Pelayanan Kesehatan Pasca Bencana Tapteng Berjalan Optimal

Tapanuli Tengah Pandan | (Neracanews)- Pelayanan kesehatan pasca bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terus menunjukkan perkembangan positif. Langkah darurat hingga pemulihan jangka menengah sejak kejadian banjir bandang yang terjadi sejak 25 November 2025 telah di jalankan secara terpadu sampai hari ini.

Plt.Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Tapteng, Lisnawati Panjaitan menyampaikan bahwa, sesuai Instruksi Bupati Tapteng Masinton Pasaribu dan Wakil Bupati Mahmud Efendi, pihaknya mempercepat berbagai program pelayanan kesehatan guna memastikan kebutuhan medis warga tetap terpenuhi.

“Sejak hari pertama pascabencana, pelayanan kesehatan 24 jam telah dibuka di seluruh Puskesmas dan Posko Pengungsian. Tenaga kesehatan disiagakan secara bergiliran untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan,” Tutur Lisnawati kepada awak media pada Kamis 26 Februari 2026.

Tambah Lisna menjelaskan, hingga saat ini pelayanan kesehatan berjalan optimal dan aktif setiap hari di seluruh lokasi pengungsian. Selain layanan medis, perhatian juga diberikan pada aspek psikososial, hingga tim kesehatan secara rutin melakukan pemantauan kondisi mental masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Lisna juga menambahkan, selain dari pelayanan kesehatan, edukasi kesehatan dan dukungan psikologis terus dilakukan serta akan diperluas melalui penyusunan jadwal lanjutan agar menjangkau lebih banyak warga terdampak.

“Untuk menjaga kesehatan bayi dan balita, imunisasi telah dilaksanakan di sejumlah titik pengungsian, Vaksin yang sebelumnya disimpan di Balai Besar Karantina Kesehatan Sibolga, kini telah didistribusikan,” Ungkapnya.

Selain pelaksanaan Imunisasi diberbagai pengungsian dan posko bencana dilaksanakan, Lisnawati juga memperluas pelayanan imunisasi melalui Posyandu di setiap wilayah Tapteng.

Upaya pencegahan penyakit menular juga digencarkan, Fogging pencegahan demam berdarah di kawasan pengungsian, seperti GOR Pandan dan permukiman sekitar. Selain itu, Vaksinasi Rabies diberikan sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit dari hewan.

Dalam rangka deteksi dini, Dinkes Tapteng juga mengatakan, Surveilans Kesehatan aktif dilakukan di seluruh Puskesmas. Verifikasi sinyal penyakit yang berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) terus dipantau, termasuk pengiriman spesimen suspek campak untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Program gizi dan kesehatan anak turut diperkuat melalui layanan Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA). Pelatihan tenaga kesehatan bersama relawan dari Wahana Visi Indonesia telah dilaksanakan di UPTD Puskesmas Kolang guna meningkatkan kualitas layanan bagi bayi dan anak di Pengungsian,” ujarnya.

Sementara itu, pelayanan bagi pasien penyakit kronis tetap berjalan melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Pendataan pasien, monitoring pengobatan, serta distribusi obat dilakukan secara rutin dengan prioritas kelompok berisiko tinggi.

Di sektor infrastruktur, rehabilitasi fasilitas kesehatan (faskes) mulai dipersiapkan. Koordinasi dilakukan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara untuk pembangunan kembali Puskesmas di Manduamas, Barus, dan Sorkam sesuai standar Kementerian Kesehatan.

Pengawasan kesehatan lingkungan juga menjadi perhatian. Pemeriksaan kualitas air bersih di Kecamatan Badiri telah dilakukan guna memastikan ketersediaan air yang aman bagi masyarakat. Monitoring ini melibatkan relawan kemanusiaan untuk menjaga sanitasi dan mencegah penyakit berbasis lingkungan.

Lisnawati menegaskan, progres penanganan kesehatan pascabencana menunjukkan hasil positif. Pelayanan kesehatan berjalan, program promotif dan preventif terus diperkuat, serta koordinasi lintas sektor semakin solid.

“Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat layanan di Pos Pengungsian, meningkatkan surveilans penyakit, mempercepat rehabilitasi fasilitas kesehatan, memperluas dukungan psikososial, serta memastikan kualitas lingkungan tetap terjaga,” pungkasnya.

Diakhir penyampaiannya Ia berharap, semoga dari berbagai upaya tersebut mampu mempercepat pemulihan kesehatan masyarakat serta mengembalikan kehidupan warga terdampak ke kondisi yang lebih baik. (Rimember)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Dari Setetes Darah hingga Setitik Harapan, Remaja Gampong Ulee Pulo Belajar Menjaga Masa Depan

ACEH UTARA – Raut wajah tegang sesekali terlihat ketika satu per satu remaja mengulurkan lengannya kepada petugas kesehatan. Jarum suntik yang digunakan untuk mengambil...

Bupati Toba Lantik 39 Pejabat: Junjung Tinggi Integritas Inovasi dan Pelayanan Prima

TOBA (Neracanews) - Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, resmi melantik dan mengambil sumpah/janji 39 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toba, pada Kamis (6/8/2026)...

Kerugian Negara Rp1,8 M Kasus BPR Indra Arta Kembali ke Kas, Wabup: Ayo Menabung Lagi

INHU – Kejaksaan Negeri Indragiri Hulu menyerahkan uang pengembalian kerugian keuangan negara senilai Rp1.861.378.700 dalam perkara tindak pidana korupsi di BPR Indra Arta. Penyerahan...

Bertentangan Hasil Rapat, Polres Toba Tetap Amankan Penembokan Tanah di Laguboti Menuai Sorotan

TOBA (Neracanews) — Langkah pengamanan kegiatan penembokan lahan di Kelurahan Pasar Laguboti oleh Polres Toba pada Rabu (5/8/2026) justru menuai sorotan dan pertanyaan publik....

Contoh Nyata Kemandirian Desa: Bupati Taput Apresiasi Keberhasilan BUMDes Sisordak

Taput (Neracanews) - BUMDes Terpadu Sisordak membuktikan potensinya dengan proyeksi hasil panen perdana tomat yang diprediksi mencapai kurang lebih 40 ton. Keberhasilan ini, di...