Kamis, Februari 26, 2026
spot_img

Partangiangan Bolon Bersama di Hiasi Gondang Sabagunan Doakan Tapteng Jauh Dari Marabahaya

Tapanuli Tengah | Adam Dewi (Neracanews) – Partangiangan Bolon atau Doa Bersama yang di hiasi Gondang Sabagunan tuai Doa keselamatan bagi Bumi Tapanuli Tengah jauh dari marah bahaya serta terhindar dari segala cobaan di kemudian hari.

Panjatan doa bagi keselamatan bumi Tapteng bergema dari berbagai tamu undangan yang hadir di acara Partangiangan Bolon dilaksanakan pada Sabtu, (20/12/25).

Dari berbagai susunan acara Partangiangan Bolon/Doa Bersama dan dihibur dengan Gondang Sabangunan tampak, kesatuan pinopar Op Raja Uti (Raja Batak) dari berbagai daerah menjadi kekuatan tersendiri suksesnya kegiatan doa bersama ini dilaksanakan.

Kesempurnaan kegiatan ini juga dihiasi keberagaman agama yang menjadi titik makna tersendiri. Kemeriahan kegiatan ini memancarkan ikatan persaudaraan yang kental walau berbeda agama.

Diawali dari ritual yang terlaksana, acara somba atau mattonggo kepada Opung Mula Jadi Nabolon yang dilaksanakan di Sopo Godang Op Raja Uti, Desa Lobu Tua, Kecamatan Andam Dewi, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut) berjalan sesuai harapan.

Walau sedikit memiliki problem, tetapi momen itu cepat berlalu didasari ikatan keluarga atau masih satu rumpun keturuan Op Raja Uti. Diketahui, acara Partangiangan Bolon di hadiri dari para pinopar Op Raja Uti dari berbagai daerah. Namun, kesepakatan terjalin atas musyawarah yang bertujuan untuk kepentingan bersama.

Menurut informasi, acara ritual martonggo atau Partangiangan Bolon berisi makna, berkumpul memanjatkan doa kepada sesuatu yang dianggap bisa mendapatkan keselamatan, kesehatan, dan terhindar dari marah bahaya dan mendoakan sesuatu yang dianggap penting.

Tradisi ini diketahui sudah berjalan sebelum masuknya agama di Tanah Batak, dan sampai kini kegiatan martonggo atau Partangiangan Bolon adalah acara sakral dalam suku Batak.

Seperti yang dilaksanakan baru baru ini
di Kecamatan Andam Dewi, acara ritual martonggo bertujuan meminta berkat kepada opung Mula Jadi Na Bolo (Tuhan Maha Besar) agar campur tangan dalam keselamatan Tapanuli Tengah.

Ritual sesuai dari susunan acara panitia, kegiatan Partangiangan Bolon yang digelar dari Jam 10:00 Wib diawali memohon doa (Martonggo) kelancaran kegiatan tersebut, berlanjut memohon doa (Pangurupion) kepada Opung Mula Jadi Nabolon Bolon melalui Op Raja Uti.

Tampak, ritual martonggo yang di ikuti pinopar opung Raja Uti yang dipimpin aliran kepercayaan terdahulu (Parmalim), insak tangis memohon keselamatan atas bencana yang menimpa pada 25 November 2025 lalu agar, Tuhan Yang Maha Kuasa campur tangan memberikan pemberkatan, agar musibah ini berakhir didalam sukacita.

Di penghujung doa, permohonan tulus kepada Opung Mula Jadi Na Bolon agar terlepas dari Bencana alam Tapteng bergema dari berbagai tamu dari luar daerah.

Diwaktu yang berbeda, Sanggam Panggabean selaku Penanggung Jawab kegiatan menuturkan, kegiatan ini kita lakukan untuk meminta pengampunan dari Yang Maha Kuasa melalui Op Raja Uti.

“Partangiangan Bolon/ Doa Bersama di Hiasi Gondang Sabagunan sudah sempat pakum 5 Tahun terakhir. Menurut Op sijolo-jolo Tubu, ritual ini sangat sakral dan butuh digelar meminta pengampunan atas musibah yang di alami kampung kita,” Tutur Penanggungjawab Kegiatan H Sanggam Panggabean.

Tambanya, kami bersama Panitia mengucapkan terimakasih kepada seluruh yang terlibat dan ikut memberikan perhatiannya demi suksesnya kegiatan ini.

“Semoga kesuksesan kegiatan hari ini menjadi kesuksesan kita bersama,” Ucapnya.

(Rimember)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Mencuat Dugaan Pungli Oknum Kasi PMD Kecamatan STM Hulu Dalam Pemberkasan Desa

Deliserdang - Dugaan pungutan liar (Pungli) Oknum Kasi PMD Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deli Serdang terhadap kepala desa dalam pemberkasan mencuat, hingga mencapai Rp...

Pelayanan Kesehatan Pasca Bencana Tapteng Berjalan Optimal

Tapanuli Tengah Pandan | (Neracanews)- Pelayanan kesehatan pasca bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terus menunjukkan perkembangan positif. Langkah darurat hingga pemulihan jangka menengah...

Angka Kemiskinan Sumut di Bawah Nasional, Masuk 17 Terendah di Indonesia

MEDAN – Angka kemiskinan Sumatera Utara (Sumut) tercatat berada di bawah rata-rata nasional dan menempati posisi ke-17 terendah di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat...

Pemerintah Percepat Bangun Jembatan di Daerah Terdampak Bencana

MEDAN – Pemerintah terus mempercepat pembangunan jembatan di sejumlah daerah terdampak bencana banjir guna memulihkan konektivitas antarwilayah dan memastikan distribusi logistik bagi masyarakat tetap...

Rico Waas Perkuat Perlindungan Pekerja, 40 Ribu Pekerja Informal Terdaftar BPJS

Medan - Komitmen Pemerintah Kota Medan dalam memperkuat jaring pengaman sosial kembali ditegaskan Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas melalui peluncuran Upgrade New...