Langkanya BBM Pasca Bencana Taput Picu Antrean Panjang, Dua Pemkab Gelar Rapat – Prioritaskan Pengisian Kendaraan

Taput | (Neracanews) – Pasca bencana alam menerjang Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, wilayah tersebut menghadapi masalah baru berupa kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang telah berlangsung selama seminggu terakhir.

Fenomena kelangkaan ini menyebabkan antrean panjang pengendara kendaraan roda dua dan empat di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), bahkan mengular hingga ke badan jalan. Antrean diperparah oleh massa yang membawa jerigen berbagai ukuran – yang ditandai warga sebagai panic buying yang didorong rasa takut dan ketidakpastian akan kekurangan lebih lanjut.

Pantauan wartawan menunjukkan antrean panjang terjadi di beberapa titik SPBU di Taput, seperti Silangit, Siborongborong, Sipoholon, Pahae, dan Tarutung. Bahkan pengendara roda empat dari Pematang Siantar yang melintas terpaksa ikut antre untuk mendapatkan pasokan BBM.

“Saya melihat ini sebagai panic buying – warga cemas karena desas-desus tentang kekurangan atau kenaikan harga,” ujar Jonson Silaban, warga Siborongborong.

Seorang pengendara sepeda motor yang tidak ingin disebutkan juga mengungkap kecurigaan terhadap warga yang membawa jerigen untuk diperjualbelikan kembali dengan harga mencekik. Ia mengaku melihat BBM jenis Pertalite dijual dengan harga Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per botol Aqua besar, dengan dugaan adanya pengusaha yang bolak-balik antre untuk menimbun.

Di lokasi SPBU juga terlihat ibu-ibu lansia yang membawa jerigen, membuat antrian semakin berkepanjangan. Beberapa warga pengendara yang ikut antrian kemudian menyarankan Pemkab membuat himbauan agar SPBU memprioritaskan pengisian kendaraan pribadi dan tidak melayani pembelian dengan jerigen.

Menanggapi hal ini, Bupati Tapanuli Utara melalui pesan WhatsApp menyampaikan, “Ok, kita sudah rapat tadi untuk melayani kendaraan bermotor saja,” tulisannya singkat lewat ponsel miliknya, Jumat (5/12/2025).

Terpisah, Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Oloan menyampaikan terima kasih atas saran yang diberikan. “Ini menjadi masukan yang berarti bagi kami. Kami tetap berusaha agar fenomena kelangkaan ini tidak menimbulkan kericuhan di masyarakat,” tulisnya.

Bupati Oloan juga menginformasikan bahwa Pemkab Humbahas telah mengirimkan surat bantuan penyaluran BBM kepada Pertamina pada tanggal 28 November 2025. Pada hari Rabu (4 Desember 2025), Pemkab juga telah mengadakan rapat dengan perwakilan 3 SPBU di wilayahnya dan pihak kepolisian untuk mengatasi masalah ini.

“Informasi dari Pertamina, mereka sedang berupaya menambah armada untuk pengangkutan BBM dari Pekanbaru dan Palembang, karena saat ini kekurangan armada untuk pendistribusian ke Humbang Hasundutan dan wilayah Tapanuli secara luas,” pungkasnya.(Henry).

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polres Karo Gelar Turnamen Badminton Antar Personel

Kabanjahe - Semarak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 terus terasa di lingkungan Polres Karo. Setelah menggelar berbagai kegiatan olahraga, kali ini Polres Karo menyelenggarakan turnamen...

Diduga Jadi Sarang Penyalahgunaan Sabu, Barak di Perladangan Tiganderket Dirobohkan Polisi

Karo - Berawal dari laporan masyarakat melalui media sosial, sebuah lokasi yang diduga kerap digunakan sebagai tempat penyalahgunaan narkotika jenis sabu di kawasan perladangan...

Tim LINGKABER Polres Karo Sisir Titik Rawan, Antisipasi Kejahatan dan Balap Liar

Karo – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengantisipasi berbagai bentuk tindak pidana seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, pencurian...

“Sandiwara”, Kadisnaker Sumut dalam Kasus Buruh

Medan - Pengacara kondang Kota Medan Herdin Lase, S.H., bersama rekanya Fatiwanolo Zega, SH., Leo Hidayat Gea, S.H, Nofaomasi Laia, S.H., merupakan perwakilan buruh...

Sensus Ekonomi 2026 Momentum Perbaikan Data Sosial, Zakiyuddin Harahap Ajak Warga Jujur Demi Akurasi Data

Wakil Walikota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, menegaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 harus menjadi momentum krusial untuk membenahi akurasi data kemiskinan di Kota Medan....