Tapanuli Tengah (Sibabangun) – Setelah Berjuang melakukan pencarian terhadap 7 korban sejak pasca bencana yang terjadi 25 November 2025 lalu, keluarga 7 korban Desa Sibio-bio laksanakan Doa Syafaat Duka dan Tabur Bunga bagi korban yang belum di temukan Kamis, (18/12/25).
Doa Syafaat dan tabur bunga yang dilaksanakan di Dusun IV, Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) adalah bentuk Iklasnya keluarga terhadap korban yang belum diketemukan sejak pasca bencana terjadi.
Panjatan Selamat Jalan Damai Bersama Bapa di Surga terlantun nyaring bagi Ayah dan Mama dan Adek Rahmat Jaya Mendrofa dan beberapa korban lainnya bergemah di kegiatan kepergian para korban yang belum di ketemukan.
Upaya pencarian sudah di maksimalkan oleh keluarga korban bersama masyarakat sekitar. Menurut informasi yang didapatkan dari narasumber, Lokasi Desa Sibio-bio masuk daftar Desa terisolir atas bencana yang menimpa Tapanuli Tengah.
Menuju Desa Sibio-bio pasca bencana terjadi bukan masalah mudah. Lokasi perbukitan perbatasan Tapteng dan Tapsel adalah menjadi kendala bagi tim evakuasi tidak dapat menjangkau desa ini.
Sesuai dari data pasca bencana, Kecamatan Sibabangun meliputi teras kepemerintahan 1 Kelurahan 6 Desa. Adapun nama – nama tersebut yakni, Kelurahan Sibabangun, dan meliputi Desa Anggoli, Desa Hutagurgur, Desa Mombang Boru, Desa Muara Sibutuon, Desa Sibio-bio, Desa Simanosor.
Dampak pasca bencana yang terjadi di Desa Sibio-bio SDN 157010 mengalami kerusakan ringan, sedangkan kerusakan lain yakni Pustu (Puskesmas Pembantu) dan Kantor Kepala Desa Sibio-bio mengalami kerusakan berat.
Sedangkan pasokan listrik di kecamatan Sibabangun masih mengalami kendala pemadaman di beberapa titik yakni, Muara Sibutuon dan Desa Sibio-bio yang belum teraliri listrik, sedangkan 4 Desa 1 Kelurahan sudah di aliri listrik.
Dampak kebutuhan masyarakat yang kini masih mengalami pemutusan di pasca bencana berupa Putusnya pasokon air bersih.
Untuk jumlah masyarakat terdampak atau mengungsi akibat bencana di Kecamatan Sibabangun sebanyak 2943 jiwa dan jumlah korban meninggal sebanyak, 5 orang, satu orang sempat mendapat perawatan medis selama 10 hari dan meninggal dunia, Luka ringan 19 orang dan Korban hilang sebanyak 7 orang.
Keganasan bencana yang menerpa Tapteng mengakibatkan, 44 unit rumah rusak ringan, 5 unit rumah rusak sedang, 195 rusak berat. Rumah ibadah yang ikut terdampak dari bencana yang terjadi rusak ringan 1 unit, rusak sedang 0, rusak berat 7 unit meliputi 2 Mesjid dan 6 Gereja.
Terisolir beberapa Desa di akibatkan 3 jembatan yang terletak di Desa Hutagurgur, Anggoli, Kelurahan Sibabangun rusak berat dan hilang terbawa banjir sebanyak 11 unit.
Menyikapi bencana yang terjadi Camat Sibabangun, Romulus Simanullang berkerja sama dengan Pemkab Tapteng sudah menyalurkan bahan pangan bagi masyarakat terdampak.
Untuk meretas kondisi kelaparan atas dampak bencana yang terjadi, Camat Sibabangun sudah mendirikan 2 dapur umum bagi warga sekitar.
Diakhir wawancara singkat, Camat Sibabangun juga mengucapkan turut berbelasungkawa kepada keluarga korban di Desa Sibio-bio, semoga korban ditempatkan disisi Yang Maha Kuasa.
“Saya Camat Sibabangun menghimbau kepada segenap masyarakat Kecamatan agar tetap waspada mengingat curah hujan di Tapteng masih tinggi. Mari kita hindari lokasi yang berbahaya, utamakan keselamatan Tuhan menyertai kita semua,” Tutupnya
(Rimember)



