Senin, Maret 9, 2026
spot_img

Jalan Lapen di Desa Pantis Taput Cepat Rusak, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

Taput | (Neracanews) – Jalan Lapis Penetrasi (Lapen) di Desa Pantis Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), yang baru selesai dibangun pada Desember 2025 dengan anggaran hampir seratus juta rupiah, kini sudah menunjukkan kondisi rusak di berbagai titik.

Jalan yang dibiayai dari P-APBD 2025 terpantau di papan proyek yang ditempelkan di dinding rumah warga di sekitar lokasi, dengan pagu senilai Rp94.905.000 ini memiliki ukuran total badan jalan 94 meter x 3 meter ditambah bagian Lapen seluas 54 meter x 3 meter. Pekerjaan yang ditangani oleh CV TIO berlangsung dari 05 Desember hingga 29 Desember 2025 di bawah pengawasan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Taput.

Pantauan langsung di lapangan menunjukkan material batu yang digunakan kebanyakan berukuran 1×2 dan 2×3 dengan ketebalan tidak mencapai 5 sentimeter. Akibatnya, beberapa bagian badan jalan sudah terkelupas, bahkan batu onderlag muncul ke permukaan meskipun telah dilapisi aspal, campuran material dalam pembangunan jalan Lapen Agregat campuran batu, pasir, dan kerikil, sedangkan Aspal bahan pengikat yang digunakan untuk merekatkan agregat. Campuran keduanya disebut “Lapis Penetrasi” atau Lapen terlihat berserakan.

Seorang warga setempat menjelaskan, kerusakan jalan tidak hanya disebabkan oleh kualitas pekerjaan, tetapi juga karena tidak adanya drainase di sisi jalan. Saat hujan, air mengalir langsung ke badan jalan dan mempercepat proses penggerusan material.

“Mulai rusak, kalau pas hujan karena enggak ada siring, airnya sampai mengalir ke jalan ini,” ujar warga tersebut pada Rabu (21/1/2026). Warga berharap pemerintah desa segera membangun parit untuk mengatasi masalah aliran air.

Sumber lain menyebutkan, pekerjaan jalan tersebut dilakukan oleh orang luar desa, dengan proyek yang diduga diborongkan kepada pihak ketiga tanpa menyerap tenaga kerja lokal. “Yang kerja bukan orang sini, sepertinya proyek jalan itu diborongkan dengan orang luar. Mungkin itu yang menyebabkan jalan cepat rusak, karena pengerjaannya asal jadi,” kata sumber tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Taput, Dalan Simanjuntak, menyatakan kepada media akan segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Sayangnya, hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan kontraktor CV TIO belum dapat dihubungi untuk memberikan klarifikasi terkait kerusakan jalan tersebut. (Henry)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Pemkab Inhu Tetapkan Status Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Karhutla

INHU - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) resmi menetapkan Status Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melalui Rapat Koordinasi (Rakor) yang...

Berkah Dibulan Ramadhan, Cabjari Madina di Natal Berbagi Takjil Gratis kepada Warga Binaan Rutan Kelas IIB Natal

Neracanews | Mandailing ‎Natal - Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Mandailing Natal (Madina) di Natal menggelar kegiatan berbagi takjil gratis kepada warga binaan Rumah Tahanan...

Wartawan Terancam, Ceting Lapor Judi Kepada Kapolres Binjai Bocor

Binjai - Judi Tembak Ikan sering buka di Jalan Ade Irma Suryani Kota Binjai. Hingga dilaporkan Edison Harianja wartawan media online Tuntaspostnews, kepada Kapolres...

Kasus Dugaan Pengambilan 13 Tandan Buah Sawit Milik PTPN IV oleh Seorang Warga Miskin Mengarah ke Perdamaian

Neracanews | Mandailing Natal - Upaya penyelesaian perkara melalui pendekatan hukum yang lebih humanis mulai terlihat dalam kasus yang menjerat Heri Wardana yang merupakan...

Dalam Rangka Hari Jadi Kabupaten Karo ke-80, Bupati Karo Adakan Diskusi Bersama Karo Diaspora

KARO – Pertama kali dalam sejarah Pemkab Karo, Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., mengadakan diskusi dengan Thema “Satu...