Selasa, Desember 9, 2025
spot_img

Ketua Muay Thai Jatim Meledak! Sarah Avilia Disemprot, Etika Dipertanyakan!

Surabaya – Polemik panas yang melibatkan atlet Muay Thai peraih emas PON XXI, Sarah Avilia, makin melebar! Kali ini, suara keras datang dari Ketua Pengprov Muay Thai Jawa Timur, Baso Juherman, yang menyemprot habis sikap Sarah yang dianggap bikin gaduh dan mencoreng nama baik organisasi.

Dalam pernyataan tertulisnya, Baso tanpa tedeng aling-aling menyebut bahwa attitude Sarah tak pantas ditoleransi. Meski diakui punya prestasi, Sarah dianggap gagal menjaga etika sebagai atlet.

“Prestasi itu penting, tapi attitude jauh lebih utama! Kalau nggak bisa hargai organisasi, lebih baik kita cari pengganti,” tandas Baso, Rabu (6/8).

Orang Tua Ikut Campur, Situasi Makin Keruh!

Tak cuma Sarah yang dikritik, Baso juga menyoroti peran orang tuanya yang dianggap memperkeruh suasana. Alih-alih meredam, sikap orang tua malah bikin suasana makin panas.

“Orang tua harusnya jadi penyejuk, bukan malah ikut-ikutan menyulut konflik! Ini bukan sinetron, ini organisasi olahraga yang punya aturan!” semprot Baso.

Dukung Langkah Hukum Kang Evi: Jaga Wibawa Organisasi!

Baso menyatakan dukungan penuh kepada Ketua Muay Thai Jabar, Kang Evi, yang berniat membawa persoalan ini ke jalur hukum. Menurutnya, ini langkah berani yang patut ditiru demi menjaga marwah organisasi.

“Sudah saatnya PB Muay Thai tegas! Kalau dibiarkan, bisa jadi preseden buruk. Jangan sampai atlet seenaknya bertindak tanpa konsekuensi,” ujarnya.

Atlet Bukan Sekadar Jago Tanding, Tapi Juga Harus Jago Tata Krama!

Baso menegaskan bahwa Muay Thai bukan cuma soal teknik dan medali, tapi juga soal nilai-nilai kesatria. Tanpa etika dan disiplin, sehebat apapun atlet, tak ada artinya.

“Ini olahraga bela diri, bukan ajang cari panggung! Hormat, disiplin, dan tanggung jawab adalah harga mati!” tegasnya.

Dengan suara tegas dari Jawa Timur, polemik Sarah Avilia kian panas dan makin terang-benderang. Akankah ini menjadi akhir kariernya di ranah Muay Thai nasional? Atau justru awal babak baru perbaikan etika atlet tanah air?

Drama belum berakhir, tapi jelas: Dunia olahraga tak butuh bintang yang lupa diri!. (Red)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Saksi Datangi Polsek Medan Baru Minta Cabut BAP “Saya Hanya Tanda Tangan”

Medan - Inisial H (46) saksi dari laporan Sukardi tanggal 21 November 2024, pada Lp/B/XI/2024/SPKT/Polsek Medan Baru, Polrestabes Medan, Polda Sumut. Mendatangi Polsek Medan...

Bupati Humbang Hasundutan Pimpin Apel Pagi ASN, Tekankan Kesiapsiagaan Pasca Bencana dan Kelancaran Layanan Publik

HUMBANG HASUNDUTAN (Neracanews) - Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH, MH memimpin apel pagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor Bupati....

Cabjari Madina di Natal Kembali Tetapkan Tersangka Baru Dugaan Tipikor Pengelolaan PSR Desa Sikara Kara dan Desa Taluk

Neracanews | Mandailing Natal - Cabang Kejaksaan Negeri(Cabjari) Mandailing Natal (Madina) di Natal kembali menetapkan tersangka baru atas perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam...

Satpol PP Tanjungbalai Ungkap Tiga Anak dalam Razia Pekat, Pergaulan Remaja Jadi Sorotan

Tanjungbalai - neracanews.com | Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tanjungbalai kembali mengungkap temuan serius terkait keberadaan anak di bawah umur di sejumlah...

Pengurus Mamre GBKP Perumnas Simalingkar Dilantik, Siap Jadi Panutan

Medan—Pengurus Mamre (Kaum Bapak) Persatuan Jemaat Jemaat (PJJ) Sektor 9 GBKP Runggun Perumnas Simalingkar masa bakti 2025–2030 resmi dilantik. Pelantikan ini dilaksanakan langsung oleh Pendeta...