Neracanews | Mandailing Natal – Seorang warga Desa Sinunukan II, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ditemukan meninggal dunia diduga akibat gantung diri, Kamis (03/09/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.50 WIB, bertempat di rumah korban di Desa Sinunukan II. Personil Polsek Batahan langsung melakukan penyelidikan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan dari masyarakat.
Kapolsek Batahan, AKP Jaresman Sitinjak, S.H., M.H., membenarkan kejadian tersebut. Adapun identitas korban diketahui bernama Sabara Aritonang (54), pekerjaan wiraswasta, alamat Desa Sinunukan II, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Madina.
Kronologi bermula pada Kamis (03/09/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Saksi Sdri. Suharti yang merupakan tetangga korban, saat memberi makan ayam di belakang rumah, melihat korban dalam posisi tergantung di tiang dapur rumahnya.
Suharti kemudian memanggil adik kandungnya Sdr. Mahmudi dan menyampaikan kejadian tersebut. Setelah dicek, korban terlihat tergantung dengan leher terikat tali pada tiang dapur.
Mahmudi bersama tetangganya Sdr. Joko kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Dusun Sdr. Ahmad Syaffi. Selanjutnya Kadus menghubungi Personil Polsek Batahan.
Sekira pukul 07.30 WIB, Personil Polsek Batahan beserta Unit Reskrim menuju rumah korban. Setibanya di TKP pada pukul 08.00 WIB, petugas menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dalam posisi tergantung dengan seutas tali pada tiang kayu di bagian belakang rumah.
Petugas kemudian mengamankan TKP dengan didampingi Kepala Desa dan Perangkat Desa Sinunukan II.
Menurut keterangan Kepala Desa, saat kejadian korban tinggal sendiri di rumah tersebut dan keluarga tidak berada di rumah.
Personil Polsek Batahan berkoordinasi dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Sinunukan untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenazah. Atas kesepakatan keluarga dan diketahui Kepala Desa, jenazah kemudian diturunkan dengan cara memotong tali yang mengikat leher.
Dari hasil pemeriksaan medis, disampaikan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Ditemukan lebam bekas lilitan tali di leher, lidah menjulur tergigit, serta luka lecet dan memar pada bagian leher akibat simpul tali. Tidak ditemukan luka pada bagian tubuh lainnya. Korban dipastikan meninggal dunia akibat gantung diri.
Berdasarkan keterangan tetangga, 3 hari sebelum kejadian anak-anak korban pergi meninggalkan rumah dan sering terjadi keributan antara korban dengan anak-anaknya. Diketahui korban sudah tidak memiliki istri, dimana istrinya telah meninggal dunia sekitar 3 bulan yang lalu.
Anak-anak korban telah berhasil dihubungi oleh Pemerintah Desa. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai takdir, tidak keberatan serta tidak bersedia untuk dilakukan autopsi, yang dituangkan dalam surat pernyataan.
Saat ini jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga menerima dengan ikhlas.
*AHS*



