Arifin Rudi Nababan yang merupakan pembina untuk kelompok penggiat kopi passikop sejahtera yang membina 35 kelompok tani, dan saya sebagai koordinator keseluruhan dari passikop sejahtera.dimana saat ini kelompok passikop sejahtera juga telah memproduksi berbagai hasil potensi daerah Tapanuli Utara yaitu kopi,sabun,madu dan minyak esensial Atsiri kemenyan.saat ini kelompok passikop sejahtera desa sigotom julu juga dipercaya sebagai penerima rumah produksi dari dinas pertanian dan ketahanan pangan provinsi sumatera utara,” ungkap Irene (Henry)



