Minggu, Februari 1, 2026
spot_img

Perketat Jalur Pengiriman PMI Non Prosedural Dilarang Keras Ujar Kadis Naker

Tanjungbalai – neracanews.com | Pemerintah Kota Tanjungbalai melalui Dinas Tenaga Kerja menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Tanjungbalai Nomor: 490/10285/2025 tertanggal 26 Juni 2025 tentang Pelarangan Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non Prosedural dan Tata Cara Persyaratan Menjadi Calon PMI Secara Prosedural.

Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tanjungbalai, Irfan Zuhri, menyampaikan bahwa edaran tersebut ditujukan kepada seluruh masyarakat Kota Tanjungbalai sebagai bentuk edukasi dan upaya pencegahan terhadap praktik pengiriman PMI secara ilegal yang berisiko tinggi terhadap keselamatan warga.

“Surat edaran ini sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Tanjungbalai dalam memberikan perlindungan terhadap masyarakat yang hendak bekerja ke luar negeri. Banyak kasus kekerasan, penipuan, bahkan perdagangan manusia yang menimpa PMI non prosedural,” ujar Irfan di Tanjungbalai, Kamis.

Dalam edaran tersebut ditegaskan beberapa poin penting. Pertama, masyarakat diminta untuk tidak menjadi Calon PMI Non Prosedural mengingat tingginya risiko kejahatan, seperti korban tindak pidana, penipuan, kekerasan, serta pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang kerap terjadi pada PMI tanpa dokumen resmi.

Kedua, dijelaskan bahwa penempatan PMI hanya diperbolehkan di negara-negara yang memiliki sistem hukum dan peraturan ketenagakerjaan yang jelas serta menjamin perlindungan terhadap tenaga kerja asing.

Ketiga, masyarakat diminta tidak bekerja ke luar negeri secara non prosedural khususnya di negara-negara yang tergolong minim perlindungan hukum seperti di kawasan Timur Tengah dan Asia Tenggara, yakni Laos, Kamboja, Thailand, dan Myanmar.

Pemko Tanjungbalai juga mengimbau agar setiap warga yang berkeinginan menjadi PMI mengikuti prosedur resmi melalui jalur yang telah ditentukan pemerintah, termasuk melalui lembaga pelatihan dan penempatan tenaga kerja yang memiliki izin dan legalitas.

“Kami juga membuka layanan informasi dan pendampingan bagi masyarakat yang ingin mengetahui tata cara yang benar dan aman untuk menjadi PMI prosedural,” kata Irfan menambahkan.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Tanjungbalai berharap dapat menekan angka PMI ilegal sekaligus meningkatkan perlindungan serta kesejahteraan para pekerja migran asal daerah tersebut.

(Ilham)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Menaker: BLK Disiapkan jadi Klinik Produktivitas dan Inkubator Bisnis

Surakarta—Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pemerintah menyiapkan transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) agar pelatihannya makin relevan dengan kebutuhan industri, lebih mudah diakses, dan buka kesempatan...

Nasional Corruption Watch (NCW) Apresiasi Kinerja Polres Metro Bekasi Dalam Pengungkapan Kasus Korupsi dan Narkoba

Bekasi — Nasional Corruption Watch (NCW) menyampaikan apresiasi kepada Polres Metro Bekasi yang dinilai tak bosan-bosan menunjukkan prestasi dan kinerja positif dalam penegakan hukum...

Bupati Karo Apresiasi CSR Indomaret Salurkan Bantuan Nutrisi kepada 250 Keluarga

Kabanjahe – Pemerintah Kabupaten Karo mengapresiasi komitmen PT Indomarco Prismatama (Indomaret) dalam menyalurkan bantuan nutrisi kepada masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Apresiasi...

Menuju Karo Unggul dengan meningkatkan Kebersihan, Bupati Karo Tinjau Gotong Royong Di Kecamatan Tigapanah

Tigapanah - Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., didampingi Sekda Kab.Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP., MM., Para Asisten...

Tokoh Adat Sumut Drs Muhammad Bakhsan Parinduri Sebut Gordang Sambilan Adalah Instrumen Religi yang Sakral Bukan Alat Untuk Demo

Neracanews | Mandailing Natal - Penggunaan alat musik tradisional Gordang Sambilan dalam aksi demonstrasi di Mandailing Natal baru-baru ini menuai kecaman dari kalangan budayawan,...