Neracanews | Mandailing Natal – Kunjungan Kerja (Kunker) Kapolres Mandailing Natal (Madina), AKBP Bagus Priandy, S.I.K., M.Si beserta rombongan PJU mengunjungi Mapolsek Natal pada Rabu, (11/2/2026) sekira pukul 15.47 Wib. Rombongan Kapolres Madina tiba setelah terlebih dahulu mengunjungi Polsek Batahan dan Mako Satpol Airud di Desa Setia Karya, Natal.
Pada kesempatan itu, Kapolsek Natal, AKP Maraden Pakpahan, S.H., melaporkan bahwa situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Natal dalam keadaan kondusif. Ia menyebut dalam laporannya Polsek Natal saat ini mempunyai 12 orang personil dengan tingkat kriminal sedang dengan didominasi pada kasus pencurian.
Di tempat yang sama, mewakili Camat Natal, Sekcam Natal, Nori Susanda, S.Hut.,M.H. “Selamat datang pak Kapolres di Kecamatan Natal, mohon maaf Camat Natal, bapak Mulia Gading, S.E tidak dapat hadir bersama kita dikarenakan sedang cuti ibadah Umroh, namun beliau titip salam buat bapak Kapolres,” ucap Nori.
Lebih lanjut kata Nori, ia berharap kunjungan Kapolres Mandailing Natal bisa membangun dan mempererat sinergitas dan soliditas.
Semoga kunjungan bapak Kapolres Mandailing Natal, AKBP Bagus Priandy, S.I.K., M.Si., mempererat sinergitas. Semoga bisa menjadi pengayom di Kabupaten Mandailing Natal, tutup Sekcam Natal yang juga Plh Camat Natal.
Selain dari pihak Pemerintah Kecamatan Natal, para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan pemuda yang hadir turut memberi sambutan hangat. Selain itu, para tokoh masyarakat (tomas) tersebut silih berganti menyampaikan beberapa poin yang dianggap penting.
Sebut saja Ketua Lembaga Adat dan Budaya Ranah Natal (LABRN) Ali Anapiah, S.H. Dihadapan Kapolres Mandailing Natal, ia menyampaikan perihal aktifitas Bom Ikan yang sering terjadi di laut Natal. Aktifitas ini diduga dilakukan nelayan-nelayan nakal dari luar wilayah Kabupaten Mandailing Natal.
Hal senada juga disampaikan tokoh muda, Husni Iskandar. Menurutnya aktifitas bom ikan akan merusak terumbu karang yang berdampak pada keberlangsungan habitat dan ekosistem laut natal. Tangkapan nelayan lokal sudah pasti berkurang.
Menyahuti hal tersebut, Kapolres Mandailing Natal (Madina) AKBP Bagus Priandy, S.I.K., M.Si menyampaikan, bila memang ada informasi aktifitas pengeboman ikan tersebut, ia berharap segera melaporkan melalui Sat Pol Airud Polres Madina.
Bila memang ada aktifitas mencurigakan (pengeboman ikan) itu, agar melaporkan kepada Kasatpol Airud Polres Madina. Nanti pihak Satpol Airud akan berkolaborasi bersama Pos TNI AL Natal dan Koramil 17 akan bertindak, ucap Bagus.
Saya juga menerima beberapa pertanyaan melalui WA mengenai penangkapan terduga pengedar narkoba baru-baru ini, kata mantan Penyidik KPK ini.
Prosesnya terus pengembangan dan sedang ditangani Satres Narkoba, dalam waktu dekat akan kami adakan Pers rilisnya. InshaAllah Kasat Narkoba terus bergerak senyap dan pasti, mohon dukungan semua pihak, ujar Kapolres Mandailing Natal.
Perihal Narkoba ini merupakan salah satu concern kami. Penanganan perkara narkoba harus dilakukan secara komprehensif. Rata-rata pengguna narkoba sudah tidak takut dan terbiasa dengan penjara. Perlu perhatian bersama, saya kira butuh dukungan dari tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat, semisal dengan memberi sanksi sosial maupun sanksi adat, terang AKBP Bagus Priandy, S.IK., M.Si.
Selain itu, ia juga menerangkan permasalahan Pertambangan Emas Tanpa Izin alias PETI juga salah satu concernnya. Hanya saja, ia masih butuh waktu karena masih baru bertugas sebagai Kapolres.
Dari pantauan di lokasi, kegiatan kunjungan kerja dan silaturrahmi Kapolres Mandailing Natal (Madina) berlangsung lancar dengan dihadiri berbagai kalangan baik dari jajaran Pemerintahan Kecamatan Natal, TNI, Kepala Desa, MUI, KUA dan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat serta beberapa utusan perusahaan perkebunan di wilayah Natal. (Tim)



