Ingin Kontribusi di Tanah Leluhur, Komunitas Saroha Malaysia Jajaki Peluang Investasi di Madina

Neracanews | Mandailing Natal – Perkumpulan Saroha Malaysia (komunitas warga yang asal-usulnya dari Tanah Mandailing di Malaysia) melanjutkan rencananya berinvestasi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Mereka juga hendak melakukan beberapa kegiatan menyangkut kepentingan masyarakat di daerah ini.

Keinginan untuk berinvestasi itu disampaikan perwakilan Saroha Malaysia saat bertemu dengan Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution di Aula Kantor Bupati Madin, Desa Parbangungan, Kecamatan Panyabungan, Selasa (28/6/2022) petang.

Pertemuan itu juga dihadiri Sekdakab Madina Gozali Pulungan, Asisten I Alamulhaq Daulay, Kepala Dinas Perdagangan Jhon Amriadi, Kepala Dinas Pariwisata Yasir Nasution dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.

Perwakilan Saroha Malaysia yang hadir dalam pertemuan itu Dato’ Baharom Nasution, Tan Sri Ahmad Zaky Ansore Nasution (penasehat ekonomi Diraja Malaysia), Dato’ Abd Rahim Uda Lubis (pensiunan Hakim Agung di Malaysia), dan Dato’ RM Jamal Nasution (calon menteri besar di salah satu negara bagian Malaysia).

Sementara Tan Sri Abdullah Nasution (mantan Panglima Tentara Udara Diraja Malaysia) tidak bisa datang ke Madina, karena ada urusan yang tak bisa ditinggal di Padangsidimpuan. “Saya bermohon maaf tidak bisa hadir di Mandailing Natal, insha Allah suatu masa saya akan datang,” katanya.

Dato’ Baharom Nasution mengatakan tujuan kedatangan mereka ke tanah leluhur untuk menjajaki kemungkinan menanamkan investasi di daerah ini sebagai bentuk rasa bangga menjadi bagian dari generasi Mandailing.

Kunjungan ini sebenarnya bagian dari tindak lanjut kedatangan mereka pada 2019. Lantaran pandemi Covid-19, beberapa agenda yang sudah dibicarakan waktu itu tidak bisa dilanjutkan. “Antara lain, kami ingin membuat pembangkit listrik tenaga surya dan tenaga air,” katanya.

Kedatangan kali ini, kata Dato’ Baharom, sebagai tahap awal perkenalan dengan kepemimpinan Bupati HM Jafar Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution.

Rencananya, mereka bakal berkunjung kembali ke Madina pada September 2022 untuk membicarakan teknis beberapa kerja sama yang hendak dijalankan.

“Meskipun begitu, sembari menunggu September, kami ingin kita bisa jalin komunikasi lebih mendalam melalui e-mail tentang apa yang hendak kita lakukan,” ujar lelaki yang mahir berbahasa Mandailing lantaran di Malaysia tinggal di Kampung Mandailing yang notabene penduduknya mayoritas berdarah Mandailing.

Sementara Tan Sri Ahmad Zaky Ansore Nasution yang menjabat penasehat ekonomi Diraja Malaysia mengatakan sudah lama ingin berkunjung ke Madina, tetapi selalu terkendala waktu. “Dikit-dikit saya bisa mengerti bahasa Mandailing,” katanya sembari mengumbar senyum.
Berbekal ilmu ekonomi yang dimilikinya, Tan Sri Ahmad Zaky Ansore menyatakan siap berbakti di tanah leluhur, khususnya dalam pengelolaan keuangan. Dia juga menyatakan tertarik menanamkan investasi di Madina. “Nanti teknisnya kita bicarakan kembali,” katanya.

Di awal pertemuan, Wakil Bupati Atika Azmi Utammi menyampaikan sambutan dalam bahasa Inggris yang fasih. Atika mengucapkan selamat datang di tanah Mandailing, tanah tempat leluhur. “Welcome home,” katanya sambil menghaturkan terima kasih atas keinginan saudara-saudara dari ngeri jiran untuk berbakti di Bumi Gordang Sambilan ini.

Hal serupa disampaikan Sekdakab Madina Gozali Pulungan. Dia menyambut baik keinginan warga Malaysia keturunan Mandailing untuk berbakti dan menanamkan investasi di daerah ini. “Kami sangat berharap kontribusi untuk kampung halaman ini bisa terealisasi,” katanya.

Sejatinya Gozali ingin berharap tamu dari “Negeri Siti Nurhaliza” ini bisa menginap di Madina, sehingga pada Rabu (29/6/2022) ini dapat membicarakan secara teknis berbagai kegiatan yang memungkinkan dilakukan.
Namun, lantaran kegiatan Dato’ Baharom dan kawan-kawan sudah terjadwal di Padangsidimpuan, sehingga disepakati komunikasi dilanjutkan melalui e-mail. “Berharap apa yang kita bicarakan dalam kesempatan ini bisa cepat ditindaklanjuti, seperti pembuatan lampu solar cell,” kata Gozali Pulungan.

“Kami tak mungkin menginap. Soal solar cell dan lainnya kita bicarakan lagi melalui e-mail. September nanti kami datang lagi,” timpal Dato’ Baharom.

Asisten I Setdakab Madina Alamulhaq Daulay berjanji bakal memperbaiki proposal yang sudah pernah diajukan kepada Persatuan Saroha Malaysia beberapa tahun lalu. “Kami akan revisi, disesuaikan dengan visi dan misi bupati-wakil bupati yang sekarang,” katanya.

Alamulhaq berharap warga negara Malaysia keturunan Mandailing yang datang ke Madina kali ini tidak sekadar ingin menginjakkan kaki di tanah leluhur atau melihat Bagas Godang, tetapi betul-betul ingin memberi manfaat bagi kemajuan daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kabupaten paling selatan Sumatera Utara ini. (Hem Surbakti)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Sinergitas TNI-Polri, Kapolsek Natal Kunjungi Posal Natal Ucapkan Selamat HUT TNI AL ke-81

Neracanews | Mandailing Natal - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI Angkatan Laut ke-81, Kapolres Mandailing Natal AKBP Bagus Priandy, S.I.K., M.Si...

Karo Ops dan Dansat Brimob Turun Langsung Pimpin Pemadaman Karhutla di Inhu

INHU — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 20 hektar melanda wilayah Desa Pulau Jumat, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Menanggapi...

Panitia Peresmian Kegiatan Akademik STAI Syekh Abdul Fattah Natal Resmi Dibubarkan

Neracanews | Mandailing Natal - Pengurus Yayasan Pendidikan Pantai Barat Madina (YP2BM) selaku Panitia Pelaksana Peresmian Dimulainya Kegiatan Akademik (Perkuliahan) Sekolah Tinggi Agama Islam...

DPRD Medan Rekomendasi Pembongkaran Bangunan Milik Oknum Anggota DPRD Sumut “Penguasa Adu Deking”

Medan - Komisi IV DPRD Medan yang membidangi infrastruktur, pembangunan, dan lingkungan hidup merekomendasikan pembongkaran bangunan milik oknum anggota DPRD Sumut Pintor Sitorus, Rabu...

Penipuan Hasil Panen di Karo, Warga Linggajulu Rugi Rp55 Juta

KABANJAHE — Warga Desa Linggajulu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Efrison Bangun (32 tahun), resmi melaporkan kasus penipuan dan penggelapan uang ke Polres Tanah...