Tapanuli Tengah Tukka (Neracanews) – Jembatan Aramco karya TNI penghubung dari Kecamatan Tukka ke 4 Desa yang berada di perbukitan Porakporanda akibat banjir bandang kembali melanda Kabupaten Tapanuli Tengah pada 11 Februari 2026.
Akses penghubung yang diresmikan Bupati Tapteng pada 12 Januari 2026 itu merupakan program TNI yang dikolaborasikan bersama Pemkab Tapteng.
Perubahan cuaca Extrim yang terjadi beberapa hari yang lalu menjadi faktor bahwa akses menuju 4 Desa yakni, Desa Sigiring-giring, Skalangan II, Saurmanggita dan Desa Aek Botar kembali terputus.
Sejak diresmikan, masyarakat yang berada di 4 desa sebelumnya sudah merasa senang bahwa akses jalan mereka kembali berangsur membaik.
Namun rasa kebahagian itu tidak bertahan lama, curah hujan selama 5 jam dengan intensitas lebat meluluhlantakkan akses tersebut dengan sekejap mata.
Atas dampak banjir yang terjadi 2 hari yang Lalu, tanggul yang terbuat dari sanitasi sepanjang sungai Huta Nabolon jebol dan rumah masyarakat kembali direndam luapan air banjir.
Usai banjir melanda, kini penderitaan masyarakat Kecamatan Tukka kembali dirundung masalah. Pemukiman yang dulunya sudah bersih dari lumpur banjir bandang, namun kini lumpur tersebut kembali lagi akibat banjir yang terjadi dua hari yang lalu.
Traumatik masyarakat belum pulih saat kejadian melanda Tapteng pada 25 November 2025 lalu. Saat kejadian dua hari yang lalu, tampak kepanikan warga saat di evakuasi para tim TNI, Polri serta para relawan terlihat menunjukan bahwa kejadian bencana Tapteng masih berbekas di benak para warga.
Dari dampak banjir, banyak fasilitas umum dan rumah warga di setiap kecamatan se Kabupaten Tapteng menjadi imbas keganasan bajir susulan dua hari yang lalu.
Banjir susulan yang terjadi tidak menimbulkan korban, Namun perbaikan tanggul sungai di kecamatan Tukka hancur total serta rumah warga kembali berlumpur dan beberapa jalan longsor.
(Rimember)



