Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kutambelin Kecamatan Lau Bakeng Kabupaten Karo menjadi topik pembincangan hangat di tengah-tengah warga.
Pasalnya Anggaran sebesar Rp.155.000.000;00 (seratus lima puluh lima juta) pembiayaan BUMDes untuk budi daya ayam petelur hingga hari ini belum terealisai sebagaimana mestinya.
Salah satu warga perwakilan masyarakat desa Kutambelin yang enggan disebutkan namanya ketika ditemui di desa Kutambelin Jum’at (13/03/26) meyampaikan bahwa budi daya ayam petelur program BUMDes belum ada hasilnya.
“Kami heran pak, kenapa sampai sekarang belum ada hasil kegiatan BUMDes padahal anggarannya seratus lima puluh juta lebih,kandangnya terlambat pengerjaannya dan ayamnya juga belum ada sampai sekarang padahal anggarannya ditahun 2025,” tutur warga.
Ketika ditanya di mana lokasi Kandang ayam petelur tersebut kepada warga,warga mengaku segan menunjukkan lokasinya karena berada di kawasan perladangan milik Kades.Warga juga menyampaikan bahwa ada keterlambatan pengerjaan kandang,dan hingga saat ini ayamnya pun tak pernah ada di kandang tersebut.
“Kami segan menunjukkan lokasinya pak, menjaga perasaan kepala desa, parahnya lagi pak hinngga saat ini jangankan satu ekor ayam ceker ayamnya pun gak ada di kandang itu, “tutur warga.
Warga berharap instansi terkait dari pemerintahan kabupaten karo atau pihak penegak hukum memberi teguran kepada kepala desa agar BUMDes di desa mereka dapat berguna bagi masyarakat desa.
“Harapan kami agar instansi terkait dapat memberikan nasehat dan teguran kepada kepala desa agar dapat menyelesaikan BUMDes biar manfaatnya dapat kami rasakan, “tutur warga.
Sementara itu Pendra Sembiring kepala desa Kutambelin dicoba dihubungi via aplikasi Whatsapp tidak dapat terhubung bahkan membelokir nomor Tim media yang mencoba melakukan komunikasi.
Warga mengatakan kalau Pendra memang lebih memilih menghidar dari Wartawan.
“Beliau memang seperti itu pak,suka menghindar dari wartawan,” sampai warga.
Hingga diterbitkan berita ini wartawan masih mencoba mendapatkan konfirmasi kepada pihak terkait.
(Rossi)



