Tapanuli Tengah (Neracanews) – Hujan dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sejak Rabu sore, 20 Mei 2026 menyebabkan sejumlah sungai besar kembali meluap. Akibatnya, luapan air di beberapa sungai merendam ratusan rumah warga dan menggenangi sejumlah ruas jalan utama di beberapa titik Lintas Barat Sumatera Utara (Sumut).
Kepala Pelaksana Harian (Plh) (Kalaksar) BPBD Tapanuli Tengah, Ardiansyah Harahap, S.STP, MM mengungkapkan, berdasarkan laporan resmi para Camat dan Lurah sekitar jam 18:14 Wib menjelang malam hari, debit air dilaporkan terus meningkat seiring hujan yang belum kunjung reda.
Lokasi Terdampak Bencana Banjir terkonsentrasi di dua kecamatan utama, mencakup 5 wilayah kelurahan sebagai berikut, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Kelurahan Bonalumban, Kecamatan Tukka, Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri
Luapan air sungai mulai memasuki fasilitas publik dan area pemukiman diakibatkan tanggul sanitasi terbuat dari pasir dan batu jebol diterjang aliran sungai yang mulai meninggi.
Atas dampak luapan beberapa sungai yang terjadi, ratusan warga di area terdampak parah, telah dievakuasi ke beberapa tempat yang dianggap aman dari luapan banjir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng bersama Aparat Setempat, Lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas dibantu masyarakat berjibaku mengevakuasi para warga ketempat yang lebih aman.
Sembari melakukan penyisiran kesetiap rumah warga, BPBD Tapteng juga menghimbau warga untuk tetap waspada, mematikan aliran listrik di rumah yang tergenang, dan segera menghubungi petugas di lapangan jika membutuhkan bantuan evakuasi lanjutan.
Dari luapan sungai yang kembali menerjang akibat intensitas hujan yang sangat tinggi, BPBD mengungkap bahwa tidak ada korban jiwa dari banjir susulan yang terjadi.
(Rimember)



