Kamis, Agustus 28, 2025
spot_img

Sempat Diburu KPK, Honorer Lulus PPPK Pemko Medan Kawal Calon Gubernur Sumut

Neracanews | Medan – Honorer Pemko Medan Andika Suhartono yang sempat menjadi buronan KPK dalam kasus OTT Walikota Medan Dzulmi Eldin saat itu. Kini diduga menjadi pengawal calon Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.

Diketahui, Andika kini telah lulus PPPK tenaga teknis tahun 2024. Ia sempat menjadi buronan KPK beberapa hari, setelah lari meninggalkan uang sebesar Rp. 150 juta yang diduga diterimanya dari Isa Ansari, Kadis PUPR Medan saat itu.

“Kalau mau tahu kebenaran cerita si Andika Suhartono sempat menjadi buronan KPK, silahkan tanya langsung ke Eldin, dan Isa Ansari, yang kena OTT KPK.

Eldin dan Isa saat ini sudah bebas dari hukumannya,” ungkap Wakil Sekretaris Relawan Blok Sumut (RBS) Rahmat Ritonga di Medan, Sabtu 2 November 2024.

Menurut Rahmat, keberadaan honorer Pemko Medan Andika Suhartono yang lulus PPPK tenaga teknis 2024, semakin memperkuat pelanggaran yang telah dilakukan calon Gubernur Sumut Bobby Nasution saat berkampanye.

“Bobby Nasution terbukti menggunakan fasilitas negara, apa itu? ya itu si Andika Suhartono. Dia itukan pegawai honorer Pemko Medan, dan terdaftar lulus PPPK tenaga teknis 2024.

Ini kasus harusnya dipahami oleh Bawaslu dan Tim Gakkumdu untuk segera memeriksa Andika Suhartono,” tegas Rahmat.

Rahmat juga membeberkan karir pegawai honorer Andika Suhartono di Pemko Medan. Andika kian melejit karirnya setelah Bobby Nasution menjadi Walikota Medan pada 2021 lalu.

Andika, diketahui menjadi honorer Pemko Medan pada awalnya di Satpol PP saat Walikota Abdillah. Kemudian Andika dipindahkan tugas ke bagian umum saat Walikota Rahudman Harahap. Lalu Andika ditugaskan di sub bagian protokol saat Walikota Dzulni Eldin.

“Sejak Bobby Nasution menjadi Walikota Medan pada awal tahun 2021, Andika Suhartono dipindahkan lagi ke bagian protokol komunikasi pimpinan (Prokopim) Pemko Medan sampai dengan saat ini,” kata Rahmat.

“Andika Suhartono saat kasus OTT Walikota Medan Dzulmi Eldin dan Kadis PUPR Isa Ansari saat itu sempat menjadi buronan KPK selama tiga hari lamanya.

Dalam kasus OTT KPK itu Andika Suhartono hanya berstatus saksi, dan kembali bekerja menjadi pengawal Bobby Nasution sampai saat ini,” sambungnya.

Rahmat pun berharap Bawaslu dan Tim Gakkumdu bisa bekerja secara netral dan profesional dalam menindak pelanggaran yang terjadi dalam masa kampanye hingga pelaksanaan Pilgub Sumut 27 November 2024 berakhir.

“Kami RBS akan terus memonitor kerja-kerja penyelenggara Pilgubsu, baik KPU, Bawaslu, Tim Gakkumdu, dan instansi pemerintah terkait lainnya.

Bobby Nasution kami nilai telah menggunakan fasilitas negara, yaitu pegawai honorer yang lulus PPPK tenaga teknis 2024 jadi pengawal Bobby. Tolong dipanggil dan periksa itu si Andika Suhartono, jangan dia merasa besar kepala karena dekat dengan si Bobby Nasution,” tegas Rahmat.(021/red)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Listrik Mati Modus Pemeliharaan Jaringan, Ternyata Bongkar Tiang Listrik

Deli Serdang - Masyarakat Desa Kampung Lalang, Desa Paya Geli mengeluhkan adanya informasi dari Kantor Unit Layanan Pengadaan PLN Binjai Timur yang dinilai hanya...

Pasca Larang Peliputan RALB KSU Peduli Usaha Bersama, Oknum Aparatur Desa Dilaporkan ke Polres Madina

Neracanews | Mandailing Natal - Pelarangan merekam dan meliput kegiatan Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) Koperasi Serba Usaha (KSU) Peduli Usaha Bersama yang dialami...

Ketua DPW PWDPI Sumut Laporkan Oknum KTH KPLS Ke Poldasu,Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik Ormas

MEDAN - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (DPW PWDPI) Sumatera Utara, Dinatal Lumbantobing,S.H resmi membuat laporan pengaduan ke Kepolisian Daerah...

Bupati Bersama Ketua DPRD Humbahas Ikuti Rakornas PHD di Sultra

Humbahas (Neracanews) - Bupati Humbahas Oloan P Nababan bersama Ketua DPRD Humbahas Parulian Simamora termasuk Sekretaris DPRD Humbahas Nipson Lumban Gaol ikut menghadiri Rakornas...

LBH Medan Mengecam Tindakan Brutal Polda Sumut Saat Penanganan Masa Aksi di Medan

Medan - Aksi massa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara pada Selasa siang berakhir ricuh setelah aparat kepolisian dan Brimob menembakkan water cannon, gas...