Minggu, Februari 22, 2026
spot_img

Penyaluran BLT Desa Aek Garut Dipertanyakan

Tapanuli Tengah Pandan (Neracanews) – Kembali menjadi topik pembahasan, penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa Aek Garut, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut) tidak transparan.

Menurut keterangan beberapa orang warga di Desa tersebut menyatakan, ada 7 paket BLT Desa Aek Garut diduga tidak tepat sasaran dan dikawatirkan menjadi permainan mata Aparat Desa.

Penjelasan kesimpangsiuran penyaluran BLT didesa tersebut saat di pertanyakan kepada Kades Aek Garut Eben Pakpahan menjawab, “itukan hasil musyawarah khusus aparat Desa di Bulan 10 Lalu Tahun 2025,” ucapnya menjawab warga yang bertanya.

Dalam Komunikasi melalui chat WhatsApp pribadinya juga menyatakan, Rapat itu dianggap sah, sebab jumlah kehadiran para perangkat desa tokoh masyarakat menjadi salah satu keapsahan musyawarah peralihan penyaluran BLT itu dilakukan.

Namun di akhir komunikasi singkat melalui chat WA pribadi Kades
menjelaskan, ” Kalau aku cuma menekennya, tidak ada usulku itu,” Ungkap Kades.

Menindaklajuti kesimpangsiuran informasi yang menjadi bahan perbincangan para warga Desa yakni, menurut penjelasan Aparatur Desa 7 paket BLT milik masyarakat sudah dikembalikan ke kas Desa dan ada juga menyebut bahwa uang BLT itu dikembalikan ke Negara.

Dari kesimpangsiuran informasi yang diterima, tanggapan beberapa warga terkait kebijakan penyaluran BLT tidak tepat sasaran dan terkesan kepentingan pribadi. Kejanggalan penyaluran BLT diduga tidak tepat sasaran alias main mata dilingkungan dusun II, Desa Aek Garut .

Menurut keterangan kesimpangsiuran penyaluran BLT yang penuh derama, Kades Desa Aek Garut tidak bertanggungjawab atas penyaluran BLT yang di duga kepentingan pribadi aparatur Desa

Mewakili warga HS (48) meminta agar kasus penuh derama ini ditindaklanjuti oleh Dispektorat Tapteng. Ia juga berharap agar oknum yang bermain mata ditindak dengan tegas, agar kedepan aparatur desa tidak semena-mena dalam mengambil keputusan.

“Saya mewakili warga berharap agar Dispektorat mengungkap kebobrokan yang terjadi di Pemerintahan Desa Aek Garut. Selain dari kasus ini kita berharap kepada Dispektorat, audit semua penggunaan anggaran Dana Desa Aek Garut,” Tutupnya

(Rimember)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Wali kota Bersama DPRD Medan Pilih Urus B2 Banding Sampah dan Drainase.

Medan - Sampah dan Drainase kota Medan diduga sengaja di biarkan untuk menjadi alat politik. Sehingga ketika banjir melanda, para pejabat akan berbondong datang...

Dibangun dengan APBN Rp 829 Juta, Revitalisasi SDN 173305 Sipultak Taput Ditemukan Banyak Kelemahan – Kurang Profesional, Tandon Air Berbahaya

TAPUT | (NeracaNews) – Program Revitalisasi Direktorat Jenderal PAUD dan Pendidikan Dasar Menengah (PAUD Dasmen) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menuai sorotan di...

Wabup Asahan Pimpin Apel Hari Kesadaran Nasional, Tekankan Disiplin dan Budaya Kerja

Asahan, 18 Februari 2026 — Wakil Bupati Asahan, Rianto, memimpin pelaksanaan Apel Hari Kesadaran Nasional yang digelar di halaman Kantor Bupati Asahan, Rabu pagi....

Wabup Asahan Salurkan 500 Paket Sembako untuk Korban Banjir di Sei Dua Hulu

Wakil Bupati Asahan, Rianto, menyalurkan 500 paket sembako kepada warga terdampak banjir di Desa Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat, Rabu (18/02/2026). Bantuan tersebut...

Seluruh Sungai Meluap Gegara Hujan Sehari Satu Malam di Tapteng

Tapanuli Tengah Badiri (Neracanews) - Balum hilang dari benak masyarakat kejadian banjir tanggal 11 dan 15 Februari 2026. Pada Senin kemarin masyarakat Tapteng kembali...