Sabtu, Februari 14, 2026
spot_img

Terkesan Janggal, Sebanyak 241 Desa Di Taput Anggarkan Belanja Alat Komunikasi Walkie Talkie TA 2025

Taput (Neracanews) – Handy Talkie (HT) tradisional memang mulai ditinggalkan di tengah kemajuan teknologi yang pesat. Dengan perkembangan teknologi komunikasi modern, Dengan adanya kegunaan HP di jaman sekarang sangat luas dan telah merevolusi cara kita berkomunikasi, mengakses informasi, dan bekerja.

Sebanyak 241 Desa se-Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, menganggarkan belanja alat komunikasi handy talky (HT) dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2025.

Informasi dikumpulkan, anggaran belanja HT dipastikan akan segera direalisasikan, mengingat saat ini seluruh desa se-Taput telah rampung memposting APBDes masing-masing pada Aplikasi Siskeudes (sistem keuangan desa) yang dikelola Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Taput.

Itu artinya, seluruh desa dalam waktu dekat akan segera mencairkan dana desa (DD), untuk selanjutnya merealisasikan pos-pos anggaran yang tertuang pada RKPDes APBDes, seperti bantuan langsung tunai (BLT), Program Ketahanan Pangan, pembangunan fisik DD, termasuk belanja pengadaan HT.

Plt Kadis PMD Taput, Satya Darma Nababan, ketika dikonfirmasi Rabu (18/06/2025) petang, melalui pesan WhatsApp mengatakan belanja HT setiap desa dimaksudkan agar komunikasi ke desa lebih cepat.

“HT Pada prinsipnya kegunaannya tentu untuk komunikasi. Pemahaman kami, pengadaan HT agar komunikasi lebih cepat ke desa,” jawabnya.

Selanjutnya kata Satya Darma, pengadaan HT juga terkait penyampaian program, pengendalian dan pembinaan kepada desa, dan hal-hal yg mendesak untuk ditindaklanjuti dengan segera, sambil administrasi surat-menyuratnya menyusul.

“Penggunaan HT ini juga dapat mengurangi pemakaian pulsa handphone, dan tentunya dapat berkomunikasi dengan desa yang masih belum terjangkau signal HP,” tulisnya lagi.

Teknologi Smartphone sudah Mumpuni, Apa Urgensinya Belanja HT Desa se-Taput?

Sebelumnya berdasarkan informasi yang dikumpulkan di lapangan, ketika dimintai tanggapan soal pengadaan HT dibiayai APBDes, sejumlah Kepala Desa di beberapa Kecamatan mengaku ada yang aneh dengan pengadaan (belanja) HT dimaksud.

Para Kepala Desa yang minta identitas mereka dirahasiakan merasa pengadaan HT untuk seluruh desa terkesan janggal, apalagi menurut pendapat mereka, teknologi Smartphone saat ini sudah cukup mumpuni sebagai alat komunikasi. “Jadi untuk apalagi belanja HT untuk alat komunikasi, kan sudah ada handphone?,” sebut mereka.

Masih berdasarkan keterangan sejumlah Kepala Desa, biaya pengadaan HT untuk setiap desa dianggarkan di kisaran Rp 7 juta/unit. Ditanya soal bagaimana sistem pengadaan HT, apakah para Kepala Desa akan membeli langsung atau ada pihak yang ditunjuk sebagai penyedia, para Kepala Desa mengaku sampai saat ini masih bingung.

Atas rencana pengadaan HT untuk seluruh desa se-Taput yang menurut sejumlah Kepala Desa terkesan janggal dan apa urgensinya di tengah kemajuan teknologi Smartphone saat ini, Plt Kadis PMD Taput menanggapi dengan singkat menjawab konfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp.

“Tentu ada urgensinya maka desa mengadakan HT. Demikian amang, Mohon maaf mengingat saya baru kurang lebih 1 bulan di Dinas PMD, Untuk lebih jelasnya barangkali dapat konfirmasi dengan Kepala Bidang terkait,” tulis Satya Darma. (HH)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Dugaan Pemerasan ; Debt Collector Rampas Mobil, Mega Finance Minta Uang Tarik Rp 15 Juta

Langkat - Dugaan pemerasan di lakukan Leasing Mega Finance kepada Debiturnya, dengan modus meminta uang tarik Rp 15 Juta. "Saya sudah meminta kepada kepala kantornya...

Tambang Pasir Ilegal di DAS Sigeaon Taput Masih Beroperasi, Wartawan Layangkan Dumas ke Polres

Taput (NeracaNews) – Tim investigasi kumpulan wartawan yang peduli lingkungan melayangkan Surat Pengaduan Masyarakat (Dumas) kepada Kapolres Tapanuli Utara (Taput), AKBP Ernis Sitinjak, pada...

Gedung Olah Raga Pandan Kembali Dihuni Para Pengungsi Korban Banjir

Tapanuli Tengah Pandan (Neracanews) - Puluhan warga yang rumahnya terendam bajir kembali dievakuasi dan ditempatkan di Gedung Olah Raga (GOR) Pandan sebagai lokasi pengungsian sementara. Evakuasi...

Serap Aspirasi di Taput, Paltak Siburian: Reses Bukan Sekadar Formalitas, Siap Perjuangkan Sesuai Kewenangan

Taput (Neracanews) – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Dapil Sumut IX (Kabupaten Taput, Toba, Humbang Hasundutan, Samosir, Tapteng, dan Sibolga), Paltak Siburian, SH.MH,...

Kunker di Polsek Natal, Kapolres Madina Sampaikan Layanan Call Center 110

Neracanews | Mandailing Natal - Kapolres Mandailing Natal (Madina), Bagus Priandy, S.IK.,M.Si menyampaikan perihal layanan Call Center Polri 110 pada saat kunjungan kerja bersama...