Tapanuli Tengah (Neracanews) – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Rabu, 20 Mei 2026, kembali memicu terjadinya banjir susulan di beberapa titik.
Merespons situasi banjir susulan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah langsung bergerak cepat ke lapangan guna memastikan kondisi kesehatan masyarakat yang terdampak tetap terjaga.
Kepala Dinas Kesehatan Tapteng, Lisnawati Panjaitan, SKep.Ns, MKes, AKK , menyatakan bahwa pihak dinas kesehatan telah menginstruksikan jajaran terkait untuk segera mendirikan posko kesehatan di lokasi-lokasi strategis yang terdampak banjir.
“Di Kecamatan Tukka kami langsung membuka posko kesehatan guna melakukan pemeriksaan medis secara gratis bagi warga korban banjir. Tim medis dan ketersediaan obat-obatan disiagakan penuh untuk mengantisipasi munculnya penyakit pascabanjir,” Ujar Lisnawati Panjaitan.
Melalui posko kesehatan tersebut, warga yang mulai mengeluhkan gangguan kesehatan bisa langsung mendapatkan penanganan medis dan obat-obatan yang diperlukan. Langkah proaktif ini diambil untuk meminimalkan risiko penyebaran penyakit yang kerap muncul saat situasi banjir melanda pemukiman warga.
Lanjut Lisna mengungkapkan, Dinas Kesehatan Tapteng telah aktif memberikan pelayanan kesehatan langsung di titik-titik pengungsian. Di Posko Pengungsian yang berada di dekat Jembatan Sigotom, tim medis telah melayani sebanyak 22 KK. Sementara itu, untuk posko pelayanan kesehatan yang didirikan di lokasi SMPN 3 Bona Lumban, petugas telah memberikan penanganan medis kepada 14 KK yang mengungsi.
Hingga saat ini, selain bersiaga di posko, tim kesehatan juga terus melakukan pemantauan berkala berkoordinasi dengan UPT Puskesmas di Kecamatan untuk tetap standbye sewaktu-waktu warga yang membutuhkan bantuan medis.
“Kita akan trus stanby memberikan pelayanan medis kepada korban banjir. Serta, kita pastikan bahwa semua korban tidak terjangkit penyakit akibat banjir susulan ini,” Tutup Lisna mengakhiri wawancara singkatnya.
(Rimember)



