Profil Irjen Mukti Juharsa: Jagoan Polri Pemberantas Narkoba yang Naik Pangkat

Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin Upacara Korps Raport pada Minggu (30/3). Salah satu perwira tinggi yang mendapat promosi kenaikan pangkat adalah Mukti Juharsa, yang naik dari brigjen atau jenderal bintang satu menjadi irjen atau jenderal bintang dua. Mukti dikenal sebagai salah satu jagoan Polri dalam pemberantasan narkoba. Berikut profil dan rekam jejaknya.

Karier dan Kenaikan Pangkat
Sebelum mendapat kenaikan pangkat menjadi jenderal bintang dua, Mukti Juharsa bertugas sebagai Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Selama menjabat, ia tak pandang bulu dalam membasmi jaringan narkotika, baik di dalam maupun luar negeri. Dari jaringan lokal hingga internasional, banyak kasus besar yang berhasil ia ungkap, yang menjadi alasan utama Kapolri Jenderal Sigit memberinya promosi kenaikan pangkat.

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho, kenaikan pangkat ini merupakan bentuk apresiasi Kapolri kepada personel yang berdedikasi dan berhasil dalam tugas. Dengan promosi ini, Mukti mendapat tugas baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat 1 Sespim Lemdiklat Polri. Posisi Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kini diisi oleh Brigjen Eko Hadi Santoso.

Rekam Jejak Keberhasilan Mukti Juharsa

1. Mengungkap Jaringan Fredy Pratama
Salah satu kasus terbesar yang ditangani Mukti adalah pengungkapan jaringan narkoba internasional Fredy Pratama. Pada September 2023, Mukti dan timnya berhasil menyita total 10,2 ton sabu dari jaringan Fredy, yang telah beroperasi di Indonesia sejak 2020 hingga 2023. Fredy diketahui sebagai gembong utama yang mengendalikan peredaran narkoba di 14 provinsi dan kini bersembunyi di Thailand.

Hingga Mei 2024, Polri berhasil menyita aset jaringan Fredy senilai Rp 432,2 miliar, yang terdiri dari uang tunai, tanah, bangunan, perhiasan, dan kendaraan mewah. Sebanyak 60 kaki tangan Fredy juga telah ditangkap dan diproses hukum.

2. Membongkar Jaringan Hydra di Bali
Pada Mei 2024, Mukti dan timnya berhasil mengungkap jaringan narkotika internasional di Bali. Kasus ini melibatkan sebuah clandestine lab yang dioperasikan oleh Warga Negara Asing (WNA) di Pulau Dewata. Lab tersebut memproduksi ganja hidroponik di basement sebuah vila di Canggu, Badung, Bali.

Dalam operasi ini, Polri berhasil menangkap seluruh pelaku, termasuk aktor intelektual jaringan Hydra, Roman Nazrenco, yang sempat melarikan diri ke Thailand. Jaringan ini memiliki modus unik dengan menempelkan stiker di berbagai sudut jalan sebagai kode transaksi narkoba.

3. Penangkapan Helen Bersaudara di Jambi
Pada Oktober 2024, Satgas P3GN berhasil menangkap kakak-beradik Helen yang merupakan bandar besar narkotika di Jambi. Helen memiliki tujuh lapak penjualan sabu dengan omset hingga Rp 1 miliar per minggu.

Menurut data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), jaringan Helen Bersaudara memiliki perputaran uang sebesar Rp 1,1 triliun dari 2010 hingga 2024. Polri juga menyita aset senilai Rp 10,8 miliar, termasuk ruko, rumah, kendaraan, speedboat, jam tangan mewah, emas 80 kg, serta rekening berisi Rp 590 juta.

4. Pengungkapan Jaringan Direktur Persiba Balikpapan
Pada Maret 2025, Mukti kembali mengungkap jaringan narkoba di Kalimantan Timur yang dikendalikan oleh Direktur klub sepak bola Persiba Balikpapan, Catur Adi Prianto. Selain menjadi bandar besar, Catur juga mengendalikan peredaran narkoba di Lapas Klas IIA Balikpapan.

Total perputaran uang jaringan ini dalam dua tahun mencapai Rp 241 miliar. Catur menggunakan skema pencucian uang melalui bisnis restoran dan kos-kosan. Selain itu, ia juga menginvestasikan hasil kejahatannya ke tanah, bangunan, dan saham perusahaan. Polri menyita sejumlah aset termasuk mobil mewah seperti Lexus merah, Honda Civic hitam, Mustang GT, dan Alphard.

Kenaikan pangkat Mukti Juharsa menjadi Irjen adalah bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam memberantas narkoba di Indonesia. Dengan sederet keberhasilan dalam mengungkap jaringan narkotika besar, Mukti menjadi salah satu perwira Polri yang memiliki rekam jejak luar biasa dalam perang melawan narkoba. (Ozi)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polres Karo Gelar Turnamen Badminton Antar Personel

Kabanjahe - Semarak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 terus terasa di lingkungan Polres Karo. Setelah menggelar berbagai kegiatan olahraga, kali ini Polres Karo menyelenggarakan turnamen...

Diduga Jadi Sarang Penyalahgunaan Sabu, Barak di Perladangan Tiganderket Dirobohkan Polisi

Karo - Berawal dari laporan masyarakat melalui media sosial, sebuah lokasi yang diduga kerap digunakan sebagai tempat penyalahgunaan narkotika jenis sabu di kawasan perladangan...

Tim LINGKABER Polres Karo Sisir Titik Rawan, Antisipasi Kejahatan dan Balap Liar

Karo – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengantisipasi berbagai bentuk tindak pidana seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, pencurian...

“Sandiwara”, Kadisnaker Sumut dalam Kasus Buruh

Medan - Pengacara kondang Kota Medan Herdin Lase, S.H., bersama rekanya Fatiwanolo Zega, SH., Leo Hidayat Gea, S.H, Nofaomasi Laia, S.H., merupakan perwakilan buruh...

Sensus Ekonomi 2026 Momentum Perbaikan Data Sosial, Zakiyuddin Harahap Ajak Warga Jujur Demi Akurasi Data

Wakil Walikota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, menegaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 harus menjadi momentum krusial untuk membenahi akurasi data kemiskinan di Kota Medan....