Kamis, Februari 26, 2026
spot_img

ETOS Survey: PDIP, PKS, dan Gerindra Masuk 3 Besar Partai yang Lolos Parliamentary Threshold

Neracanews | Jakarta – ETOS Indonesia Institute mengeluarkan hasil survei terkait partai politik yang diprediksi lolos Parliamentary Threshold (PT). Berbeda dari lembaga survei lain yang lebih menyoroti hasil survei presiden, ETOS justru memberikan fokus pada partai politik.

Dalam rilis surveynya pada Jumat pagi, 9 Februari 2024, di Kopi Rangi Jakarta Pusat, Direktur Riset ETOS Indonesia Institute, Pascal Wilhard, memaparkan hasil survei yang melibatkan hampir 2.000 responden. Survei ini dilakukan pada periode 26 Januari 2024 – 3 Februari 2024, dengan margin error 2,37%, dan tingkat kepercayaan 95%.

Hasil survei tersebut menunjukkan presentase partai yang diprediksi lolos PT sebagai berikut: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan 15,3%, disusul Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 14,1%, dan Partai Gerindra dengan 13,6%. Kemudian, Partai NASDEM 11,7%, Partai GOLKAR 10,6%, Partai Demokrat 9,4%, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 8,5%, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 7,2%, Partai Amanat Nasional (PAN) 5,1%, dan Partai PERINDO 4,5%.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah, menyampaikan bahwa faktor Pilpres mendominasi partai-partai pengusung maupun pendukungnya. Caleg-caleg dari parpol pengusung dan pendukung Capres – Cawapres juga fokus pada Pilegnya.

PDIP, PKS, dan Partai Gerindra menempati peringkat tertinggi di 3 besar, sedangkan Partai NASDEM dan Partai GOLKAR masuk dalam 5 besar. Meskipun Partai Golkar diprediksi mengalami penurunan kursi di parlemen pusat, Demokrat dan PKB berada di posisi ke-6 dan ke-7. Faktor Pilpres juga berpengaruh pada suara partai. Partai PPP mengalami kenaikan yang normatif, sedangkan PAN menunjukkan posisi stagnan dan memprihatinkan.

Iskandarsyah menambahkan, “Partai PERINDO diprediksi masuk walau dengan presentase yang tipis dari batas ambang minimal lolos Parliamentary Threshold yaitu 4%.”

Partai-partai baru dianggap memiliki beban yang berat menuju Senayan karena partai besar lebih dominan dalam peran mereka di Pilpres. Iskandar menyimpulkan, “Semoga ini juga menjadi acuan bagi para caleg parpol yang bertarung menuju Senayan di 2024 dan pastinya akan berperan penting dalam mengawasi semua kebijakan pemimpin baru, yaitu Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029.” (021)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Ribuan Warga Demo Pemko Medan Minta Cabut Surat Edaran, Disempurnakan

Medan - Lamsiang Sitompul, SH., Ketua Umum Ormas Horas Bangso Batak (HBB) bergabung dalam Aliansi pedagang dan penjual Hewan, berdemonstrasi di depan kantor Walikota,...

Kasus Dugaan Pengambilan 13 Tandan Buah Sawit yang Menjerat Seorang Warga Miskin Menyita Perhatian Publik

Neracanews | Mandailing Natal - Kasus dugaan pengambilan 13 tandan buah kelapa sawit yang menjerat seorang warga berinisial HW (37) terus menyita perhatian publik. Sejak...

Pelayanan Kesehatan Pasca Bencana Tapteng Berjalan Optimal

Tapanuli Tengah Pandan | (Neracanews)- Pelayanan kesehatan pasca bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terus menunjukkan perkembangan positif. Langkah darurat hingga pemulihan jangka menengah...

Angka Kemiskinan Sumut di Bawah Nasional, Masuk 17 Terendah di Indonesia

MEDAN – Angka kemiskinan Sumatera Utara (Sumut) tercatat berada di bawah rata-rata nasional dan menempati posisi ke-17 terendah di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat...

Pemerintah Percepat Bangun Jembatan di Daerah Terdampak Bencana

MEDAN – Pemerintah terus mempercepat pembangunan jembatan di sejumlah daerah terdampak bencana banjir guna memulihkan konektivitas antarwilayah dan memastikan distribusi logistik bagi masyarakat tetap...