Gegara Tanggapi Komen di Facebook, Warga Barus Alami Penganiayaan Puluhan Orang

Amri Lubis (52) warga Pasar Tarandam, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumatera Utara (Sumut) terima perlakuan tidak wajar (Penganiayaan) terhadap dirinya pada Jumat, (02/01/26), sekitar Jam 10:00 Wib.

Penganiayaan yang dialami Amri berprofesi sebagai Nelayan itu terjadi di kediaman tokoh pemuda Milenial terletak di lingkungan III Barus.

Dari peristiwa itu Amri menjelaskan sebab musabab dari kejadian bisa terjadi cuma hal sepele.

“Saya tidak menduga kejadian ini menimpa saya. Awalnya saya cuman nongkrong di rumah kawan, tiba-tiba datang puluhan orang mencekik leher saya,” Ucapnya sembari meneteskan air mata.

Amri juga menambahkan, saya tidak terima perlakuannya pada saya, walau saya orang miskin dia orang kaya, jangan semena-mena, ini Negara Republik Indonesia, Negara Hukum.

Masih Amri, saya di intimidasi dan di cekik seorang anak Ketua DPRD berinisial ARAS dengan alasan saya membenarkan kinerja Camat Barus yang sudah menuntaskan 90% pengerjaan pembukaan jalan pasca bencana banjir yang menerjang Kecamatan Barus.

“Aku bang berstatus sebagai relawan pasca bencana melanda Kecamatan Barus. Pernyataan saya di komentar FB itu saya nyatakan sebab saya lihat sendiri kinerja pak Camat, trus apa saya salah menyampaikan kebenaran itu,” Ucapnya sembari terisak-isak.

Atas kejadian yang terjadi pada malam Sabtu, Amri juga sudah melaporkan kejadian tersebut kepada APH, serta meminta agar pihak penegak hukum tegas atas Penganiayaan yang saya alami.

“Saya berharap kasus ini secepatnya ditindaklanjuti oleh APH. Kejadian ini sudah sangat mencedrai Hak Asasi saya, sepengetahuan saya, Dimata hukum hak seluruh warga Negara Indonesia sama, tanpa ada perbedaan antara kaya dan miskin” Ujarnya.

Diakhir wawancara singkat oleh Neracanews kepada korban, atas kejadian itu sekarang saya sudah tidak bisa bekerja. Kebetulan rombongan puluhan pemuda itu semua saya kenal, adek-adean saya nya semua, tetapi sanggup mereka melakukan hal seperti itu kepada saya.

“Kalau menyatakan kebenaran matipun saya mau, saya tidak takut, demi kebenaran saya kan tidak salah. Harapan saya kejadian jangan sempai terulang kepada orang lain, saya minta kepada Bupati dan pihak penegak hukum agar bantu saya menuntaskan kebenaran ini,” Tutupnya.

(Rimember)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Genjot Ekonomi Desa, Pemprov Sumut Dorong BUMDes Naik Kelas Lewat Pelatihan dan Klinik Usaha

MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus berupaya mendorong peningkatan perekonomian desa melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hingga saat ini,...

Stok Pupuk Bersubsidi Terbatas, Pemkab Taput Perketat Pengawasan Distribusi

Taput (Neracanews) - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) menunjukkan komitmennya dalam mengawal distribusi sarana produksi pertanian. Tim gabungan Pemkab Taput melakukan monitoring Harga...

Erni Hutauruk Dilaporkan, Erikson Sianipar: Apa yang Diucapkan Harus Bertanggung Jawab

Taput (Neracanews) Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Tapanuli Utara, Erikson Sianipar, resmi melaporkan Erni Mesalina Hutauruk ke Polres Tapanuli Utara. Laporan ini dilatarbelakangi dugaan...

Hotbin Simaremare : “Borok Erikson bukan urusan partai politik”

Hotbin Simaremare, Kuasa hukum Ketua Koperasi Produsen Multi Pihak Erni Hutauruk menegaskan, bahwa persoalan hukum yang menyeret Ketua Koperasi HKTI Erikson Sianipar bukan menyoal...

Perkara Harta Gono-gini Winarti Binti Sugiono dengan Aswari Saragih Bin Anwar Saragih Berujung Sita Eksekusi Tanah dan Bangunan oleh Pengadilan Agama Panyabungan

Neracanews | Mandailing Natal – Perkara Winarti binti Sugiono bertempat tinggal dikampung Karang Rejo Desa Pinang Kencana Kecamatan Tanjung Pinang Timur Kabupaten Kota Tanjung...