14 Tahun Tanpa Kepastian, Koperasi Sikap Mandiri Kuasai Kembali Lahan Plasma 1000 Ha Milik PT. PSU di Mandailing Natal

Neracanews | Mandailing Natal – Setelah menanti selama 14 tahun tanpa kejelasan realisasi, Koperasi Sikap Mandiri mengambil langkah tegas menguasai kembali lahan objek perjanjian plasma seluas 1000 Hektar dengan PT. Perkebunan Sumatera Utara (PTPSU). Lahan tersebut berada di Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Mandailing Natal.

Pantauan di lapangan, sejumlah pengurus dan anggota koperasi telah memasang spanduk pemberitahuan. Secara bertahap, lahan yang selama ini dibiarkan terbengkalai oleh pihak “bapak angkat” mulai dibersihkan, dikuasai, dan diusahakan kembali oleh anggota koperasi.

Ir. Ali Mutiara Rangkuti, MM, selaku Ketua Dewan Pengawas Koperasi Sikap Mandiri, menyampaikan kekecewaan mendalam para anggota.

“Anggota koperasi sangat kecewa karena 14 tahun setelah MoU Plasma, lahan tidak ditanami dengan sempurna. Seharusnya koperasi telah dapat membagikan SHP kepada anggota,” ungkapnya kepada media, Sabtu (27/6/2026) siang.

Ia menilai PT. PSU selaku bapak angkat telah cidera janji. “14 tahun bukan waktu singkat dan seharusnya anggota telah menikmati hasil seperti koperasi plasma yang lain,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ali Mutiara mengungkapkan fakta di lapangan setelah penguasaan kembali. “Ternyata tegakan sawit 1000 hektar yang seharusnya sudah ada justru tidak terlihat. Kita sebagai anggota koperasi telah terzolimi dan kita akan minta keadilan kepada bapak angkat,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Ketua Koperasi Sikap Mandiri, Alfian. Ia membenarkan langkah penguasaan kembali objek perjanjian plasma dengan perusahaan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tersebut, sebagai bentuk penyelamatan aset koperasi.

“Benar begitu, karena semua anggota sangat kecewa dengan janji 14 tahun lamanya tidak terwujud. Sementara PT. PSU juga tidak pernah memberi kepastian kapan plasma ini akan terwujud,” ujarnya.

“Saat ini yang kita lakukan adalah menguasai kembali lahan ini sebagai bentuk penyelamatan aset koperasi, karena di lapangan terlihat ada pengabaian oleh bapak angkat,” tambah Alfian.

Meski demikian, pihak koperasi tetap membuka ruang dialog. Alfian berharap pengurus koperasi dapat duduk bersama kembali dengan PTPSU untuk membicarakan kelanjutan MoU.

“Kami berharap program plasma yang bertujuan meningkatkan kehidupan masyarakat di sekitar perkebunan ini tidak menjadi sia-sia,” pungkasnya.

*AHS*

PENGADUAN DLH KOTA MEDANspot_img
CEGAH STUNTINGspot_img
NOMOR DARURAT DAMKARspot_img
SIAGA BENCANA BANJIRspot_img
CEK KESEHATAN GRATISspot_img

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Bupati dan Forkopimda Asahan Tinjau Pilkades Serentak 2026

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., bersama unsur Forkopimda Kabupaten Asahan meninjau langsung pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 di Desa...

Bupati Asahan Hadiri Peluncuran Program Jaksa Sahabat Pendidik

MEDAN – Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menghadiri kegiatan Jaksa Sahabat Pendidik yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Kejaksaan Tinggi Sumatera...

Rico Waas: Purnatugas Bukan Akhir Pengabdian, tapi Membuka Lembaran Baru

Medan - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengingatkan para aparatur sipil negara (ASN) yang akan memasuki masa purnatugas agar tidak memandang...

Lapas Pancurbatu Dukung Pembentukan Pusat Rehabilitasi dan Reedukasi WBP

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pancurbatu mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Tindak Lanjut Pembentukan Pusat Rehabilitasi dan Reedukasi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (6/10/2026). Rapat...

LSM GERRAM Kecam Keras Kadis LH Kabupaten Bekasi, Paulus Simalango: Jangan Hina Wartawan Yang Datang Melakukan Konfirmasi Dugaan Korupsi

BEKASI — Ketua Umum LSM GERRAM (Gerakan Reformasi Advokasi Masyarakat), Paulus Simalango, S.H., mengecam keras dugaan tindakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi,...