Kamis, Februari 5, 2026
spot_img

Asuransi Bumi Putera Sebut OJK, Ahli Waris Terlantar Hampir 4 Tahun

  • Medan – Ahli waris nasabah asuransi Bumi putera Turnip (47) hanya menerima janji manis.

Hampir empat tahun dia sudah mendatangi kantor asuransi itu, menagih uang klaim kematian orangtuanya, yang telah meninggal sejak empat tahun lalu.

“Pembunuhan kayaknya cara orang abang ini. Pembunuhan sama nasabah sampai tiga tahun setengah nggak ada kejelasan kapan bisa di ambil uangnya. Apakah Bumi putera menunggu ahli waris meninggal,” sebut Turnip, di kantor cabang Medan, kepada Syafii yang mengaku staf pelayanan kantor cabang asuransi Bumi putera,
Rabu (17/7/2024).

Turnip berharap dapat menerima uang Seratus juta rupiah itu, karena sangat di perlukan untuk menghidupi dua anaknya yang saat ini baru masuk kuliah di salah satu universitas negeri di Medan.

Kemudian dia meminta kepastian dari pihak Bumi putera yang menawarkan pemotongan manfaat sebesar 20% jika mau di dahulukan pencairan dananya.

“kapan bisa saya terima, dulu kalau telat bayar datang kerumah”, sebut Turnip.

Staf pelayanan kantor asuransi Bumi putera cabang medan tidak bisa memberi kepastian kapan bisa di ambil uang itu. Dia berdali dan mengatakan saat ini pihak asuransi sedang mengusahakan dana.

“Ini yang saya nggak berani karena tergantung ketersediaan dana. Kalau jual aset kita kan masih menjual aset di Surabaya itu Hotel tapi belum selesai-selesai. Ketersediaan dana yang ada aja dulu”, sebut staf.

Dia mengungkapkan, bahwa pencairan dana saat ini hanya bisa dilakukan oleh kantor pusat asuransi Bumi putera dan mengatakan pemotongan uang nasabah 20% oleh pihak asuransi, sudah di setujui oleh Otorita jasa keuangan(OJK).

“Kita di bawah pengawasan OJK. OJK pun sudah berduduk di kantor kita di Jakarta”, sebutnya.

Kemudian Surianto kepala kantor cabang Medan menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada pencairan dengan nilai seratus juta. Dia malah mengatakan bahwa OJK sebagai pengawas, sudah menyetujui pemotongan 50% untuk yang sudah habis kontrak.

“Itu memang sudah menjadi keputusan menejemen dan sudah di setujui oleh OJK-RPK-nya, Rencana penyehatan keuangan perusahaan, aa..salah satunya itu tadi, semua klaim habis kontrak itu hanya di bayar 50%”, sebutnya.

Di khawatirkan asuransi Bumi putera akan mencetak nasabah baru yang bakal kecewa kedepan. Karena kepala cabang Medan asuransi Bumi putera mengatakan dengan kondisi saat ini masih ada beberapa yang mendaftar menjadi nasabah baru dan di terima, karena berharap bisa menghidupkan kembali perusahaan ansuransi itu.

“yang untuk kematian saja produk kerugian, tidak lagi yang berbuku tabungan. Ini pruduknya berbentuk SDM, paling mahal dua ratus lima puluh juta per-tahun untuk satu keluarga, kalau tidak terjadi apa-apa hangus. Saat ini untuk menjaga eksistensi perusahaan walaupun kecil itu yang di upayakan. Ya..kalau kita lihat masih ada aktivitas gitu. Yah.. pelan-pelan membangkitkan perusahaan kita”, ungkapnya.

Menanggapi hal itu, belum ada keterangan resmi dari pihak OJK dalam melakukan pengawasan keuangan Asuransi Bumi putera yang mengakibatkan banyak masyarakat menjadi korban dugaan kelalaian ini. (ps).

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Ketidakdisiplinan Ketua BPD Diungkap dalam Sidang Lanjutan Kasus Pemalsuan Tanda Tangan APBDes Barungkersap

Tanah Karo | Sidang lanjutan kasus dugaan pemalsuan tanda tangan dalam kelengkapan berkas APBDes Desa Barungkersap, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo, kembali digelar di Pengadilan...

Hutatoruan VIII: Proyek JUT Persawahan Rusak, BUMDes Ayam Belum Bisa Kembangkan Ekonomi Masyarakat

Taput (Neracanews) Penyaluran Dana Desa di Hutatoruan VIII, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, menjadi sorotan wartawan setempat. Dugaan tidak tepat sasaran dan pemborosan anggaran...

Debt Collector ACC Gelapkan Barang, Korban Lapor Polda Sumut

Medan - Maraden Sitorus warga kota Medan, melaporkan dugaan pencurian dengan KUHP baru, UU nomor 1 Tahun 2023, pasal 476, ke Polda Sumut, Rabu...

Pemkab Asahan Gelar Peringatan Isra Mi’raj 1447 H di Masjid Agung Kisaran

Pemerintah Kabupaten Asahan memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Agung H. Achmad Bakrie Kisaran, Rabu (4/2/2026). Kegiatan tersebut...

Pemkab Karo Tertibkan Kawasan Laudah, Pekerja Tani Dialihkan ke Lapangan RPH

Kabanjahe - Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting., Sp.OG., M.Kes., yang di wakilkan oleh Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, SP., pimpin...