Tapanuli Tengah Pandan (Neracanews) – Pemerinta Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) secara resmi program cek kesehatan gratis beserta Skrining Terduga Tuberkulosis (TB), Senin (29/06/26). Program tersebut bertujuan memperkuat komitmen Pemkab dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan yang dipusatkan di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah itu, akan berlangsung selama lima hari kedepan, mulai 29 Juni hingga 3 Juli 2026, dibuka secara resmi oleh Wabup Mahmud Efendi.
Beberapa layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang ditentukan meliputi Skrining Terduga Tuberkulosis (TB), Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pelayanan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP).
Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Mahmud Efendi, menekankan pentingnya pergeseran paradigma pelayanan kesehatan, dari yang bersifat kuratif (pengobatan) menjadi promotif dan preventif (pencegahan).
“Pelayanan kesehatan tidak lagi hanya menunggu masyarakat datang saat sakit, tetapi harus hadir lebih awal. Melalui cek kesehatan gratis dan skrining TB ini, kita ingin memastikan masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sedini mungkin sehingga penanganan lebih cepat dan penularan dapat ditekan,” ujar Mahmud Efendi.
Lebih lanjut ia juga menjelaskan, melalui program Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), pemerintah berkomitmen menjangkau seluruh siklus hidup masyarakat.
Mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, hingga lanjut usia. Program-program ini dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan SDM Tapanuli Tengah yang sehat, cerdas, dan produktif.
Ia juga memberikan tantangan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tapanuli Tengah untuk menjadi pelopor budaya hidup sehat.
“Saya mengajak seluruh ASN menjadi teladan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan menerapkan PHBS. ASN bukan sekadar pelayan masyarakat, tetapi harus menjadi agen perubahan dalam membangun budaya hidup sehat,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Mahmud Efendi turut mengimbau masyarakat untuk menghilangkan stigma negatif terhadap penderita tuberkulosis dan aktif memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan pemerintah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, Lisnawati Panjaitan, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.
“Masyarakat tidak hanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga edukasi mengenai pentingnya deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular. Kami berharap kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan dan menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Lisna.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Tapanuli Tengah dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah atas dukungan penuhnya, serta berterima kasih kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala puskesmas, tenaga kesehatan, dan kader Posyandu yang telah berkolaborasi menyukseskan rangkaian kegiatan ini.
Dijelaskannya, target /Sasaran pada Kegiatan, meliputi ASN (PNS,P3K,dan P3K Paruh Waktu) di OPD se Kabupaten Tapanuli Tengah, Calon Pegawai BLUD Puskesmas se Kabupaten Tapanuli Tengah, Balita, Busui, Bumil, Lansia, Kader Posyandu/Jumantik di masing-masing desa dan kelurahan wilayah Kecamatan Pandan, Kecamatan Tukka, Kecamatan Sarudik, dan Kecamatan Badiri.
Kegiatan ini menargetkan total 2.000 peserta yang terdiri dari unsur aparatur pemerintah, tenaga kesehatan, kader, serta masyarakat umum dengan rincian sebagai berikut, 1200 ASN, 255 Calon Pegawai BLUD, 100 orang kader posyandu/jumantik, 300 orang, Bumil, balita, busui, lansia, 145 orang dan masyarakat di sekitar wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah.
Sebagai penutup acara, Wakil Bupati Mahmud Efendi secara langsung menunjukkan dukungannya dengan mengikuti prosedur cek kesehatan gratis didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah.
(Rimember)



