Jumat, Februari 27, 2026
spot_img

Dari PSBD Menuju Taman Kebhinekaan: Asahan Tunjukkan Kekuatan dalam Keberagaman

Kisaran – Pekan Seni Budaya Daerah (PSBD) ke-6 Kabupaten Asahan tidak sekadar menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi momentum penting dalam memperkokoh jati diri dan kebanggaan budaya daerah. Pemerintah Kabupaten Asahan mengusung gagasan baru dengan mengembangkan kawasan PSBD menjadi Taman Kebhinekaan, sebuah ruang budaya terbuka yang akan menampilkan rumah adat dari berbagai etnis di Asahan sebagai simbol persaudaraan dan persatuan,4 Oktober 2025.

Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa PSBD merupakan bagian dari strategi membangun karakter masyarakat berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal.

“Kami ingin menjadikan lokasi PSBD ini sebagai Taman Kebhinekaan, tempat di mana berbagai etnis menampilkan rumah adatnya sebagai simbol kerukunan. Dengan cara ini, generasi muda akan tumbuh mencintai warisan daerahnya,” ujar Bupati.

Ia menambahkan bahwa PSBD akan menjadi kegiatan dua tahunan yang terus dikembangkan agar semakin berdaya guna bagi masyarakat dan dunia kebudayaan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, B.Sc., yang juga merupakan salah satu penggagas PSBD pertama pada tahun 2006, mengingatkan bahwa semangat PSBD lahir dari kebersamaan lintas etnis yang telah menjadi ciri khas masyarakat Asahan.

“Pagelaran seni budaya ini bukan hanya hiburan, tetapi juga wujud komitmen menjaga serta mewariskan nilai-nilai kebangsaan. Asahan menjadi contoh daerah yang mampu menjaga harmoni di tengah keberagaman,” tuturnya.

Dukungan juga datang dari pemerintah pusat. Dr. Ir. Ferry Arlian, M.Sc., Direktur Sarana dan Prasarana Ditjen Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, mengapresiasi langkah inovatif Pemkab Asahan dalam mengembangkan konsep Taman Kebhinekaan.

“Gagasan ini sangat inspiratif. Asahan memiliki kekayaan etnis luar biasa dan layak menjadi contoh nasional dalam membangun harmoni melalui budaya,” ungkapnya.

Pembukaan PSBD ke-6 dihadiri oleh jajaran Forkopimda Asahan, anggota DPRD Kabupaten Asahan, para Kepala OPD, Camat se-Kabupaten Asahan, serta tokoh masyarakat dan adat. Kehadiran lintas unsur tersebut mencerminkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan nilai-nilai budaya.

Dengan dukungan dari pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, PSBD Asahan ke-6 tidak hanya menjadi panggung ekspresi seni, tetapi juga gerakan kebudayaan yang meneguhkan identitas lokal. Melalui Taman Kebhinekaan, Asahan menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan pemersatu dalam semangat Rambate Rata Raya — semboyan yang terus menjadi pedoman dalam membangun daerah yang harmonis. (As)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Ribuan Warga Demo Pemko Medan Minta Cabut Surat Edaran, Disempurnakan

Medan - Lamsiang Sitompul, SH., Ketua Umum Ormas Horas Bangso Batak (HBB) bergabung dalam Aliansi pedagang dan penjual Hewan, berdemonstrasi di depan kantor Walikota,...

Kasus Dugaan Pengambilan 13 Tandan Buah Sawit yang Menjerat Seorang Warga Miskin Menyita Perhatian Publik

Neracanews | Mandailing Natal - Kasus dugaan pengambilan 13 tandan buah kelapa sawit yang menjerat seorang warga berinisial HW (37) terus menyita perhatian publik. Sejak...

Pelayanan Kesehatan Pasca Bencana Tapteng Berjalan Optimal

Tapanuli Tengah Pandan | (Neracanews)- Pelayanan kesehatan pasca bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terus menunjukkan perkembangan positif. Langkah darurat hingga pemulihan jangka menengah...

Angka Kemiskinan Sumut di Bawah Nasional, Masuk 17 Terendah di Indonesia

MEDAN – Angka kemiskinan Sumatera Utara (Sumut) tercatat berada di bawah rata-rata nasional dan menempati posisi ke-17 terendah di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat...

Pemerintah Percepat Bangun Jembatan di Daerah Terdampak Bencana

MEDAN – Pemerintah terus mempercepat pembangunan jembatan di sejumlah daerah terdampak bencana banjir guna memulihkan konektivitas antarwilayah dan memastikan distribusi logistik bagi masyarakat tetap...