Senin, Maret 9, 2026
spot_img

Duka Bencana Sumatera, Perkumpulan Aritonang Hadir Menguatkan Korban di Tapanuli Utara

Tapanuli Utara — Duka bencana Sumatera menyisakan luka mendalam. Rumah rusak, harta hilang, dan rasa aman runtuh seketika. Tidak hanya mereka yang terdampak langsung, duka ini juga dirasakan oleh banyak pihak yang turut berempati dan bergerak memberi bantuan.

Di tengah suasana pilu itu, Perkumpulan Punguan Toga Aritonang se-Indonesia (PPTA) hadir membawa bantuan dan penghiburan. Aksi kemanusiaan ini difokuskan bagi keluarga besar Toga Aritonang di Kabupaten Tapanuli Utara yang terdampak bencana pada akhir Desember lalu.

Ketua Umum PPTA, Johanes Kennedy Aritonang, bersama istri, didampingi Richard Rajagukguk, Nelly Rajagukguk, serta jajaran pengurus DPC Toga Aritonang Kabupaten Tapanuli Utara. Hadir pula Luhut Aritonang selaku Ketua DPC, bersama Anggiat Rajagukguk, Marni Siregar, Jupati Rajagukguk, Christian Rajagukguk, dan pengurus lainnya.

Sebelum bantuan diserahkan, Johanes Kennedy Aritonang menyampaikan kata penghiburan. Ia menegaskan bahwa duka yang dialami keluarga besar Toga Aritonang adalah duka bersama. Seluruh keluarga besar ikut bersedih atas musibah ini.

Ia mengajak para korban untuk tetap kuat dan bangkit. Menurutnya, cobaan tidak akan diberikan Tuhan di luar kemampuan umat-Nya. Musibah ini menjadi pengingat untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan menjaga lingkungan agar bencana serupa tidak terulang.

Suasana menjadi sangat haru ketika rangkaian adat Batak dijalankan. Boras Sipir Ni Tondi ditaburkan di atas kepala korban. Ritual ini menjadi simbol pemberkatan untuk menguatkan jiwa atau tondi, agar para korban memiliki kekuatan batin menghadapi cobaan berat.

Makna budaya berlanjut dengan pemberian pisang. Pisang melambangkan kekuatan hidup, kesinambungan, dan harapan akan masa depan yang lebih baik. Harapan itu diteguhkan dengan Itak Gurgur, makanan dari tepung beras yang melambangkan semangat yang membara.

Selanjutnya diberikan Aek Sitio-Tio, air putih yang menjadi simbol pemulihan, ketenangan jiwa, dan kemurnian hati setelah guncangan bencana. Air itu seolah menjadi jeda sejuk di tengah kesedihan panjang.

Rangkaian adat ditutup dengan doa bersama. Doa dipanjatkan agar para korban diberi ketabahan, kesehatan, serta kekuatan untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.

Adapun wilayah yang dikunjungi pengurus pusat PPTA di Kabupaten Tapanuli Utara meliputi Kecamatan Adian Koting, Kecamatan Simangumban, Kecamatan Purbatua, Kecamatan Pahae Jae , dan Kecamatan Parmonangan. Total kurang lebih 200 kepala keluarga Toga Aritonang yang terdampak bencana.

Ketua DPC Toga Aritonang Kabupaten Tapanuli Utara, Luhut Aritonang, menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan mungkin tidak besar. Namun kehadiran langsung untuk menjumpai keluarga yang tertimpa musibah dan menjalankan tradisi Batak diyakini sangat berarti.

Ia berharap kebersamaan dan kepedulian ini menjadi kekuatan baru bagi keluarga besar Toga Aritonang untuk bangkit dari keterpurukan akibat bencana. Dalam duka, mereka tidak sendiri.

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Pemkab Inhu Tetapkan Status Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Karhutla

INHU - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) resmi menetapkan Status Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melalui Rapat Koordinasi (Rakor) yang...

Berkah Dibulan Ramadhan, Cabjari Madina di Natal Berbagi Takjil Gratis kepada Warga Binaan Rutan Kelas IIB Natal

Neracanews | Mandailing ‎Natal - Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Mandailing Natal (Madina) di Natal menggelar kegiatan berbagi takjil gratis kepada warga binaan Rumah Tahanan...

Wartawan Terancam, Ceting Lapor Judi Kepada Kapolres Binjai Bocor

Binjai - Judi Tembak Ikan sering buka di Jalan Ade Irma Suryani Kota Binjai. Hingga dilaporkan Edison Harianja wartawan media online Tuntaspostnews, kepada Kapolres...

Kasus Dugaan Pengambilan 13 Tandan Buah Sawit Milik PTPN IV oleh Seorang Warga Miskin Mengarah ke Perdamaian

Neracanews | Mandailing Natal - Upaya penyelesaian perkara melalui pendekatan hukum yang lebih humanis mulai terlihat dalam kasus yang menjerat Heri Wardana yang merupakan...

Dalam Rangka Hari Jadi Kabupaten Karo ke-80, Bupati Karo Adakan Diskusi Bersama Karo Diaspora

KARO – Pertama kali dalam sejarah Pemkab Karo, Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., mengadakan diskusi dengan Thema “Satu...