Minggu, Februari 22, 2026
spot_img

Penambang Pasir Liar di Lokasi Bendungan Hulu Sungai Sigeaon Ancam Jembatan dan Pemukiman Warga

Taput (Neracanews) – Penambangan pasir di hulu sungai, khususnya jika dilakukan secara ilegal atau tidak terkendali, dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat. Dampak-dampak tersebut meliputi kerusakan ekosistem, hilangnya habitat ikan dan biota air, erosi, sedimentasi, dan pencemaran air.

Ancaman Keamanan Warga, penambangan pasir yang tidak terkendali dapat mengancam keselamatan warga yang hidup di bantaran sungai, karena tanah pinggiran sungai dapat terkikis dan runtuh. Bahkan berpotensi merusakan jalan dan infrastuktur di sekitar area penambangan. Penambangan pasir dapat memicu pelebaran sungai, yang dapat berdampak pada keselamatan warga.

Hasil pantauan media ini, aktivitas penambangan pasir ilegal di hulu sungai Sigeaon, tepatnya di bendungan Silangkitang kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara, Penambangan pasir di duga ilegal dapat memicu kerusakan lingkungan sekaligus mengancam keberadaan jembatan di daerah sekitar tersebut, penambangan marak saat musim hujan seiring bertambahnya kandungan pasir yang terbawa air dari kawasan hulu sungai dan tingginya permintaan untuk bahan bangunan.

Aktivitas penambangan pasir menggunakan mesin penghisap, tepat berada di areal bendungan diketahui untuk kebutuhan air minum, di areal bendungan Silangkitang terdapat 3(tiga) mesin penghisap pasir yang beroperasi setiap harinya.

Disekitar lokasi, salah warga yang enggan menyebutkan namanya, mengharapakan perhatian pemerintahan untuk menangani masalah ini, ” pastinya penambangan ini meresahkan, dan hanya menguntungkan pengusahanya saja, dampak negatif terhadap sekitarnya tidak mau tahu,” ucapnya sembari mengungkapkan bahwa pemilik mesin isap adalah warga kelurahan Situmeang Habinsaran dan di duga tidak memiiki ijin. Ia juga meminta kepada pemerintah dan aparat penegak hukum agar mengadakan penindakan terhadap kegiatan penambangan pasir ilegal tersebut.

“Apalagi lokasi penambangan ada jembatan, dan pemukiman warga, bukan hanya itu, air ini juga menjadi salah satu sumber air yang dipergunakan PDAM Taput untuk memenuhi kebutuhan air di 3 kecamatan,harusnya ini harus cepat ditanggapi agar tidak menjadi opini miring di masyarakat” pungkasnya, Sabtu (7/6/2025).

Pemerintah, APH maupun instansi terkait untuk meninjau, serta mengedukasi masyarakat tentang dampak penambangan pasir ilegal, dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, jangan sembarangan membuat usaha tambang ilegal.

Investigasi Media ini di lokasi menemukan adanya 3 unit mesin untuk mengisap pasir dengan jarak yang berdekatan,dimana salah satunya sedang beraktifitas memasukkan material pasir kedalam satu dump truk, mesin Dompeng penghisap pasir ini beroperasi bukan hanya disini saja, di hulu sampai di hilir juga aktivitas penambangan.

Kabid Penataan dan Pertaatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tapanuli Utara Cardo Simanjuntak saat dimintai tanggapannya terkait hal tersebut melalui Aplikasi WA hingga berita ini diturunkan tidak menanggap. (HH)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Wali kota Bersama DPRD Medan Pilih Urus B2 Banding Sampah dan Drainase.

Medan - Sampah dan Drainase kota Medan diduga sengaja di biarkan untuk menjadi alat politik. Sehingga ketika banjir melanda, para pejabat akan berbondong datang...

Dibangun dengan APBN Rp 829 Juta, Revitalisasi SDN 173305 Sipultak Taput Ditemukan Banyak Kelemahan – Kurang Profesional, Tandon Air Berbahaya

TAPUT | (NeracaNews) – Program Revitalisasi Direktorat Jenderal PAUD dan Pendidikan Dasar Menengah (PAUD Dasmen) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menuai sorotan di...

Wabup Asahan Pimpin Apel Hari Kesadaran Nasional, Tekankan Disiplin dan Budaya Kerja

Asahan, 18 Februari 2026 — Wakil Bupati Asahan, Rianto, memimpin pelaksanaan Apel Hari Kesadaran Nasional yang digelar di halaman Kantor Bupati Asahan, Rabu pagi....

Wabup Asahan Salurkan 500 Paket Sembako untuk Korban Banjir di Sei Dua Hulu

Wakil Bupati Asahan, Rianto, menyalurkan 500 paket sembako kepada warga terdampak banjir di Desa Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat, Rabu (18/02/2026). Bantuan tersebut...

Seluruh Sungai Meluap Gegara Hujan Sehari Satu Malam di Tapteng

Tapanuli Tengah Badiri (Neracanews) - Balum hilang dari benak masyarakat kejadian banjir tanggal 11 dan 15 Februari 2026. Pada Senin kemarin masyarakat Tapteng kembali...