TAPUT (Neracanews) — Semangat kebersamaan yang telah terjalin puluhan tahun dalam ajang bergengsi Gebyar Tapanuli Utara (GTU) kini terancam terusik. Ajang lomba Motorcross dan Grasstrack yang rutin digelar memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, pada perhelatan tahun 2026 ini justru diwarnai persoalan dualisme pelaksanaan. Kondisi ini dinilai sangat berpotensi memecah belah persatuan masyarakat Siborong-borong dan Tapanuli Utara secara umum.
Menelusuri sejarah panjang ajang ini, Gebyar Tapanuli Utara tercatat berjalan mulus dan menjadi kebanggaan daerah sejak masa kepemimpinan Bupati RE Nainggolan, dilanjutkan Bupati Torang Lumbantobing, hingga Bupati Nikson Nababan. Selama kurun waktu tersebut, GTU selalu menjadi satu-satunya ajang resmi yang berfungsi sebagai sarana penyatuan persepsi, hiburan, sekaligus penggerak roda ekonomi warga.
Namun, situasi itu berubah drastis di masa sekarang. Munculnya pelaksanaan lomba lain yang terpisah dan berjalan di waktu berdekatan dianggap menyimpang dari tradisi yang ada. Padahal, momen kemerdekaan dengan tema besar ‘Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur’ seharusnya dijadikan ajang meleburkan persatuan demi mendukung pembangunan daerah, bukan sebaliknya.
Ketua Pelaksana GTU XXIV 2026, Tujuan Sianturi, mengungkapkan hal tersebut dalam konferensi pers di Kantor Ikatan Anak Siborongborong (IAS), Sabtu (25/7/2026). Menurutnya, adanya dua event motor cross yang digelar bersamaan dalam satu wilayah kabupaten sangat disayangkan dan berpotensi besar memecah konsentrasi peserta, dukungan sponsor, hingga antusiasme masyarakat pecinta otomotif.
“Kami sangat menyayangkan munculnya dua event motor cross yang digelar pada hari yang sama dalam satu kabupaten. Kondisi ini berpotensi menimbulkan perpecahan dan konflik di tengah masyarakat, khususnya para penggemar olahraga bermotor,” tegas Tujuan Sianturi.
Lengkap Segala Izin & Rekomendasi Resmi IMI
Tujuan Sianturi menegaskan bahwa pihaknya telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi tanpa terkecuali. Panitia telah mengantongi rekomendasi resmi dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Sumatera Utara, izin keramaian dari kepolisian, serta izin-izin pendukung lainnya untuk pelaksanaan GTU XXIV 2026 di Sirkuit SL 2000, Desa Bahal Batu I.
Lebih jauh ia menjelaskan, dalam aturan dan tata tertib organisasi IMI, penyelenggaraan dua event balap motor pada waktu yang sama di wilayah kabupaten yang sama adalah hal yang tidak diperkenankan. Hal ini dikarenakan akan mengganggu kalender kegiatan nasional, proses pembinaan atlet, hingga aspek keselamatan penyelenggaraan yang harus dijamin standarnya.
Pelaksanaan Gebyar Tapanuli Utara XXIV – 2026 Grass Track & Motocross di Sirkuit SL 2000 memiliki kelengkapan administrasi yang sah dan lengkap. Panitia telah mendapatkan persetujuan resmi dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, bahkan Piala Utama yang diperebutkan adalah Piala Bupati Tapanuli Utara.
Selain dukungan pemkab, izin penggunaan lahan juga telah diperoleh secara sah dari pemilik lahan, Tigor Lumbantoruan, serta mendapatkan rekomendasi dan persetujuan tertulis dari Kepala Desa Bahal Batu I. Artinya, dari sisi hukum dan administrasi, kegiatan ini sangat memenuhi syarat mutlak.
“Bupati sudah sepakat kegiatan ini ada di SL 2000. Kami sudah lengkap berkas, izin tanah, izin desa, dan dukungan pemkab. Kami ingin ini berjalan sesuai aturan resmi dan dengan dukungan rekomendasi yang sah, agar tidak ada peraturan yang dilanggar dan masyarakat tidak terpecah dalam merayakan pesta kemerdekaan ini,” tambahnya.
Pihak IMI Wilayah Sumatera Utara pun telah memberikan kepastian hukum. Dalam keterangannya, IMI menegaskan bahwa legal standing atau kepanitiaan yang sah dan diakui secara resmi hanya ada di lokasi Bahal Batu (Sirkuit SL 2000). Hal ini menegaskan bahwa perhelatan di lokasi lain tidak memiliki dasar hukum dari otoritas olahraga bermotor tersebut.
Sementara itu, Ketua DPC Ikatan Anak Siborongborong (IAS), Temong Sihombing, didampingi para pengurus lainnya, menegaskan, selama puluhan tahun pelaksanaan GTU selalu dipercayakan dan diamanahkan kepada IAS.
“Selama puluhan tahun GTU menjadi bagian dari sejarah olahraga otomotif di Tapanuli Utara. Kami berharap tradisi yang telah dibangun dengan baik ini tetap dijaga demi menjaga persatuan, sportivitas, dan pembinaan pembalap daerah agar tidak terpecah belah,” pungkas Temong Sihombing.
Warga Berharap Ekonomi Tetap Berputar
Terpisah, salah seorang warga masyarakat yang bergerak di bidang usaha, mengaku masyarakat luas pada dasarnya sangat mendukung adanya kegiatan hiburan positif seperti ini. Selain sebagai sarana rekreasi, ajang ini juga menjadi tumpuan harapan pelaku usaha kecil dan pedagang kaki lima untuk memutar roda ekonomi di tengah masyarakat.
Warga berharap perbedaan dan dualisme penyelenggaraan ini tidak berkepanjangan hingga memicu konflik terbuka. Mereka menginginkan suasana yang damai, informasi yang jelas dan tidak menimbulkan keragu-raguan, serta kemeriahan HUT RI ke-81 tetap berjalan lancar seperti tahun-tahun sebelumnya tanpa ada gesekan yang merugikan kebersamaan warga Siborong-borong.
Dijadwalkan, Gebyar Tapanuli Utara XXIV akan berlangsung meriah pada Minggu hingga Senin, 16 – 17 Agustus 2026. Informasi pendaftaran dan kategori kelas lomba dapat menghubungi narahubung panitia: Jaya Simamora (0813-7714-1469).
Panitia berharap dukungan semua pihak tetap terpusat pada kegiatan yang sah agar pelaksanaan berjalan sukses, sejarah indah Gebyar Tapanuli Utara tidak hilang, dan terus menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Tapanuli Utara. (Henry)



