Kamis, Januari 1, 2026
spot_img

Dua Keluarga Korban Bencana Keluhkan Keluarganya Belum di ketemukan Kepada Gubsu

Tapanuli Tengah Tukka (Neracanews) – Seusai acara Natal berlangsung di tenda pengungsian Kelurahan Hutanabolon, dua keluarga korban ganasnya bencana banjir bandang yang menimpa Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), temui Gubsu dan nyatakan bahwa 4 orang korban keluarganya belum di ketemukan.

Respon cepat sosok Gubsu Bobby Nasution memberikan arahan kepada keluarga agar tetap bersabar, terkait laporan ini kita akan tindaklanjuti.

“Sabar ya Abang dan ibu, kita akan komunikasikan sama tim untuk lebih lanjut dilakukan pencarian,” Ucap Gubsu memberikan arahan kepada kedua keluarga korban bencana.

Dari komunikasi antara keluarga korban dan Bobby tampak, dua keluarga korban yang berstatuskan masih hilang itu merasa senang bisa komunikasi dengan sosok Gubsu.

“Kami kini punya harapan, tiga keluarga saya yang belum diketemukan bapak saya bernama, Suerdin Sitompul, Ibu saya Selpina Lamria br Aritonang dan adek saya Rikardo Sitompul. Yah, muda-mudahan diberikan kelancaran dalam pencarian dengan kondisi apapun kami keluarga sudah pasrah dan iklas,” Ucap Roberto Sitompul berusia 29 Tahun.

Tambahnya, saya perantau bang di Riau, kedatangan saya kesini untuk melihat kondisi keluarga saya. Tetapi, setibanya saya di sini, 3 keluarga saya turut menjadi korban bencana yang terjadi pada 25 November 2025 bulan yang lalu.

“Sudah 1 bulan 2 Hari dari kejadian, 3 keluarga saya belum di ketemukan. Walau dengan kondisi apapun, kita keluarga sudah pasrah,” tuturnya dengan nada lirih.

Sementara, keluarga Paget Pasaribu (31) menjelaskan dari kejadian terjadi Ibu saya bernama Esti Sitompul belum diketemukan.

“saya berharap kepada tim evakuasi agar ibu saya dapat di temukan. Semoga dari pencarian ini Tuhan memberikan jalan terang serta kesehatan kepada tim,” Ucapnya.

Dari komunikasi dan kedekatan antar Kedua Pemimpin Daerah yakni, Gubsu dan Bupati Tapteng, komunikasi yang baik adalah solusi menggambarkan tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, jika jiwa Gotongroyong dan jalinan komunikasi yang baik terlaksana di pasca bencana yang terjadi.

Respon baik dua pemimpin adalah kekuatan bagi masyarakatnya. Kehadiran Pemerintah menjadi kekuatan tersendiri bagi masyarakat dan keluarga korban bencana yang ditinggalkan.

(Rimember)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Hangatnya Tahun Baru 2026 di Rutan Kabanjahe Layanan Tanpa Libur demi Keluarga

KABANJAHE – Suasana berbeda menyelimuti Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kabanjahe pada Kamis (01/01/2026). Di saat sebagian besar instansi menikmati libur Tahun Baru,...

IWO Tapteng-Sibolga Salurkan Bantuan Sembako Kepada Korban Terdampak Bencana di Kota Sibolga

Sibolga Sambas (Neracanews) - Ikatan Wartawan Online (IWO) Tapanuli Tengah–Sibolga salurkan bantuan sosial kepada warga terdampak bencana alam di wilayah Kota Sibolga Selasa (30/12/25). Penyaluran...

Putune Sudirman Bangun Sumur Bor, Solusi Jitu Atasi Krisis Air di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang – Relawan Putune Sudirman kembali menunjukkan kepeduliannya, solusi jitu dengan membangun sumur bor di lima daerah titik Vital salah satu Rumah Sakit...

820 PPPK Paruh Waktu di Lingkungan Pemkab Simalungun Formasi Tahun 2025 Menerima SK Pengangkatan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun secara resmi melaksanakan pelantikan serta pemberian Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada 820 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu,...

Forkopimda Asahan Gelar Doa Lintas Agama untuk Korban Bencana Alam

Kisaran (30/12/2025) — Sebagai wujud kepedulian kemanusiaan dan solidaritas sosial, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Asahan menggelar doa bersama lintas agama bagi para...