Deli Serdang – Masyarakat Desa Kampung Lalang, Desa Paya Geli mengeluhkan adanya informasi dari Kantor Unit Layanan Pengadaan PLN Binjai Timur yang dinilai hanya mencari keuntungan semata.
Pasalnya, beredar surat pemberitahuan kepada masyarakat terkait adanya pemadaman listrik dari ULP Binjai Timur untuk menjaga pasokan listrik dan meningkatkan pelayanan pelanggan sehingga dilaksanakan pemeliharaan jaringan distribusi.
Pantauan wartawan, bahwa pemadaman listrik yang dilakukan oleh UP3 Binjai bersama ULP Binjai Timur ternyata gegara adanya pemborong atau properti yang mengajukan perpindahan tiang listrik yang mengganggu di areal Rumah Toko (Ruko) yang di bangunnya.
Salah seorang pekerja pembongkaran tiang listrik dari ULP Binjai Timur membenarkan bahwa pemadaman listrik yang dihimbau melalui surat dari UID PLN Sumatera Utara, PLN UP3 Binjai dan ULP Binjai Timur lantaran adanya permohonan pemindahan tiang listrik yang telah dibayarkan pemohon.
“Ia benar bang, itu sudah kita infokan pemadaman listrik melalui surat bang, dan pemadaman itu karena ada pemindahan tiang listrik oleh pemohon”, kata Rahmad.
Ditanyakan wartawan, permohonan pemindahan tiang listrik dibayar sebesar 40 juta, Rahmad menyebutkan tidak mengetahui berapa besar pembayaran ke UP3 Binjai untuk pemindahan tiang listrik.
“Kalau itu, kayaknya tidak sampai segitu. Saya juga tidak tahu, karena transaksinya itu ada di UP3 Binjai, kami hanya pelaksana aja bang kalau pembayaran ada bang. Karena ada pembayaran la maka terlaksana pemindahan tiang listrik” kata Rahmad.
Ditanyakan lagi apakah benar pihak Developer membayarkan sebesar 40 juta untuk pemindahan tidak mengetahui.
Lanjutnya, “Kalau sebenarnya saya tidak tahu, tapi kalau di bayarkan pasti adalah, nominalnya tidak tahu. Kalau imbas ke masyarakat, itu pemadaman listrik ke warga sudah ada kita infokan. Kalau saya kan pengawas lapangan, jadi kami hanya pekerja saja bang” kata Rahmad.
Sayangnya, Kepala PLN ULP Binjai Timur saat hendak temui wartawan di kantornya guna konfirmasi tidak berada di tempat. Salah seorang security menyebutkan bahwa manajer sedang keluar
“Kepala ULP Binjai Timur sedang keluar bang bersama Kepala teknik, pak frans” ujarnya.
Sementara adanya isu permohonan pindah tiang listrik di depan rumah warga harus mengeluarkan kocek hingga puluhan juta rupiah masih menghiasi di telinga masyarakat.
Sebab banyak warga masyarakat yang ingin memindahkan tiang listrik didepan rumahnya terkendala akibat biaya pemindahan tiang yang diminta oleh PLN mencekik leher.
Sayangnya pihak PLN UP3 Binjai melalui Kepala PLN ULP Binjai Timur belum memberikan keterangan resmi kepada wartawan terkait informasi surat pemadaman listrik kepada warga dengan modus pemeliharaan yang ternyata pemindahan tiang listrik.(Rud)