Tim Pemulihan Lingkungan Hidup Kabupaten Madina Sosialisasi di Lingga Bayu

Neracanews | Mandailing Natal – Tim Pemulihan Lingkungan Hidup Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang di Ketuai oleh Sahnan Batubara menggelar sosialisasi di aula kantor Camat Lingga Bayu, Kamis (21/7/2022).

Sosialisasi ini diikuti dari tiga Kecamatan yakni Linggabayu, Ranto Baek dan Batang Natal, juga dihadiri oleh warga para pelaku tambang.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Tim Pemulihan Sahnan Batubara yang juga merupakan Asisten III Pemkab Madina mengatakan, tim pemulihan ini dibentuk berdasarkan amanah rapat Forkopimda yang melihat kondisi dari lingkungan hidup sudah cukup memprihatinkan, sehingga kenyamanan warga terganggu, ketenangan sosial dan ekosistem juga sudah terganggu.

“Forkopimda Madina telah mengambil keputusan penting membentuk tim untuk segera bekerja melakukan langkah penting dalam melakukan pemulihan lingkungan hidup,” katanya.

Sahnan juga menyampaikan sosialisasi ini juga akan dilakukan di Kecamatan lain, mengingat tim pemulihan bukan fokus kepada permasalahan pertambangan saja.

“Ini kan bukan permasalahan tambang saja, ada das, persampahan dan ini merupakan cakupan dari tim kedepan,” ujarnya.

Sahnan berharap dengan sosialisasi ini masyarakat dapat memahami, sehingga secara bertahap pemulihan lingkungan hidup di Madina dapat diwujudkan.

“Semoga dengan sosialisasi ini masyarakat dapat memahami, dengan begitu pemulihan lingkungan di Madina terwujud,” katanya.

Sementara itu, Ahmad Fauzi selaku analisis pengendali dampak lingkungan menyampaikan, persoalan kerusakan lingkungan hidup selalu dapat ditelusuri dari sumbernya dan bila ingin menghentikan dampaknya maka sumbernya juga harus dihentikan.

“Kita sudah uji sampel air sungai Batang Natal dan hasilnya telah terjadi penurunan dari kualitas 1 menjadi kulitas 4 yang cocok hanya untuk persawahan,” terangnya.

Ia juga menguraikan persoalan dampak pertambangan ilegal di sepanjang sungai Batang Natal, yang terlihat adalah tidak adanya IPAL atau instalasi pengelolaan air limbah sehingga air yang dibuang keruh sampai kehilir.

“Madina ini memiliki SDA yang kaya, namun harus kita kelola dengan tidak merusak lingkungan hidup,” jelasnya. (Hem Surbakti)

CEGAH STUNTINGspot_img
NOMOR DARURAT DAMKARspot_img
SIAGA BENCANA BANJIRspot_img
CEK KESEHATAN GRATISspot_img

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026, Pemkab Karo Gelar Upacara di Halaman Kantor Bupati

KARO – Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang digelar...

Pemerintah Kecamatan Natal Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Merdeka Natal

Neracanews | Mandailing Natal - Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Natal dan Dinas Instansi melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 di...

PAD Karo Melonjak Rp 12,2 Miliar di P-APBD 2026

PAD Karo mengalami kenaikan signifikan pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Karo mencatat lonjakan pendapatan daerah yang bersumber...

Bupati Asahan Buka Festival Seni Qasidah 2026, Diikuti 626 Peserta dari 25 Kecamatan

KISARAN – Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., secara resmi membuka Festival Seni Qasidah (FSQ) Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2026 di Aula Melati...

Bupati Asahan Buka Latihan Kader II HMI Tingkat Nasional Tahun 2026

KISARAN – Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menghadiri pembukaan Intermediate Training Latihan Kader II (LK II) Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)...