Wujudkan Pelestarian Adat dan Budaya Natal, LABRN Persiapkan Lahan Pertapakan Pembangunan Kantor

Neracanews | Mandailing Natal – Wujudkan Pelestarian adat dan budaya natal, Lembaga Adat Budaya Ranah Nata (LABRN) tengah menginisiasi pembelian lahan seluas sekitar 3.764 meter persegi untuk pembangunan Kantor LABRN, Rumah Gadang dan Kantor Majelis Pemangku Adat.

Ketua LABRN, Ali Anapiah mengatakan kepada wartawan Senin, 28/7/2025. Menurutnya, pembelian lahan ini sebagai wujud nyata pelestarian adat dan budaya masyarakat natal, dan pembelian lahan ini sepenuhnya didanai dari KAS Lembaga adat yang bersumber dari usaha D.O. Sawit di PKS PT. HKI Desa Balimbing Kecamatan Natal.

Jadi dana pembelian tanah ini berasal dari hasil usaha lembaga adat yang dikelola oleh lembaga, jelas Ali Anapiah.

Setelah pengukuran dilakukan luas lahan dipastikan sekitar 3.764 meter persegi. Tahap selanjutnya adalah pematangan lahan, yang meliputi pembersihan dan pembuatan parit agar lahan siap digunakan sebagai pertapakan kantor LABRN.

Pembangunan kantor LABRN ini akan dilakukan di lahan tersebut. Saat ini, lahan yang ada sudah cukup memadai, tambah Ali.

Lebih jauh Ali menjelaskan, keberadaan kantor LABRN nantinya diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran adat dan budaya bagi generasi muda Ranah Nata.

Kami ingin agar generasi mendatang dapat menggali dan memahami adat istiadat yang menjadi akar budaya kita, ujarnya.

Rencana pembangunan kantor LABRN ini akan mencontoh fitur khas Rumah Gadang lengkap dengan alat-alat adat seperti tempat pelaminan, pintu gadung, dan cabang-cabangnya.

Ali berharap tempat ini nantinya menjadi destinasi budaya bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dalam adat Natal yang dijaga oleh para tokoh adat setempat.

Untuk memperkuat pelestarian budaya, Majelis dan Lembaga Adat juga tengah mengupayakan pelatihan-pelatihan adat seperti Badiki, dan Basilek yang akan dikoordinasikan nantinya oleh Bapak Saprudin.

Selain itu, Majelis Pemangku Adat sedang menyusun tata acara adat mulai dari proses tunangan hingga pernikahan sebagai acuan yang baku dalam adat istiadat budaya ranah nata.

Kami sedang mematangkan rancangan ini agar tata cara adat dapat diterapkan dengan baik dan berkesinambungan di masyarakat Natal, pungkas Ali Anapiah.

Dengan langkah-langkah tersebut, LABRN optimistis pelestarian adat budaya natal akan terus terjaga dan dapat diwariskan dengan baik kepada generasi penerus, tutupnya. (AHS)

Berita Untuk Anda

Terpopuler

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Huntap Taput Baru 2 Unit Siap Huni, Menteri PKP Marah Bandingkan dengan Tapsel yang Sudah 120 Unit

Taput (Neracanews) Beberapa video yang beredar di grup WhatsApp wartawan dan media sosial menunjukkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menunjukkan kemarahan...

Wartawan Dihadang di Medan! Pegawai Gadai Rampas HP dan Sita Mobil Meski Utang Lunas

MEDAN – Aksi premanisme menimpa Riswan Sembiring, wartawan media online Waspada24.com, saat melakukan peliputan di kantor PT Mandiri Expres Sejahtra, Jalan Ringroad, Medan, Kamis...

Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idul Fitri 1447 H, Ajak ASN “Tancap Gas” Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin apel perdana pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Kantor Wali Kota...

Pasca Lebaran, Bupati dan Wakil Bupati Asahan Tinjau Kualitas Pelayanan Publik

KISARAN – Pemerintah Kabupaten Asahan melakukan inspeksi langsung ke sejumlah instansi pelayanan publik usai libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Rabu (25/03/2026). Kegiatan...

Pemkab Asahan Gelar Pasar Murah di Enam Lokasi untuk Stabilkan Harga Pangan

ASAHAN – Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Kopdagin) mengadakan pasar murah di enam titik berbeda guna membantu masyarakat mendapatkan bahan...