Kasus Pengadaan Alkes RS Unair, Saksi Ungkap Perubahan Pemenang Lelang

Jakarta – Sulistyo Nugroho, mantan anak buah Direktur Marketing PT Anugerah Nusantara, Minarsih, menceritakan proses evaluasi lelang pengadaan alat kesehatan (alkes) dan laboratorium Rumah Sakit (RS) Tropik Infeksi Universitas Airlangga (Unair) tahap I dan II tahun 2010. Sulistyo menyebut sempat ada perubahan pemenang lelang.

“Bahwa memang saat evaluasi lelang itu ada sedikit masalah, sehingga beliau konfirmasi ke saya kaitannya dengan ada perusahaan yang harusnya menang dengan harga yang rendah. Tiba-tiba pihak Bu Min (Minarsih) minta diubah pemenangnya. Jadi Bu Min yang minta,” ujar Sulistyo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (1/4/2021).

Minarsih adalah terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan dan laboratorium RS Tropik Infeksi Unair tahap I dan II tahun 2010. Dia didakwa bersama mantan Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) Kementerian Kesehatan, Bambang Giatno Rahardjo.

Kembali ke kesaksian Sulistyo. Dia mengatakan setelah Minarsih memintanya mengganti pemenang lelang pengadaan alkes RS Unair itu, dia menghubungi Wadianto yang saat itu Pejabat Fungsional pada Poltekkes Jakarta 2. Wadianto juga merupakan panitia pengadaan dalam pengadaan alkes RS Unair.

Menurut Sulistyo, Wadianto mengaku saat itu pemenang lelang justru menawarkan harga lebih tinggi dibanding pemenang sebelumnya. Sulistyo menyebut alasan perusahaan yang menawarkan harga tinggi dipilih karena alat kesehatannya sama dengan keinginan RS Unair.

“Sehingga saya minta Pak Wadianto menjustifikasi satu per satu, sehingga kami temukan ada ventilator yang tidak sesuai, sehingga dimunculkan. Saya enggak tahu bentuknya adendum atau apa, sehingga perusahaan dengan harga penawaran sedikit lebih tinggi itu dimenangkan, karena hampir 100 persen perangkatnya sama yang diinginkan Unair,” papar Sulistyo.

Wadianto, yang juga bersaksi dalam sidang, membenarkan keterangan Sulistyo. Menurut Wadianto, saat itu ada pergantian pemenang lelang karena Unair tiba-tiba mengubah spesifikasi alat.

“Masalah ventilator itu sebenarnya proses pengadaan berjalan tiba-tiba Unair minta diganti alat. Kalau sudah dilelang lalu minta ganti alat berarti harus ada negosiasi dengan pemenang, bisa enggak alatnya diganti. (Bisa diganti) lebih mahal (harganya), kalau enggak salah enggak terlalu besar,” kata Wadianto.

Dalam sidang ini yang duduk sebagai terdakwa adalah Bambang Giatno Rahardjo dan Minarsih. Keduanya didakwa memperkaya diri dan orang lain serta korporasi.

Perbuatan Bambang dan Minarsih disebut jaksa merugikan negara senilai Rp 14 miliar. Jumlah kerugian ini didapat dari laporan tim auditor BPKP terkait alkes dan laboratorium RS Tropik Infeksi Unair tahap I dan II tahun 2010.

Atas dasar itu, Bambang dan Minarsih didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Sumber Detiknews.com

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

MTQ Ke-40 Sumut Resmi Dibuka, Diikuti 1.109 Peserta dari Seluruh Daerah

Deli Serdang – Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. Romo H. R....

Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Tapteng Gelar Aksi Donor Darah

Tapanuli Tengah (Neracanews) - Menyambut Hari Bhayangkara Ke-80, Kepolisian Resor (Polres) Tapanuli Tengah (Tapteng) menggelar aksi bakti kesehatan berupa donor darah. Kegiatan yang mengusung...

MTQ ke-40 Sumut Resmi Dibuka, Bobby Nasution Ajak Implementasikan Nilai Alquran dalam Pembangunan

DELISERDANG – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Tahun 2026 resmi dibuka di Lapangan Astaka, Jalan Willem Iskandar, Kecamatan Percut...

Bobby Nasution Larang ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Gunakan Vape

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution melarang aparatur sipil negara (ASN), non-ASN, hingga pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Sumut menggunakan...

Semarak Hari Lingkungan Hidup: Pemkab Inhu Sukses Luncurkan Aksi Tanam 4.000 Pohon Serentak di Sekolah!

INHU – Atmosfer penuh semangat hijau menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Bertepatan dengan momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemerintah Kabupaten Inhu...