Korekan Tanah Proyek Drainase di Gang Bilal Desa Bangun Sari Baru Tanjung Morawa Ganggu Pengguna Jalan

DELISERDANG – Proyek pemeliharaan drainase di Gang Bilal Desa Bangun Sari Baru Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang senilai Rp 199.072.500,- APBD 2023, dikeluhkan pengguna jalan.

Pasalnya, proyek yang dikerjakan oleh rekanan CV Silahi Sabungan seolah tidak memikirkan kepentingan umum.

Terpantau awak media, Sabtu (25/11/2023) dilokasi korekan tanah drainase itu dibiarkan menimbun sebagian besar badan jalan di gang Bilal Desa Bangun Sari Baru, sehingga membuat badan jalan menyempit, berlumpur serta licin yang sewaktu waktu dapat membahayakan pengguna jalan.

Warga masyarakat yang melintas disana merasa terganggu. Selain badan jalan menyempit, juga bila musim hujan kondisi jalan menjadi licin dan tak jarang membuat pengendara terjatuh.

Menurut keterangan plank yang terpampang di lokasi, proyek drainase tersebut besumber dari Dana Alokasi Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2023 dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Deli Serdang dengan Pagu Anggaran Rp 199.072.500,-

Namun dalam plank proyek tidak disebutkan panjang dan lebar drainase yang harus dikerjakan.

Seorang pengguna jalan Iswanto (47) warga sekitar mengungkapkan, proyek pembangunan saluran drainase tersebut yang di kerjakan oleh CV.Silahi Sabungan tersebut dinilainya tidak mengutamakan keselamatan pengguna jalan. Pasalnya, tumpukan Tanah bekas tanah galian, memakan separuh jalan.

“Ini kan membahayakan orang yang mau lewat, apalagi tidak adanya rambu penanda proyek. Soalnya beberapa hari lalu ada pengendara yang terperosok terjatuh akibat tumpukan tanah yang licin” ungkapnya kepada awak media.

Lebih lanjut kata Iswanto, Dinas Citaru Kabupaten Deli Serdang, aktif melakukan pengawasan serta mengingatkan pelaksana proyek memberi tanda atau rambu-rambu, bahwa jalan itu sedang dikerjakan pembuatan saluran dranase, membersikan tumpukan tanah agar tidak berserakan apa lagi ini musim hujan.

Ia juga menyayangkan pihak pemborong yang tidak profesional dalam mengerjakan proyek drainase itu.

“Pekerjaan drainase ini dikerjakan secara amburadul dan tidak mementingkan pengguna jalan,sudah jalannya sempit di tambah ada tumpukan tanah lagi memakai badan jalan”, tegasnya.

Ia mengatakan jika pembangunan tersebut bermanfaat untuk mengurangi banjir dikala musim penghujan. Namun menurutnya, pihak pemborong juga harus memikirkan kenyamanan pengguna jalan. (Heri)

CEK KESEHATAN GRATISspot_img

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Rico Waas Lepas Delli Yudha, Sambut Fernando Batubara: Sinergi TNI dan Pemko Medan Harus Makin Kuat

Suasana keakraban dan kehangatan mewarnai acara Pisah Sambut Komandan Kodim (Dandim) 0201/Medan yang digelar di Ballroom Hotel Santika Dyandra Medan, Senin (14/9/2026). Wali Kota...

Ini Daftar 43 Pelajar SMKN 1 Merdeka yang Keracunan MBG

Karo - Keracunan MBG kembali menelan korban di Kabupaten Karo akibat kelalaian tata kelola program pemerintah. Sebanyak 43 pelajar SMK Negeri 1 Merdeka Kabupaten...

RDP dengan Komisi II DPR RI, Wagub Surya Paparkan Strategi Optimalisasi Aset dan BUMD untuk Dongkrak PAD Sumut

JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memperkuat penataan, pengamanan, dan optimalisasi Barang Milik Daerah (BMD) serta aset Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)...

Pemko Medan Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp 7,16 T, Rico Waas Fokus Optimalkan 17 Program Prioritas

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan Tahun Anggaran...

Bupati Asahan Terima Audiensi GMKI Cabang Asahan

KISARAN – Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menerima audiensi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Asahan di Aula Bapperida Kabupaten Asahan, Senin...